
"Embak... apa boleh tokonya aku tutup lebih awal lagi ya" Tanya Aara yang sedang duduk merangkai bunga bersama dengan Elina.
Karena mengingat jika semalam Aggam menyuruhnya memberitahu pada pemilik toko untuk tutup lebih awal sikit. Aggam sebenarnya khawatir pada Aara yang sering duduk sendirian di depan toko bunga itu. apa lagi jika hampir masuk Maghrib toko itu sudah sangat sunyi.
Aggam takut jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan pada Istrinya itu. tanpa Aggam sadari jika dia sangat menjaga istrinya itu dengan baik. entah karena permintaan Ayah nya, atau memang kemahuan dari dirinya sendiri.
Erlina tersenyum lalu mengangguk." tentu saja boleh Aara.." jawab Elina tanpa curiga sedikit pun.
"Terima kasih embak." Aara tersenyum senang pada Elina. Aara sangat bersyukur karena Elina sangat baik padanya beserta semua keluarga Elina. dan juga Elina tidak pernah berkata 'Tidak' jika dia meminta izin pada Elina.
,,,,,,,
Setelah Aggam menghantar Aara ke toko, Aggam menjalan kan kembali mobilnya ke rumah kontrakan. karena Aggam terlupa membawa ponselnya.
Tidak sengaja Aggam seperti menangkap bayangan Rossa yang sedang berjalan dengan seorang laki laki di luar Mall ingin masuk ke dalam
"Rossa... apa aku salah lihat... bukan kah itu Rossa... siapa pria yang bersamanya"Gumam Aggam. Aggam memarkir mobilnya di parkiran Mall lalu turun dari mobil melangkah masuk menyusul Rossa ke dalam Mall.
__ADS_1
Aggam mengedarkan pandangannya mencari Rossa di dalam Mall.
Rossa sedang berjalan dengan seorang pria dengan satu tangan pria itu memeluk mesra pinggang ramping Rossa sambil tertawa bersama Rossa
Saat mendengar suara Rossa Aggam mengalihkan pandangannya pada Rossa yang sangat mesra dengan pria itu. tapi dengan bersamaan seorang anak kecil menabrak kaki Aggam sambil menangis. akhirnya Aggam kehilangan jejak Rossa, dan tidak sempat melihat Rossa yang sudah menghilang bersama dengan pria itu .
"Hi pretty little girl. Mana ibumu" tanya Aggam berjongkok di hadapan gadis kecil itu.
Seorang wanita menghampiri Aggam dengan anak kecil itu."Maaf tuan. Ini anak saya... Dari tadi saya mencarinya. Terima kasih tuan" Kata wanita itu memeluk anaknya.
Aggam keluar dari Mall dan kembali melanjutkan perjalanan nya pulang ke rumah. Untuk mengambil ponselnya.
,,,,,,,
Aara sedang sibuk menyusun bunga di toko. Selesai menyusun Aara membalikkan tubuhnya dan.
"Arkh---
__ADS_1
Teriak Aara kaget dan langsung terhenti karena Aggam menutup mulutnya .
"Kenapa kau teriak teriak, bagaimana jika orang orang mendengar mu dan datang kemari mengira aku memperkosamu, dan memukul ku" Kesal Aggam pada Aara.
Yang benar saja aku di gebukin karena di kira memperkosa istri sendiri.Batin Aggam masih kesal pada Aara
Siapa suruh kau seperti cenayang yang tiba-tiba muncul. batin Aara.
"Ada perlu apa anda datang kemari.."Tanya Aara melewati Aggam.
"Apa aku tidak bisa datang kemari... kau takut jika laki laki itu tahu jika kau sudah menikah" Sindir Aggam dengan wajah datarnya.
Mangkin ke sini, dia semangkin aneh... untung saja embak Elina tadi pergi bersama suaminya.batin Aara
"Aku tidak mengatakan itu... hanya bertanya saja," lembut Aara karena malas menghadapi sikap Aggam yang dia juga sendiri tidak mengerti karena menurut Aara sangat 'Aneh'
"Aku kebetulan lewat, sekalian membawakan mu makan siang. tapi jika kau tidak mau, aku bawa lagi" Kata Aggam masih dengan datar dan mengalihkan pandangannya kesana kemari seperti menghindari tatapan mata Aara.
__ADS_1