GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
108


__ADS_3

"Tapi aku pengen makan itu kak..."Aara terdengar sedih.


Aggam aneh dengan sikap istrinya saat ini. Menarik nafas lalu menghembuskan nya" Baik lah... nanti aku mampir beli ya sayang. ada lagi yang lain" Tanya Aggam lagi


"Itu saja kak. terima kasih " Antusias Aara kegirangan. Aggam menyerjit sangat asing dengan sikap istrinya karena baru saja dia bersedih tiba tiba dia berubah menjadi antusias kembali.


Ada apa dengannya.... Kenapa aku merasa sangat asing dia bersikap seperti itu... Tapi aku suka...Batin Aggam mengulum senyum.


" Ya sudah. aku tutup dulu ya sayang, ingin mengemasi berkas berkas yang ingin ku bawa pulang"


"Ok Kak. I love u.." Kata Aara langsung menutup ponselnya.


Aggam lagi lagi terbengong dengan sikap istrinya, karena Aara biasanya memang banyak diam. Tapi hari ini dia bersikap aneh sekali. Aggam masih melihat layar ponselnya yang sudah mati. " Apa dia benar-benar istriku. kenapa dia Sangat berbeda dari biasanya. apa dia tersalah makan. tapi tidak mungkin, tadi aku lihat sarapannya juga seperti biasa" Gumam Aggam menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Aggam masih terus memikirkan sikap istrinya sambil mengemasi beberapa barang yanga ingin dia bawa pulang.


,,,,,,,,,


Di Villa Aara menghubungi embak Elina.


Drrtttt Drrttt Drrttt


" Hello Assalamualaikum Aara" Jawab Elina di seberang panggilan dengan tersenyum senang dia sudah sangat lama tidak menemui Aara. Dia sangat merinduinya.

__ADS_1


" Waalaikumsalam Mbak. Mbak apa kabar.. Mana Dedek bayinya " Tanya Aara Tersenyum.


"Mbak baik Aara. Dedek Bayi baru saja Tidur.. Kapan kau mengunjungi si dedek bayinya Aara. Mbak juga sudah sangat merindui mu... Sudah sangat lama Mbak tidak melihat mu. Bagaimana dengan wajah mu Aara. Apa sudah membaik" Kata Elina juga kembali bertanya Pada Aara.


" Sudah sangat baik Mbak. ''


" Alhamdulillah.. Terus kapan kau berkunjung ke sini Aara"


" Nanti aku tanya kan dulu kak Aggam. kapan dia mau ke sana"


" Baik lah... Mbak tunggu ya"


" Iya Mbak"


Saat selesai menelfon. Tiba tiba sebuah tangan kokoh nya melingkar di Perut Aara" Astagafirullah... " Aara Kaget langsung membalikkan tubuhnya. Ternyata suaminya sudah tiba di Vila , Aara juga tidak sadar jika Aggam sudah berada di kamar. Terlalu asik berbincang dengan Elina sampai sampai dia lupa waktu tidak menyadari keberadaan suaminya.


"Kak, kakak bikin Kaget saja..."


"BUkan aku yang membuat mu kaget sayang.. Tapi kamu nya yang terlalu serius berbicara lewat sambungan telefon. Memang siapa yang kau hubungi. " Tanya Aggam pura pura tidak mengetahui jika Elina yang menghubunginya.


Aara tidak menjawab Suaminya. Dia hanya fokus pada Rujak Mangga yang berada di meja rias yang Aggam bawa Tadi.


Aara melepas pelukan suaminya yang melingkar di perutnya berjalan menghampiri rujak mangga tersebut, mengambilnya berjalan ke balkon dan duduk di sana kemudian membuka rujak Mangga dan langsung memakannya.

__ADS_1


" Emmmmmmmm ini enak banggeeeeetttttt... Beli di mana sih kak"


Aggam masih melongo melihat istrinya yang mengabaikannya." Aku di abaikan hanya karena rujak mangga.. Seharusnya aku tidak membelinya Tadi" Gumam Aggam berjalan menghampiri istrinya dan melihat istrinya yang sedang memakan rujak mangga dengan wajah yang sangat bahagia.


Aggam melihat ke arah rujak mangga yang istrinya makan.


Glek!


Menelan salivanya. Dia yang merasa ngeri Karena memperhatikan istrinya sama sekali tidak terlihat kemasanan.


"Apa rujaknya tidak masam. Kau terlihat biasa saja memakan itu sayang" tanya Aggam sedikit penasaran. Dia tidak menjawab pertanyaan istrinya yang tadi.


" Tidak kok kak. Coba Deh" Aara menyodor kan Mangga ke arah mulut suaminya.


" Tidak sayang. Kau saja" Tolak Aggam dengan halus.


" Coba Dulu.. Ini Manis kok" Bohong Aara Lebih mendekat kan lagi rujak mangga itu di hadapan mulut suaminya.


Mau tidak mau Aggam terpaksa menerima Mangga tersebut yang membuatnya langsung kembali mengeluarkan Rujak mangga itu. Ternyata sangat masam.


Hahahahahaha


Tawa Aara Pecah karena berhasil menjahili suaminya." Gimana kak. Enak Enggak" Kata Aara masih memegang perutnya merasa geli melihat ekspresi wajah aneh suaminya karena rujak mangga itu yang sangat masam.

__ADS_1


__ADS_2