
" Mas Bima, kau menyakitiku ku" lirih Ayuna karena Bima menyentuh dadanya dengan sedikit kasar yang membuatnya kesakitan.
Mendengar suara Ayuna Bima tersadar jika dia terlalu kasar. Bima tidak sadar dengan tindakan nya karena hasrat nya benar benar membuat dia tidak bisa mengontrol dirinya. Dafin memang memberi kan Obat perangsang ke dalam minuman Bima dengan dosis yang sangat tinggi sehingga membuat Bima benar benar hilang kesadaran.
" Maaf kan Aku Ayuna.. Dafin si gila itu memberi ku obat yang membuat aku ingin mati saat ini Juga jika tidak menuntaskan hasrat ku" Kata Bima dengan suara berat nya di tengah tengah kesadarannya dengan sekuat tenaga menahan diri.
Ayuna kasihan melihat Bima yang sangat tersiksa" Aku tidak melarang mu Mas, hanya saja jangan terlalu kasar.. aku takut kau hanya akan melukai ku.." Ucap Ayuna.
Bima mengangguk" Apa boleh aku benar benar tidak bisa lagi untuk menahan nya" Izin Bima.
Ayuna mengangguk. Mendapat anggukan dari Ayuna. Bima kembali menyerang Ayuna dengan perlahan tidak lagi sekasar tadi.
Dan pada akhirnya Bima menggempur istrinya dari malam sampai dini hari karena pengaruh Obat yang di berikan oleh Dafin benar benar menyiksa nya
Aku akan membunuhmu Dafin brengsek!!!!. Teriak Bima dalam hati saat Ayuna sudah kewalahan melayani nya. Ayuna bahkan sudah berkali-kali menolak nya tapi melihat Bima yang tersiksa Ayuna terpaksa kembali melayani suaminya.
__ADS_1
Aaaa ibuuuuuuu sial apa aku.... Kenapa malam pertama ku berakhir seperti ini sih.... Aku bisa mati.... Teriak Ayuna dalam hati tapi tetap saja dia masih melayani kegilaan suaminya yang dalam pengaruh obat.
,,,,
Keesokan harinya Ayuna cemberut tidak mau melihat suaminya. Dia benar benar marah karena Bima benar benar seperti ingin membunuhnya semalam. Ayuna bahkan tidak bangun untuk solat subuh. Dan terpaksa solat subuhnya di pukul tujuh siang yang membuat Ayuna bertambah kesal pada Bima.
Ck, ini semua gara gara si Dafin gila itu aku jadi di diaminkan.Batin Bima melihat pada istrinya yang sengaja tidak ingin melihat ke arahnya.
" Aku ingin keluar, apa kau tidak ingin ikut" Tanya Bima yang sudah siap dengan setelan jas nya karena dia mau ke kantor. Tapi dia ingin ke rumah sakit dulu sebelum ke Kantornya.
Ayuna hanya diam tidak menjawab suaminya. Dia duduk di sofa memain kan Ponsel nya selepas sarapan tadi.
Sial... Awas Kau Dafin. Tambah Bima tidak henti hentinya menyumpah serapah Dafin dalam hatinya.
" Ehem... Apa kau tidak memiliki mata kuliah hari ini.. aku bisa mengantar mu sekalian" Tanya Bima lagi pada Ayuna mencoba mengajaknya berbicara
__ADS_1
" Yang ada jika aku ke kampus orang orang mengira aku aneh Dengan jalan yang seperti orang lagi bisulan " Gumam Ayuna kesal pada suaminya.
Bima menahan tawanya mendengar ocehan istrinya yang bergumam. Dia melangkah mendekati istrinya dan langsung memeluk nya.
" Maaf kan aku" Kata Bima meminta maaf mengecup lembut dahi Ayuna.
Ayuna masih tetap diam.
" Aku janji aku tidak akan seperti semalam lagi deh... Nanti jika aku mau, tinggal bayar wanita malam saj--
"Aarkhhh sakit..." Teriak Bima karena Ayuna mencubit pinggang nya dengan keras
" Enak aja udah membobol ku kemudian pengen tidur dengan wanita malam... Coba saja jika Mas ingin aku aduin sama Papa" Ketus Ayuna. Dia tau jika Suaminya itu takut sama Papanya.
Bima mengembangkan senyuman nya dan mencium pipi Ayuna berkali kali
__ADS_1
" Apaan sih..." kata Ayuna menolak Bima tapi Bima semangkin menciumnya.
Aishhhh... Mengesal kan. Batin Ayuna. Bima memang sengaja membuat istri nya bertambah kesal karena dia suka melihat wajah imut istrinya.