
Bima mengemudi mobilnya ke rumah sakit sebelum berangkat ke kantor.
Tiba di rumah sakit Bima memarkir mobilnya dan melangkah masuk ke dalam. Tapi pas di luar di melihat Dafin yang juga sedang melihat nya.
Dafin melebarkan bola matanya saat melihat Bima. Dia buru buru melarikan diri." Dafin, berhenti Dafin!!" Teriak Bima pada Dafin yang sudah melarikan diri. Akhirnya Bima juga berlari dan mengejar Dafin.
" Aku minta maaf... Aku khilaf...." Teriak Dafin yang terus berlari mereka berdua berkejar kejaran di halaman rumah sakit.
" Berhenti kau sialan!! Kau berniat membunuh istri ku.. kau harus bertanggungjawab " Teriak Bima yang terus mengejar Dafin sekuat tenaga.
Semua orang melongo melihat mereka berdua yang bekejar kejaran di rumah sakit dengan satu memakai baju formal, satu lagi memakai baju dinas.
"Kenapa aku yang harus tanggung jawab!! Kau yang meniduri istri mu.... terus bagaimana dia bisa hamil anak ku" Jawab Dafin ngacoh dan terus berlari menghindari Bima.
Gila... Batin orang orang yang mendengar ucapan mereka berdua.
" Ngacohhhh bicara apa kau dokter sialan!! Berhenti!!" Teriak Bima meraih baju Dafin.
__ADS_1
Brukkkk
Mereka berdua terjatuh bersama lagi dan lagi posisi mereka sangat tidak menguntungkan karena Dafin lagi lagi mencium pipi Bima. Kebetulan mereka terjatuh di hadapan gadis kecil yang berusia tujuh tahunan dengan ibunya yang menggandeng anak kecil tersebut.
" Ibu, apa laki-laki bisa pacaran sama laki-laki" tanya gadis kecil itu dengan polosnya.
" Tentu saja tidak sayang " jawab ibu anak kecil itu.
" Terus, kenapa om om itu ciuman Bu" tanya anak kecil itu lagi pada ibunya sambil menunjuk Bima dan Dafin yang melihat ke arahnya.
" Baik Bu"
Bima dan Dafin melebarkan bola matanya saat mendengar ibu anak itu mengatakan mereka homo.
Bima langsung menolak Dafin untuk menjauhi nya, begitu pun dengan Dafin." Gila Lo ya Fin, hampir saja aku membunuh istri ku semalam " Ketus Bima pada Dafin.
Dafin menyengir pada Bima." Sorry bro... Aku khilaf" Kata Dafin mengangkat kedua jari tengah dan jari telunjuk nya
__ADS_1
Bima berdecak melihat Dafin." Tapi istri cantik Lo tidak kenapa kenapa kan"Tanya Dafin dengan wajah penasarannya.
Bima tidak menjawab Dafin tapi dia menunjukkan wajah kesalnya." Aku punya solusinya" Tambah Dafin mengeluarkan sesuatu dari saku Bajunya.
"Apa lagi tu, jangan sering melakukan kerja gila Fin.." Ujar Bima menatap curiga pada Dafin.
"Lo tenang.. ini obat Oles, Oles kan Saja ke **** * nya pasti ampuh menghilangkan rasa sakit pada **** * bini Lo" kata Dafin tanpa Dosa dan tersenyum manis.
Bima menatap horor obat oles di tangan Dafin. "Jangan becanda Lo" Kata Bima Masih ketus.
"Hahahaha... Lo lagi traveling kemana mana ya.. ngak puas Lo semalam, sampai pukul berapa Lo gempur bini Lo hahahaha" Dafin tertawa terbahak-bahak membuat Bima mengepal kan kepalan tangan nya dia ingin sekali meninju wajah Dafin Yang sangat membuatnya kesal dengan keisengan nya.
Awas Lo ya, gue balas Lo. Batin Bima Menarik kasar obat oles dari tangan Dafin dan melangkah pergi meninggalkan sahabat somplak nya yang masih terus tertawa.
"Woyyy... Mau kemana Lo... Lo ngak ngasih gue tips atau hadiah gitu udah nolongin ngeluarin susu kental cap malam Lo " tariak Dafin yang membuat orang orang yang berada di sana menatap aneh padanya.
Sadar dengan tatapan orang orang Dafin menyengir dan melangkah masuk ke ruangannya.
__ADS_1