GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
Bab 69


__ADS_3

Di toko saat makan siang Aggam benar-benar datang menjemput Aara. Aara juga sudah pamit pada mbak Elina untuk keluar sebentar bersama dengan Aggam saat makan siang.


Di mobil Aara hanya duduk diam. Dia juga bingung Aggam mau membawanya kemana. Tidak berapa lama Aggam memarkir mobilnya di sebuah Restoran mewah.


"Ayo."Ajak Aggam menggandeng tangan gadis itu. Aara hanya diam mengikuti Aggam yang melangkah masuk ke dalam sebuah Restoran.


"Selamat siang tuan muda, tuan Brain sudah menunggu Anda di dalam. Mari saya hantar tuan ke ruangannya" Kata manager restoran dengan ramah menyambut kedatangan Aggam.


"Siang," Jawab Aggam hanya mengangguk dan mengikuti Manager itu untuk menghantar nya ke ruangan yang sudah ada brain yang menunggunya.


Tiba di dalam sudah Ada brain dengan adiknya Melissa yang tersenyum manis melihat Aggam sudah tiba.


''Hello dude, kau apa kabar?" tanya Brain memeluk Aggam.


"Aku baik, bagaimana denganmu dude? "tanya Aggam pada Brain sahabatnya.


"Seperti yang kau lihat, aku masih hidup" Jawab Brain membuat Aggam terseyum.

__ADS_1


"Hai kak Aggam," sapa Melissa tersenyum manis.


"Hai Melissa, tumben kau mau datang ke indonesia" Aggam tersenyum pada Melissa.


"Lagi Libur kak. Jadi aku ke sini saja" jawab Melissa di angguki Aggam. Bola Mata Melissa terus memandang Aggam dengan kagum.


"Siapa gadis yang kau bawa itu?" Brain menunjuk Aara yang dari tadi hanya diam di samping Aggam.


"Oh, kenalkan ini istriku, Aara" Aggam menyentuh lembut pundak Aara.


"Wow... Kapan kau menikah dude? kenapa kau tidak mengundang ku? So, Rossa bagaimana?" Tanya Brain sudah mendudukkan dirinya di ikuti Melissa Aggam dan juga Aara.


Aggam diam malas menjawab pertanyaan Brain padanya. Melihat Aggam hanya diam dan tidak berniat menjawabnya dia tau pasti ada masalah antara Aggam dan Rossa.


Brain mengalihkan pandangannya pada Aara yang hanya diam sedikit menunduk. "Ladies. Nama mu Aara?" Tanya Brain pada Aara.


Aara tersenyum pada Brain di balik cadar nya lalu mengangguk pelan menjawab Brain.

__ADS_1


"Sepertinya kau sudah bertukar selera Dude," sindir Brain pada Aggam. Aggam hanya tersenyum menanggapi Brain.


"Kenapa kau baru kembali? aku kira kau sudah tidak ingat lagi datang ke kota kelahiran mu," Tanya Aggam pada Brain sambil menyesap jus yang sudah di siapkan tadi oleh Brain.


"Tidak juga, mana mungkin aku lupa pada kota kelahiran ku, aku hanya sibuk selama ini di rumah sakit. Jadi aku baru ada sempat mengunjungi kota ini. Ngomong-ngomong, kenapa kau hanya menggunakan pakaian biasa, apa kau tidak bekerja?" tanya Brain saat melihat Aggam hanya menggunakan baju non formal.


"Uhum, aku di pecat dari perusahaan ayah ku" Jawab Aggam santai setelah berdehem.


"Are u really dude. Why? "tanya Brain dengan Wajah yang kaget.


Aggam hanya mengangkat bahu acuh "Tidak perlu di bahas, tidak penting" jawab Aggam entah sadar atau tidak dia menjatuhkan jari-jarinya pada jari-jari lentik milik Aara, kemudian menyimpan tangan Aara di pahanya dalam genggaman tangannya.


Aara melihat ke arah Aggam. Apa yang dia lakukan? Apa dia sadar?. Batin Aara.


Melissa yang melihat Aggam sangat mesra bersama dengan Aara merasa hatinya sangat sakit.


Apa dia sebegitu mencintai istrinya? batin melissa menarik nafas dalam.

__ADS_1


__ADS_2