GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
Pelangi Setelah Hujan : Kesialan


__ADS_3

Perlahan Bima melangkah masuk ke dalam kontrakan Ayuna dan memberi salam." Assalamualaikum.." tapi tidak ada yang menyahutinya.


" Siapa lagi nama nya.. Aku lupa.." Kata Bima Sambil berfikir mengingat nama istrinya.


" Ayuna.. Ya itu dia." Gumam Bima Sesaat sudah mengingat nama istrinya.


" Ayuna... " panggil Bima Pada Istrinya tapi tetap saja tidak ada yang menyahutinya


Perlahan Bima Mendekat pintu kamar yang tadi Ayuna Masuk.


Cklekkk


Bima membuka pintu Kamar Ayuna Yang ternyata juga tidak di kunci.


" Ayuna.. " Panggil Bima mendekat Istrinya yang berbaring di kasur dan tidak ada tanda tanda pergerakan dari gadis itu.


Bima Berjongkok menyentuh dahi Ayuna untuk mengecek Suhu tubuhnya. Ayuna memang tidak memiliki Ranjang. Dia hanya memiliki sebuah kasur yang biasa dia tidur bersama dengan Zahra jika pulang Kuliah bersama.


" Dia demam" Gumam Bima khawatir.


Bima membuka jaket yang dia gunakan kemudian memakai kan pada Ayuna dan Menggendong nya untuk Keluar dari kontrakan. Bima Berniat membawa Ayuna ke rumah Sakit.


Dia mendudukkan Ayuna Di Sebelah kemudi kemudian merebahkan Kursi yang Ayuna Duduk Setelah Itu dia juga masuk di kursi kemudi dan mulai menjalankan mobilnya.

__ADS_1


Apa aku bawa saja dia ke rumah ya. di sana ada Bunda yang bisa tolong menjaganya. aku juga tidak bisa meninggalkan kantor akhir akhir ini karena beberapa hari lagi ulang tahun perusahaan. Sangat sibuk di kantor. Batin Bima Melihat Sekilas Pada Ayuna Yang tertidur dengan tubuh yang panas.


Bima Mengeluarkan Ponselnya.


Drrttt Drrrttt Drrrttt


Ponsel Dokter Dafin berdering. Dafin adalah dokter keluarga Bima.


" Hello Bro.." Jawab Dokter Dafin Sahabat Bima


" Fin kau ke mension Papa Dulu. "


" Untuk Apa Bro. Siapa yang sakit" Tanya Dafin.


" Apa!! Istri, yang benar saja kau bro.. Jangan becanda"


" Brisik Datang saja. Terlalu heboh" kesal Bima pada Dafin.


"Ok sebentar aku ke sana."


" Hm. tidak pakai lama"


" Sip" Dafin langsung bergegas ke mension Papa Bima.

__ADS_1


Beberapa minit mengemudi, akhirnya Bima tiba di mension papanya. Bima mengangkat tubuh istrinya dengan hati hati. melangkah ke dalam mension. kebetulan tidak ada Bundanya di sana. Papa nya juga sama.


Bima membawa Ayuna ke dalam kamar nya. merebahkan tubuh Ayuna dengan pelan dan mengambil selimut menutup tubuh Ayuna yang Deman.


,,,,,,,,,


"Dia hanya demam.. tapi sepertinya dia juga mengalami sedikit tekanan seperti kesedihan yang berlebihan" Kata Dafin setelah memeriksa Ayuna.


Bima hanya mengangguk "Bro. siapa wanita ini. kau jangan becanda. apa benar dia istri mu"Tanya ulang Dafin yang belum yakin Dengan ucapan Bima


"Hm.. pulang lah, aku mau istirahat " santai Bima mengusir dokter Dafin.


"Ck. mentang-mentang aku sudah memeriksa istrimu. kau dengan santai mengusir ku" kesal Dafin


"Ya sudah. tinggal saja jika tidak mau pulang. tapi jangan salahkan aku jika kau melihat adegan adegan dewasa yang membuat mu menelan iler mu" Canda Bima berjalan membuka Bajunya dan bertelanjang dada. memperlihatkan dada bidangnya yang menggiurkan.


"Jangan gila kau Bima. istri mu sedang sakit. bisa bisa nya kau ingin menggauli nya" Dafin menggeleng melihat Bima.


Bima tersenyum jahil." ya sudah. kita berdua saja... sepertinya asik tu. di coba dulu" Bima merentangkan tangan nya ingin memeluk Dafin.


Dafin membolakan kedua matanya ingin melarikan diri dari Bima. tapi nahas dia terjatuh dan tidak sengaja menabrak Bima dan menindih tubuh Bima di kasur dengan bibirnya mencium hidung Bima yang dia tindih.


Ayuna yang terganggu dengan kasur yang bergoyang akibat jatuhnya Bima dan Dafin. dia perlahan membuka matanya dan melihat Bima juga Dafin dalam keadaan sangat intim.

__ADS_1


Ayuna membolakan kedua matanya melihat manusia yang dia kira sedang melakukan Mesum. Bima dan Dafin juga membolakan matanya melihat ke arah Ayuna.


__ADS_2