
Aggam mondar mandir di hadapan pintu ruang UGD menunggu istrinya yang sedang di tangani oleh Dokter.
Aggam terus mengusap kasar Wajahnya. Dia benar benar takut kehilangan istrinya.
Aggam sudah menyuruh Aara untuk berhenti bekerja di di toko bunga milik Elina. Tapi Aara membujuknya dengan mengatakan dia bosan jika Hanya duduk diam di rumah. Mau tidak mau Aggam terpaksa mengalah dan membiarkan Aara tetap bekerja seperti biasanya.
"Aggam. Bagaimana dengan Aara" Tanya Andra yang baru tiba. Tadi Ray menghubunginya jika Aara masuk rumah sakit. Ray juga mengenali Andra.
Aggam melihat ke arah Andra dengan wajah sedihnya. " Semua ini salah ku. Coba saja aku bekeras menyuruhnya berhenti bekerja, mungkin ini tidak akan terjadi padanya" Kata Aggam mulai menjatuh kan Air matanya. Tapi dengan cepat kilat dia mengusapnya.
Andra memegang bahu Aggam untuk menenangkannya. Walau pun sebenarnya dia juga sangat khawatir dengan keadaan Adik sepupunya itu.
" Tenang lah. Aara gadis yang tangguh, dia pasti baik baik saja" Kata Andra menepuk nepuk bahu Aggam.
" Bagaiman aku bisa tenang. Wajah istri ku terluka parah Andra"Kata Aggam dengan suara yang bergetar. Sekuat apa pun dia mencoba menahan air matanya tetap saja dia tidak bisa. Ini juga pertama kali Andra mendengar Aggam menyebut namanya dengan jelas. Biasanya dia akan memanggil Andra dengan panggilan 'Kendala'
__ADS_1
Andra dapat melihat betapa terpukulnya Aggam saat ini. Biasanya dia hanya melihat wajah Aggam yang sering terlihat angkuh padanya dan dia senang mencari gara gara pada suami adik sepupunya itu. Tapi sekarang dia hanya melihat Wajah yang sangat sedih, terpukul dan tidak berdaya.
" Jangan seperti ini.. Aara membutuhkan mu untuk memberikannya semangat. Jika kau seperti ini, yang ada dia juga akan bersedih" Kata Andra mencoba menguatkan Aggam
" Aggam. " Panggil Sarah dengan Wajah khawatir berjalan menghampiri Anaknya bersama dengan suaminya Kusuma. Tadi Aggam memang menghubungi kedua orang tuanya dan memberi tahu tentang Aara yang masuk rumah sakit.
" Bagaimana dengan istri mu Aggam" Tanya Kusuma tidak kalah khawatirnya seperti istrinya.
" Aggam tidak tau Ayah, dia masih di tangani oleh Dokter" kata Aggam melihat pada Mamanya dengan wajah yang sangat terpukul.
Ray dan Andra menatap iba pada Aggam. Mereka juga sama seperti Aggam yang sangat sedih akibat musibah yang menimpa Aara.
Sarah mengusap usap punggung Anaknya yang bergetar. '' Jangan seperti ini nak, mana Anak Mama yang selalu kuat, mari kita berdoa semoga istri mu baik baik saja sayang" lembut Sarah memberi semangat pada anaknya juga menjatuhkan air matanya mengingat menantu polosnya.
Semoga kau baik baik saja Aara. Jangan membuat kami khawatir sayang. Batin Sarah berdoa dalam hati untuk menantu kesayanganya. Semenjak Dia mengatakan jika dia akan menghantar makan siang buat Aara. Ternyata selama dua minggu ini dia benar benar melakukannya.
__ADS_1
Sarah bahkan tidak lelah memasak untuk menantunya setiap kali mendekati makan siang. Dia juga tidak mengijinkan pelayan untuk membantunya. Aara gadis polos dan apa adanya. Sarah sangat menyukai Aara karena sikap polosnya tanpa ada sandiwara dalam dirinya.
Tidak lama Dokter keluar dari ruangan UGD Aggam melepas pelukan mamanya dan menghampiri Dokter itu bertanya dengan tidak sabaran.
" Bagaimana dengan Istri saya Dokter, apa dia baik baik saja" Tanya Aggam sambil mengusap sisa air matanya.
" Iya tuan. Nona sudah baik baik saja. Beruntung karena tuan membawanya dengan segera datang kemari. Karena terlambat sedikit saja akan mengancam nyawa nona. nona sudah lepas dari kritisnya. Hanya saja nona belum sadar kan diri akibat obat bius yang masih bekerja dalam diri Nona. tunggu sebentar lagi nona Akan sadar tuan"Jelas dokter yang menangani istrinya
" Terus bagaimana dengan wajah istri saya Dok" Tanya Aggam benar benar tidak sabaran.
Dokter itu terdiam sebentar." Maaf tuan. mungkin luka di wajah nona akan menunggu lama untuk sembuh. dan butuh operasi untuk menyembuhkan wajah nona. jika tidak wajah nona akan berparut tuan" jelas dokter dengan hati hati
Deg!
Aggam sangat terpukul dengan apa yang dengar. baru saja dia ingin membuat kejutan pada istrinya saat pulang kerja untuk membawa istrinya ke villa baru yang dia belikan untuk istri tercinta. tapi nahas, musibah sudah lebih dulu menghampiri nya.
__ADS_1