
Pelahan Aara tersenyum dan mulai mengangguk dengan pelan Mengiya kan perkataan Aggam. Aggam yang melihat Aara mengangguk Mengembangkan senyumannya lalu kembali memeluk Aara.
" Terima kasih karena mau memberiku kesempatan." Kata Aggam. Aara kembali mengangguk dan tersenyum manis pada Aggam.
Aggam mengusap sayang Kepala Aara. " Tidur lah... Kau terlihat sangat lelah" Kata Aggam
Aara membaringkan tubuhnya. Aggam menarik selimut menutupi tubuh Aara. Hanya beberapa saat saja Aara berbaring Aggam sudah mendengar deru nafas Aara yang teratur.
Dia sangat lelah ternyata. Batin Aggam tersenyum mengusap pipi Aara dengan lembut.
Aggam mengambil Ponsel nya melangkah keluar dari kamar. menghubungi Pak Has.
Drrttt Drrttt Drrttt
" Hello tuan Muda " jawab Pak Has sopan mengangkat panggilan dari tuannya yang sudah sangat lama baru menghubunginya lagi.
"Hello Pak Has, apa pak Has sudah melaksanakan apa yang di beri tahu Zaki Pada pak Has" Tanya Aggam
"Sudah tuan, Saya sudah mengumpulkan semua barang barang serta foto foto Nona Rossa dan mengirim kan nya ke Apartemen miliknya tuan"Jawab Pak Has.
__ADS_1
Aggam mengangguk. " Baik lah.. Pak Has kosong kan Villa Itu, aku ingin menjualnya" Perintah Aggam
"Baik tuan. Terus bagaimana dengan semua mobil Anda yang berada di Garasi tuan. Juga isi yang berada di dalam Villa ini." Tanya Pak Has
" Terserah pak Has mau apa kan isi Villa itu, jika Mobil Mobil di garasi nanti aku akan memerintahkan Zaki Untuk mengurusinya. " Jawab Aggam.
"Baik tuan"
" Ya sudah pak Has, aku tutup dulu" Kata Aggam menutup panggilannya.
Di Villa Pak Has melihat Ponselnya dengan wajah yang terbengong."apa Tuan muda Tidak Sehat ya, tumben dia izin ingin menutup Ponselnya, biasanya aku masih berbicara saja sudah di matikan.. Ada apa dengannya" Gumam Pak Has masih melihat Ponselnya.
Drrrttt Drrrttt Drrrttt
"Hello tuan muda" Jawab Zaki yang menerima Panggilan dari tuannya.
" Zaki, aku mau kau Jual Villa ku secepatnya. pindah kan semua mobil ku ke mension ayah buat sementara Waktu. Dan kau cari kan aku sebuah Villa yang berhampiran dengan pantai, aku ingin Villa yang memiliki pekarangan yang luas, secepatnya kau cari, jika kau sudah menemui seperti yang aku ingin kan, kau beri tahu kan padaku, aku ingin melihat villa itu, serta aku ingin Villa itu di desain semula sebelum aku pindah kesana''Tegas Aggam memerintahkan zaki.
Aggam tidak ingin membawa Aara tinggal di villa lamanya. mengingat jika dulu dia sering menghabiskan waktunya di Villa bersama dengan Rossa.
__ADS_1
" Baik tuan, akan segera saya laksanakan" Jawab sekretaris Zaki patuh dengan perintah tuannya.
"Juga aku ingin nanti villa baru itu atas nama istri ku." kata Aggam.
"Maksud tuan, Nona Aara " Tanya Zaki memastikan pendengaran nya.
" Apa kau sudah bosan bekerja dengan ku Zaki. Kau seperti nya sudah mulai nyanyok" Jawab Aggam terdengar Something.
Di sebrang panggilan Zaki memegang tengkuknya merasa merinding mendengar ucapan Aggam yang penuh ancaman.
" Ti Tidak tuan Maaf... akan segera saya laksanakan yang tuan perintah kan." ujar Zaki sedikit gugup.
Ternyata sikap mengerikan nya belum berubah... aku silap ternyata dia hanya manis jika dengan isterinya saja.batin Zaki
" Baik lah. aku tunggu berita dari mu secepatnya" Kata Aggam
" Siap tuan"
" Hm" Aggam menutup ponselnya kemudian kembali melangkah masuk ke dalam kamar.
__ADS_1