GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
Pelangi setelah hujan: mau menjauh dari mu iii


__ADS_3

Ayuna dan Bima sama sama diam, Ayuna merasa sangat asing dengan sikap Bima, karena Bima bukan laki-laki yang pendiam


,,,,,,,


"Sepertinya kau sangat bahagia sayang" Tanya Aggam pada istrinya yang sedari tadi terus tersenyum di balik cadar nya.


"Tentu saja kak, ini pertama kali aku bertemu mbak Elina setelah sekian lama tidak bertemu dengannya" Jawab Aara semangkin mengembangkan senyum nya.


"Benarkah, bukan karena ustadz itu kan" sindir Aggam, tentu saja yang dia maksud adalah ustadz Sulaiman.


"Apaan sih kak, orang dia juga sudah menikah beberapa hari yang lalu" jawab Aara.


" Sepertinya kau banyak tau tentang ustazd itu" Wajah Aggam mulai tidak enak di pandang, entah mengapa dia sangat tidak menyukai ustazd Sulaiman dari awal dia bertemu dan melihatnya di toko Elina tempoh hari, Aggam memang sudah tidak menyukai nya. Apa lagi dia perkirakan jika ustadz Sulaiman pasti lebih muda darinya.


"Dia kan sepupunya mbak Elina kak, tentu saja aku tau"


"Ngejawab aja terus" gumam Aggam, dia juga tidak berani membesar kan suaranya takut si bumil sensitif lagi.


"Sudah kak, aku sudah siap, ayo kita berangkat sekarang" Kata Aara mengajak Aggam turun.


Di bawah Bima dan Ayuna sudah tiba dan memarkir mobilnya di halaman Villa Aggam dan Aara.


Bima masih tetap diam menunggu Aggam dan Aara yang berada di dalam Villa tanpa mengeluarkan sepatah kata pun pada Ayuna, melihat Bima diam saja akhirnya Ayuna juga memilih untuk diam.


Tidak lama terlihat Aara dan Aggam keluar dari villa, Bima turun dari mobil menghampiri mereka.

__ADS_1


" Assalamualaikum kakak ipar" sapa Bima melambai kan tangan nya pada Aara sambil tersenyum.


"Waalaikumussalam, siapa di mobil mu kak Bima" Tanya Aara saat melihat Ayuna.


"Istriku" Jawab Bima pada Aara.


"Benar kah?" ujar Aara.


Bima mengangguk dan memanggil Ayuna untuk turun dari mobil.


"Assalamualaikum" Salam Ayuna mendekati Aara dan Aggam.


Aara tersenyum di balik cadarnya. " Waalaikumussalam " jawab Aara


Bima memperkenalkan Istrinya pada Aggam dan Aara. setelah itu mereka berangkat ke Rumah Elina.


,,,,,


Bukannya ini rumah mbak Elina. batin Ayuna yang juga mengenali Elina dan suaminya


Mereka turun dari mobil menghampiri rumah Elina


"Assalamualaikum " Salam Aara.


"Waalaikumussalam, eh Aara" Elina langsung menghampiri mereka dan memeluk Aara yang sudah sangat dia rindui.

__ADS_1


"Ayuna, kau juga berada disini" tambah Elina saat melihat Ayun, Elina juga mengenali Ayuna sahabatnya Zahra istri ustadz Sulaiman.


"Ya mbak... " Jawab Ayuna tersenyum pada Elina Elina juga tersenyum pada Ayuna dan mengajak mereka semua masuk ke dalam.


"Mari kita masuk ke dalam." ajak Elina pada tamu tamu nya.


Aara Aggam juga Bima dan Ayuna pun masuk ke dalam dan berbincang bincang ringan. setelah cukup lama mereka akhirnya pamit pulang.


,,,,,


Di jalan Bima masih sama tetap diam saja. Ayuna menarik nafas menghadapi sikap Bima yang tiba-tiba jadi pria bisu.


''Turun kan aku di depan."m de' kata Ayuna yang ikut terpancing dengan sikap Bima yang terus mendiami nya.


Bima tidak mendengar kan Ayuna dia tetap memilih tidak menggubris Zira.


''Baik lah, jika kau tidak mau turun kan aku, aku akan melompat" Ancam Ayuna ingin membuka mobil. Tapi Bima langsung menginjak rem.


''Kau Mau apa di sini.'' tanya Bima meraih Lengan Ayuna.


'' Mau menjauh dari mu...'' Kata Ayuna yang geram dengan sikap Suaminya.


Bima menarik nafas lalu tersenyum pada istrinya yang cemberut.


" Bagaimana jika kita makan aiskrim di taman sana'' tunjuk Bima pada sebuah taman yang ada anak anak bermain. dia mencoba untuk membujuk Ayuna yang ikutan ngambek.

__ADS_1


Siapa yang ngambek, siapa yang di pujuk. Batin Bima


__ADS_2