GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
55


__ADS_3

Aara langsung menjauh kan tubuh dari Aggam. Aara sangat ketakutan dan trauma. bayang bayang semalam belum hilang lagi dari ingatan nya tapi Aggam menambahkan lagi ketakutan pada dirinya.


Aara meringkuk di sudut ruangan dan menangis. Setelah lelah menangis akhirnya Aara tertidur di sudut ruangan itu.


,,,,,,


Aggam perlahan membuka matanya kemudian melihat Arloji di tangannya.


Sudah pukul 9 pagi.Batin Aggam mendudukkan dirinya di ranjang tempat tidur Aara


Kenapa aku tidur di ranjang ini. Tambah Aggam membatin. Aggam Tiba tiba teringat dengan kejadian kemarin tentang pengkhianatan dan kebohongan Rossa selama ini.


Perlahan Aggam juga teringat semalam dia mencium paksa Aara yang ketakutan di kukungan nya.


"Astaga... apa yang aku lakukan" Aggam buru buru turun dari ranjang dan mencari Aara. tapi tetap saja Aggam tidak menemui Aara di dalam kontrakan itu.


Aggam mengambil ponsel ingin menghubungi Aara. tapi dia baru teringat jika dia tidak memiliki nombor ponsel Aara."sial"umpat Aggam karena dia tidak memiliki nombor ponsel Aara.


,,,,,

__ADS_1


Di toko tempat Aara bekerja.


"Assalamualaikum Aara" Salam ustadz Sulaiman pada Aara


"Waalaikumussalam" jawab Aara tersenyum di balik cadarnya


"Kau sibuk Aara.." tanya ustadz Sulaiman


"Tidak juga Ustadz"


"Kakak dari mana" tanya Elina yang juga berada di toko.


"Di kantor kak... kakak tidak bekerja"


"Kerja Elina... hanya mampir di sini sebentar melihat Aara... sudah lama aku tidak melihatnya" kata ustadz Sulaiman tersenyum hangat pada Aara


Aara tersenyum mendengar ucapan Ustadz Sulaiman. dia tidak tau jika ustadz Sulaiman benar benar menyukai nya.


Tiba-tiba sebuah tangan memeluk pinggang Aara dengan lembut yang membuat Aara kaget tidak terkecuali Ustadz Sulaiman dan juga Elina karena Aggam telah lancang memeluk Aara.

__ADS_1


"Tuan, apa yang anda lakukan" Kata ustadz Sulaiman menegur tindakan Aggam yang menurutnya tidak sopan


"Apa kah seorang suami tidak bisa memeluk istrinya sendiri " kata Aggam memberitahu Ustadz Sulaiman dari sorot mata dan perkataan nya jika Aara adalah miliknya


Lagi dan lagi Ustadz Sulaiman dan juga Elina sangat kaget mendengar pernyataan Aggam. apa lagi Aara tidak marah dan membiarkan Aggam yang memeluk pinggang nya.


"Apa benar Aara" tanya Ustadz Sulaiman dengan raut wajah kecewa dia tidak menyangka jika Aara sudah menikah tanpa sepengetahuan nya. apa lagi dengan Aggam yang dia tau seorang pengusaha yang sangat sukses di negara itu.


"I Iya.... Maaf, aku belum sempat memberitahu Ustadz Sulaiman dan juga embak Elina" Gugup Aara merasa tidak enak pada Ustadz Sulaiman dan Elina karena menyembunyikan pernikahan nya dengan mereka berdua


"Bagaimana bisa Aara... kapan kau menikah... kenapa embak tidak mengetahui nya" tanya Elina tidak percaya jika Aara sudah menikah.


Aara terdiam dan bingung ingin berkata apa. melihat Aara hanya diam ustadz Sulaiman akhirnya pamit dan pergi dari toko Elina dengan perasaan kecewa mengetahui jika Aara sudah menikah.


Elina juga pamit pada Aara karena suaminya datang menjemput nya


"Apa yang anda lakukan di sini" Tanya Aara menjauhkan dirinya dari Aggam. dia kesal pada tindakan Aggam yang menurut nya semena mena


"Aku membawakan mu makan siang... kau pergi bekerja apa kau sudah sembuh"Jawab Aggam tanpa rasa bersalah membiarkan kekesalan Aara padanya.

__ADS_1


Tuan Menyebalkan. batin Aara mengumpati Aggam dalam hati


__ADS_2