
Aara langsung Kaget dengan respon Aggam yang membentak nya.dia sedikit menggeser tubuhnya ke sudut pintu mobil. dia takut jika Aggam menyakitinya lagi seperti sebelumnya. walaupun Aggam sudah banyak berubah akhir akhir ini. tetap saja di Masih was was Karena Aggam kembali membentak nya setelah sekian lama tidak pernah menunjukkan sikap kejamnya lagi.
Aggam yang sadar jika Aara menggeser tubuhnya karena takut akibat di bentak Oleh nya barusan, mengusap wajahnya dengan kasar.
Bodoh... kenapa kau tidak bisa mengontrol emosi mu Aggam. Batin Aggam menyerutuki kebodohan nya telah membentak Aara tanpa sadar.
Aggam akhirnya diam saja tidak lagi membahas apa pun. aura di dalam mobil itu terasa mencengkam.
Aara semangkin ciut saat Aggam diam seribu bahasa setelah membentak nya barusan.
Tiba di kontrakan Aggam turun dari mobil dan membawa semua belanjaannya masuk ke dalam tanpa mengharapkan Aara membawanya.
Aara masih tetap diam tidak berani bersuara. Aara melewati Aggam dengan menunduk melangkah buru buru masuk ke dalam kamar. dia benar-benar takut jika Aggam akan kembali dengan sikap kejam nya yang dulu.
Aggam menarik nafas berat saat Aara begitu takut padanya. dia baru tersadar jika perbuatan nya dulu masih sangat membekas di ingatan Aara sehingga membuatnya mudah ketakutan padanya saat sudah mulai bernada tinggi.
,,,,,,,,,
Aara masak buat makan malam mereka berdua. selesai masak Aara mencari Aggam untuk memanggil nya makan malam.
__ADS_1
Aara melangkah keluar dan melihat Aggam sedang menghampiri seorang anak kecil yang berusia sekitaran 5 tahunan yang berkeliaran di daerah pasar untuk mengemis.
Aggam berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan anak kecil itu lalu mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan ngelap wajah lusuh anak kecil itu.
"Kau sudah makan" tanya Aggam tersenyum pada anak kecil di hadapannya.
Aara sangat kaget melihat kepedulian Aggam pada pengemis. ini benar-benar bukan Aggam. Aggam yang sebenarnya tidak pernah peduli dengan siapa pun, apa lagi pengemis. fikir Aara.
"Belum om"Jawab anak kecil itu dengan mata yang berkaca kaca karena dia sangat lapar.
"Kenapa kau nangis " Tanya Aggam iba melihat anak itu.
"Aku sangat lapar Om" Katanya mengusap air matanya yang sudah terjatuh.
Walau pun dulunya Aggam memang pria angkuh, dia juga biasa menyempatkan waktunya untuk solat berjamaah di masjid. tapi semenjak dia terjerumus dengan dunia gelap sering ke bar. dan bertemu Dangan Rossa yang memberikan tubuhnya secara cuma cuma pada Aggam. membuatnya tidak pernah lagi mengingat pada dunia yang hanya sementara saja ini.
"Mari ikut om. kita makan di rumah om. nanti sudah makan om kasih uang. mau" kata Aggam mengusap kepala lusuh anak itu sambil tersenyum lembut
Anak kecil itu tersenyum lebar dan mengangguk antusias"Ayo" Ajak Aggam memegang tangan anak kecil itu melangkah ke kontrakan nya. dia melihat Aara yang berdiri di ambang pintu sedang asik melihatnya.
__ADS_1
Aara buru buru mengalihkan pandangannya saat sadar Aggam melihat ke arahnya.
"Apa kau sudah siap masak" Tanya Aggam Menatap Aara yang menjaga jarak darinya
"Iya.. sudah" jawab Aara terdengar sedikit lirih dan melihat anak kecil yang Aggam bawa.
"Hai" sapa Aara mengangkat tangan nya menyapa anak kecil itu dan tersenyum di balik cadarnya.
"Hai Tante" Jawab anak kecil itu sedikit terdengar takut
"Ayo kita makan dulu" ajak Aggam.
Mereka bertiga masuk ke dalam menuju meja makan dan mulai makan bersama anak kecil itu setelah Aara membawa gadis kecil itu membasuh tangannya.
"Apa kau suka makanannya. " Tanya Aara menambah makanan anak kecil itu yang makan dengan mulut yang penuh.
Anak itu mengangguk dan sedikit tersenyum masih sibuk dengan makannya dia memang benar-benar sangat lapar .
Aara membantu anak kecil itu makan karena sedikit kesulitan.
__ADS_1
Aggam yang melihat pemandangan di hadapannya tersenyum tanpa Aara sadari.
Aku pengen punya anak darinya. batin Aggam masih tersenyum. dia baru tau jika Aara sangat menyukai anak kecil.