
Aggam dan Aara sudah siap untuk berangkat bekerja.saat ini Aara sedang mencuci piring bekas sarapannya bersama Aggam. Aara melirik pada Aggam yang sedang asik bermain ponselnya dan belum beranjak dari duduknya di meja makan.
"Ada apa... "tanya Aggam tanpa mengalihkan pandangannya pada Aara.
" I itu... apa anda yakin ingin bekerja di bengkel kak Andra..."
Soalnya bagaimana jika kalian hanya bertengkar di bengkel itu" lanjut Aara bergumam.
Aggam berdiri dari duduknya dan menghampiri Aara. Aggam menaruh tangannya di kiri dan kanan Aara, kemudian bertumpu pada kedua tangannya. mendekatkan Wajahnya ke Wajah Aara, Aara menarik Wajahnya ke belakang saat Aggam mendekat kan wajahnya
Dengan jantung yang berdebar-debar karena Aggam sangat dekat dengannya
Deg ! deg ! deg !
"Jika sepupu kendala mu itu cari gara gara, kau yang siap" bisik Aggam di telinga Aara mengancam nya
"A a Andra.. B bukan kendala" jawab Aara terbata bata
"Terserah aku mau menamainya apa"Kata Aggam menjauhkan dirinya dari Aara.
Aara memegang jantung nya karena tindakan Aggam barusan.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari luar pintu.
"Assalamualaikum dan selamat pagi tuan muda" ucap Zaki yang sudah berdiri di ambang pintu kontrakan Aggam
Aggam menatap tajam pada Zaki sekretaris nya." berani kau datang kemari setelah kau mengkhianati ku Zaki!!" marah Aggam melempar Zaki guna kunci mobil yang dia pegang. Aggam tahu jika Zaki yang melaporkan semua tindakannya pada ayahnya selama dia berada di luar.
Tak!
Zaki menangkap kunci Aggam dengan cepat."Ma, maafkan saya tuan"
"Ck. ada apa kau datang kemari" Tanya Aggam
"Tuan besar memerintahkan saya untuk datang kemari membawakan tuan kartu undangan dari salah satu rekan bisnis yang akan mengadakan ulang tahun perusahaan malam nanti, dan tuan besar juga memerintahkan tuan untuk membawa nona hadir di acara itu tuan" Jelas Zaki menyampaikan yang di perintahkan oleh ayah Aggam.
"Ini pakaian yang sudah di siap kan nyonya Sarah untuk tuan dan nona" gunakan nanti ke acara itu"kata Zaki memberikan kotak itu pada Aggam.
"Pukul delapan malam nanti saya akan datang menjemput tuan dan nona. "
"Hm,Baik lah.Zaki, Kau perintah kan pada pak Has untuk mengumpul kan semua barang barang beserta foto foto Rossa Yang berada di villa ku, kemudian kau kirim Semua ke Apartemen nya" Perintah Aggam dengan wajah serius
"Baik tuan. apa ada lagi?"
__ADS_1
"Itu saja. kau sudah bisa pergi" jawab Aggam.
" Baik tuan muda" Zaki membalikkan badan ingin melangkah pergi. tapi dia kembali membalikkan semula tubuhnya melihat tuannya.
" Ma maaf tuan, kapan anda kembali ke perusahaan" tanya Zaki
"Kenapa? kau sudah lelah mengikuti perintah pak tua itu, atau kau sudah lelah di perusahaan. aku tidak akan kembali ke perusahaan... aku sudah nyaman jadi pengangguran. " jawab Aggam lalu mengibas ngibaskan tangannya mengusir Zaki dari kontrakan nya.
Yang benar saja jadi pengangguran nyaman... sepertinya aku juga harus meminta libur untuk merasakan jadi pengangguran. melihat tuan muda, sepertinya nyaman. Batin Zaki yang melangkah ke mobilnya sambil berfikir
Aara yang berada di kamar mendengar pembicaraan Aggam dan juga Sekretaris nya.
Ada masalah apa dia Dengan kekasih nya. batin Aara melangkah keluar membawa tasnya bersiap untuk pergi bekerja.
"Anda pergi saja di bengkel, biar aku naik angkot saja ke toko" kata Aara pada Aggam yang sudah menunggu nya di mobil.
"Naik" kata Aggam tidak mendengar kan Aara.
"A---
"Naik Aara, atau kau ingin aku menggendong mu naik mobil, atau tidak kerja sama sekali" Ancam Aggam menatap lurus ke depan
__ADS_1
.