GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
...


__ADS_3

"Kita mau ke mana Kak" Tanya Aara pada suaminya karena Aggam mengajaknya keluar tanpa memberi tahukannya mau ke mana.


Aggam hanya tersenyum tidak menjawab istrinya yang sangat penasaran di balik cadarnya.


"ikut saja sayang... Jangan banyak tanya" Lembut Aggam masih mengemudi mobilnya.


Aara akhirnya hanya diam. Sudah lumayan jauh Aara merasa duduk di mobil tapi belum ada tanda-tanda suaminya ingin berhenti.


"Kita mau ke mana sih sebenarnya Kak" Tanya Aara sedikit tidak sabaran Aggam tetap tidak menjawab nya.


Aara mendengus kesal pada Aggam yang hanya diam saja dari tadi.


Tidak berapa lama Aara melihat jalan sangat tidak asing yang sudah sembilan tahun dia tidak pernah menginjak kan kakinya di sana.


Pemandangan Aara berhenti di sebuah kebun Teh yang lumayan luas dan asri. Bola mata Aara mulai berkaca-kaca. Ayah, bunda... Batin Aara.


Mobil Aggam berhenti di sebuah rumah yang lumayan besar yang berada di perkampungan itu.


Aara menjatuhkan air matanya saat melihat rumah Yang sudah sembilan tahun baru dia kunjungi lagi.

__ADS_1


"Kau bahagia sayang.." Tanya Aggam menggenggam pergelangan tangan istrinya.


Aara mengangguk dan langsung memeluk suaminya dengan perasaan yang bercampur bahagia sedih dan rindu pada kedua orang tuanya.


"Makasih Kak" Kata Aara masih memeluk Suaminya.


Aggam melonggarkan pelukan istrinya. "Kau membuat calon bayi kita sesak sayang." Ucap Aggam tersenyum pada istrinya.


Aara baru tersadar ternyata dia sedang menindih kandungnya.


"Aku terlalu bahagia sampai tidak sadar kak .." Kata Aara" Tapi bagaimana kakak bisa tau rumah ini Kak" tambah Aara bertanya pada Aggam


Aara mengangguk "Mau dong kak"


Aara dan Aggam turun dari mobil. perlahan Aara melangkah masuk ke dalam rumah kedua orang tuanya.


"Assalamualaikum" Salam Aara mengedarkan pandangannya di rumah tersebut. Aara kembali menjatuhkan air matanya mengingat semua kenangan bersama kedua orang tuanya yang pernah tinggal dan hidup di Sana dengan bahagia.


Ayah... Bunda.. Aara datang mengunjungi rumah lama kita. batin Aara

__ADS_1


,,,,,


Di kantor Bima sedang berada di ruang rapat. Bima hanya diam Melihat Obat oles yang di berikan oleh Dafin tadi semasa di rumah sakit.


Hanya Asisten Idan saja yang sibuk dan sesekali melihat pada Bima yang Hanya diam menatap obat oles. dasar, tuan muda enak banget dia seperti tidak punya beban. Batin asisten Idan.


Beberapa minit berlalu Rapat akhirnya sudah selesai.


"Tuan, aku meminta kenaikan gaji lagi.. lihat lah tuan muda hanya duduk dan menatap obat oles itu dan saya sendiri yang sibuk" Kata Idan mengumpul berkas berkas yang tadi dia bawa Ke ruang rapat


Bima memutar bola mata malas karena asistennya itu mulai kumat lagi. Kenapa aku di kelilingi oleh orang orang menyebalkan seperti mereka ini. batin Bima mengingat Dafin dan asisten Idan yang sering membuat nya jengkel.


"Siapa bos di sini Idan.." tanya Bima berdiri dari duduknya dan melangkah keluar di ikuti oleh Asisten Idan di belakangnya.


"Tentu saja tuan muda" jawab Idan tersenyum


"Terus kenapa kau sering memerintah kan aku Idan.." tanya Bima lagi.


"Itu bukan namanya memerintah kan tuan muda, itu meminta tolong namanya tuan, kan uang tuan sudah sangat banyak apa salahnya jika di sedekahkan sama orang susah seperti saya tuan muda.." Jawab Asisten Idan menaik turun kan Alisnya.

__ADS_1


__ADS_2