GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
92 i


__ADS_3

Sial! ku kira dia seorang ustadz aku bisa mengendalikan nya. Ternyata aku salah. Dia sulit di goyahkan. Bagaimana kira-kira aku bisa menaklukkan nya... Jika sampai aku sudah menikah dengan nya. Dan dia masih belum bisa ku kendalikan, Bisa bisa aku di kekang oleh nya. Bagaimana ini. Batin Zahra yang resah. Zahra juga melangkah masuk ke dalam menyusul Ustadz Sulaiman.


Di dalam mereka berbincang bincang ringan sambil tertawa.


" Kak. Aku pamit keluar dulu ya bersama anak anak" Ujar Aara Sedikit berbisik pada Aggam. Aggam mengangguk pada Aara.


Aara berdiri lalu melangkah keluar. Zahra menyusul pada Aara saat melihat Aara keluar. Kirana sudah masuk di salah satu kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya. Dia tidak bisa lagi lebih lama duduk karena kandungannya sudah terasa sangat berat.


"Hai." Sapa Aara pada Anak anak yang bermain di Halaman Panti.


" Hai.. Kak Aara"


" Kalian sedang bermain apa ni"


" Main petak umpet kak" Jawab salah satu dari anak anak yang bermain di sana.


" Kau suka anak anak" Tanya Zahra yang berdiri di punggung Aara.


Aara langsung kaget dan mengusap usap dadanya. Dia tidak tau jika Zahra mengikutinya." Iya. Aku suka anak anak Bagaimana dengan mu" Jawab Aara tersenyum manis di balik cadarnya.


"Tidak tau. Aku juga tidak mengerti, Apa aku suka anak kecil atau tidak" ujar Zahra mengangkat bahunya Acuh.


Aara hanya ber oh iya Dan mengangguk." Berapa usia mu" Tanya Zahra Lagi.

__ADS_1


"19 tahun. Jika mbak'' Tanya Aara pada Zahra juga.


" Dua puluh tahun. Aku tua setahun dari mu"Jawab Zahra santai." Apa pengusaha itu suami mu"


Aara mengangguk menjawab Zahra tersenyum." Mbak sudah lama mengenal Ustadz Sulaiman" Tanya Aara basa basi.


" Baru saja. " Singkat Zahra.


" Owh"


,,,


Tidak berapa lama Pengantar makanan datang membawa banyak makanan dan cemilan yang di pesan oleh Aggam. Tadi dia tidak sempat singgah di supermarket bersama dengan Aara. Jadi dia menghubungi Zaki untuk mengurus semua yang dia ingin kan. Zaki juga selalu siap siaga untuk melayani tuannya dan langsung mengurus semua sesuai yang tuannya ingin kan walau pun sebenarnya dia juga sangat sibuk di kantor ABADIJAYA Group.


Selesai makan siang Aggam pamit pulang bersama dengan istrinya. Begitu pun andra. Dia juga pamit. Tak terkecuali ustadz Sulaiman yang juga pamit bersama dengan Zahra.


,,,,,,,


Tanpa sadar sudah satu minggu berlalu.


Drrrttt Drrttt Drrrttt


Ponsel Aggam berdering

__ADS_1


Sekretaris Zaki.


" Hm. " Jawab Aggam.


" Tuan. Villa tuan sudah terjual, dan Saya juga sudah menemui Villa yang tuan inginkan. Kapan tuan akan mengunjungi Villa itu. " Tanya Zaki Pada Tuannya.


" Bagus.. " Aggam melihat Arlogi miliknya''Makan siang Nanti kita ke sana" Kata Aggam


" Baik tuan. Apa tuan ingin saya menjemput anda" Tanya Zaki.


" Iya, Kau jemput aku di tempat aku bekerja satu jam Lagi"


" Siap tuan"


"Satu lagi. Aku mau kau cari tau di mana perkebunan teh juga rumah milik keluarga istri ku, Yang pernah di jual Oleh paman Dimas. Setelah kau menemuinya. Kau minta pada pemilik yang pernah membeli kebun tersebut untuk menjualnya pada mu" Perintah Aggam Pada Zaki.


" Tapi tuan, Bagaimana jika pemiliknya tidak berniat untuk menjual rumah dan kebun itu lagi tuan"Ujar Zaki.


" Kau tawar kan dengan Harga yang berlipat ganda Pastikan kau bisa dapat membeli kebun dan Rumah itu. Aku tidak mau mendengar kata Gagal Zaki'' Tegas Aggam.


" Ba Baik Tuan. Akan saya usahakan"


" Hm"

__ADS_1


__ADS_2