
" Kau sangat sadis Dude... Kau tau kan Saat ini Rossa sedang Hamil. Apa kau tidak ingin memberi keringanan padanya... Kau tidak kasihan padanya." Ujar Nardi menatap Aggam yang berada di meja Kerjanya.
"Aku tidak peduli... Sudah dua kali dia mencelakai istri ku. Dan parah nya kau sahabat ku juga tau tentang rencana Rossa. Tapi memilih diam membiar kan tindakan Rossa tanpa memberi tahu kan pada ku. Apa gunanya kau sering memanggil ku dengan sebutan 'dude' selama ini... Kau tidak seperti sahabat sama sekali Nardi. " Kata Aggam datar pada Nardi.
" Wait, soal tempoh hari tentang istrimu yang hampir di perkosa aku memang tau. Tapi jika tindakan Rossa baru baru ini aku sama sekali tidak mengetahuinya Dude, lagi pula Rossa sedang sakit. Mana aku tau jika dia masih memiliki waktu untuk datang ke toko tempat istri mu bekerja. Lagi pula soal istri mu tempoh hari, kan kau tidak menyukainya. Jadi aku membiar kan saja Rossa melakukan semaunya " Jelas Nardi Panjang lebar.
" Cuma soal itu, jadi bagaimana kau ingin menjelas kan tentang kau yang membuat aku seperti orang bodoh selama ini. Menutupi kebenaran yang sesungguhnya dari ku" Kata Aggam kembali menyibukkan jari jarinya dengan pekerjaannya yang menimpuk.
" Ayo lah Dude.. Aku minta maaf soal itu.'' Ucap Nardi.
" Terserah kau Nardi. Aku juga tidak peduli lagi yang bersangkutan tentang Rossa."
''Tapi dia sedang hamil Gam. Apa kau tega" Kata Nardi mencoba membujuk Aggam.
Aggam berdiri dari duduknya berjalan ke sofa dan mendudukkan tubuhnya di sofa hadapan Nardi. " Apa segitunya kau menyukai Wanita itu. Sampai sampai kau mau datang kemari untuk bersusah payah hanya untuk membujuk ku" Kata Aggam menatap Nardi.
"Aku hanya kasihan padanya...." Jujur Nardi yang memang hanya mengasihani Rossa.
" Terus jika kau kasihan padanya. Bagaimana dengan istri ku. Apa kau hanya memikir kan Rossa. Kau tidak memikir kan keselamatan Istri Ku. Sudah lah... Pulang saja, tidak ada gunanya kau membahas ini dengan ku. Aku tidak akan bertoleransi. Lagi pula mungkin lebih bagus jika dia di dalam sana. tubuhnya juga bisa istirahat dari lahapan para pria hidung belang seperti mu. Entah siapa lagi. Terserah lah.," kata Aggam Santai.
__ADS_1
" Juga Diri mu" Sahut Nardi menahan tawanya.
Aggam melempar Nardi dengan bantal Sofa. " Jangan Ngaco kamu"
" Fakta Dude, fakta yang tidak bisa kau hindari.. Hahahahah" Nardi menertawa kan Aggam yang kesal padanya.
" Gila.. Pulang sana. Mengganggu saja". Usir Aggam pada Nardi.
" baik lah.. Tapi aku harap kau mempertimbang kan ucapan ku tadi soal Rossa." Nardi berdiri dari duduk nya.
" Jangan jangan Anak yang di kandung Rossa anak mu kan. Karena kau begitu peduli padanya." Tanya Aggam menatap Curiga Pada Nardi.
Drrttt Drrttt Drrttt
Ponsel Aggam berdering.
My Wife
" Hello sayang... Assalamualaikum" Jawab Aggam yang pastinya dengan senyuman yang mengembang di wajahnya. Dia sudah pintar berkata salam saat menyambut panggilan telefon dari istrinya
__ADS_1
" Waalaikumsalam.. Kak. Apa kakak tidak pulang makan siang" Tanya Aara karena sekarang sudah melewati waktu makan siang.
" Tidak sayang... Ada benyak pekerjaan yang harus aku selesai kan. Nanti sudah siap aku langsung pulang ya.'' Lembut Aggam melangkah melihat keluar dari kaca gedung yang tembus pandang.
" Owhh.. Kirain kakak mau pulang" Kata Aara terdengar kecewa.
" Baik lah. Aku pulang sekarang. aku bawa saja semua pekerjaan ini ke rumah. nanti aku membuatnya di rumah saja Sayang" Kata Aggam yang mendengar suara kecewa istrinya.
" Tidak kak. Tidak usah... " Ucap Aara dengan cepat tidak mau suaminya pulang kerumah hanya karena dia yang menyuruhnya.
" Tidak apa apa sayang. Aku berkemas dulu. Sebentar lagi aku sampai di rumah. Apa kau memesan sesuatu sayang... Nanti aku mampir membelinya''
Aara mengembangkan senyumannya karena ini lah yang dia tunggu. Tadi dia mempertanyakan suaminya pulang makan siang atau tidak itu karena dia ingin menyuruh suaminya membeli sesuatu.
" Apa boleh kak" Antusias Aara.
" Tentu saja Sayang" lembut aggam tersenyum geli mendengar istrinya yang sangat antusias.
" Aku ingin sekali makan Mangga rujak kak. Tapi yang Asem ya, sedikit pedas" Kata Aara seperti Anak kecil.
__ADS_1
Aggam menyerjit" Rujak Mangga Asem. Bukannya Kau tidak suka makan yang asam dan pedas sayang.. Lagi pula tidak baik buat asam lambung mu sayang"