GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
Bab ii


__ADS_3

Bima mengemudi mobil nya pulang ke Mension Papa nya, Tiba di Mension dia melihat Ayuna sedang masak bersama Bundanya di dapur, Bunda Bima sudah melarang Ayuna untuk membantu nya tapi Ayuna berkeras ingin membantu Bunda suaminya.


" Assalamualaikum" Salam Bima melangkah masuk ke dalam dapur menghampiri bundanya seperti biasa mencium dan menyalami bundanya. Ayuna juga menyalami suaminya karena walaupun dia masih sangat kesal pada suaminya tapi karena ada Bunda Bima jadi dia tetap berprilaku seperti biasa.


" Papa Mana Bunda" tanya Bima karena dia tidak melihat papanya tadi di ruang tengah tempat Papa nya biasa bersantai.


" Mungkin lagi di kamar sayang.." Jawab Bunda.


" Apa masih ada yang ingin di masak bunda" Tanya Bima lagi.


"Tidak ada.. Apa kau sudah lapar


.." l6embut Bunda


" Tidak bunda, Aku hanya ingin mengajak Ayuna ke kamar"


" Pergi lah.. Ini sudah siap kok.. Hanya tinggal tunggu masak saja"


" Kalau begitu aku bawa Ayuna ya bunda..." Bima mencium pipi bundanya sekilas dan menarik pelan tangan Ayuna naik ke kamarnya.


" Ada apa sih Mas Bima" Tanya Ayuna saat sudah tiba di kamar.

__ADS_1


Bima merogoh sakunya dan mengeluarkan obat oles " Ini untuk mu." Bima memberikan Obat oles pada istrinya


Ayuna menatap obat yang bergelantungan di tangan suaminya " Mau di apa kan itu Mas, Dan obat apa tu" Tanya Ayuna


" Ini obat oles untuk........." Gantungan Bima bingung ingin menjelaskan seperti apa.


Ayuna seperti nya tau apa yang ingin di Bicara suaminya " Udah deh Mas, Mendingan Mas Bima pergi mandi" Kata Ayuna menolak suaminya untuk masuk ke dalam Kamar Mandi.


" ini Gimana.. ?" Tanya Bima menunjuk obat oles di tangan nya


" Mas pake aja kalo mau" Jawab Ayuna menutup pintu kamar mandi.


" Hello Assalamualaikum Ra, Kau di mana Ra.. Aku dan Dion mencari keberadaan mu tapi tetap saja kami tidak menemui mu... Kau di mana sih" Tanya Ayuna penasaran pada Zahra.


" Aku di rumah Abah... Aku boleh enggak meminta bantuan Lo " Tanya Zahra.


" Boleh Dong... Apa sih.. " Tanya Ayuna.


" Aku ingin meminta mu untuk membantu ku membuka Cafe.. Boleh kan.. " ujar Zahra di seberang telepon.


" Boleh kok" Jawab Ayuna tersenyum.

__ADS_1


,,,,,


Hari berganti hari Minggu berganti minggu bulan berganti bulan tahun berganti tahun tanpa sadar 10 tahun berlalu dengan cepat.


Tampak tiga anak laki laki dan dua kembar yang sedang bermain badminton di halaman Villa yang sangat luas, Lebih tepatnya dua anak laki laki saja yang bermain, Yang satu nya hanya duduk diam dengan wajah tanpa ekspresi dan cenderung dingin.


" ILham, mari dong main bareng... Lagi asik ni.." Panggil temannya yang bernama Kenan.


ILham hanya tersenyum dengan wajah kakunya Tanpa berniat untuk mengikuti Alham (Sodara kembaranya) Dan juga Kenan teman dekatnya untuk ikut bermain badminton.


"ILham sayang... Daddy mana Nak.." panggil Aara dari dalam Villa melangkah keluar membawa jus Di tangannya untuk ke tiga Anak anak yang sedang bermain di halaman Villa.


" Daddy berada di belakang Mommy sedang menerima panggilan" Jawab ILham pada Mommynya.


Aara mengangguk lalu tersenyum pada anak tertuanya yang sangat dingin dan kaku padahal usianya baru 10 tahun fikir Aara.


" Apa Tu tante.. " tan6ya Kenan si tampan usil menghampiri Aara bersama dengan Alham anak bungsu Aara.


" Ya My, kayaknya enak Deh" timpal Alham.


" Ya enak Dong.... Mari sini di minum..." Panggil Aara memberikan pada Anak nya juga anak temannya jus yang dia buat tadi.

__ADS_1


__ADS_2