GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
Pelangi setelah Hujan: permintaan terakhir ibu


__ADS_3

" Hei. Kau mau kemana ladies. Aku akan mengantar mu jika kau mau " Tawar Bima yang sudah berdiri di punggung Ayuna.


Ayuna yang mendengar suara seseorang dari punggungnya. membalikkan kan tubuhnya melihat Bima yang tersenyum padanya.


"Apa anda serius " Tanya Ayuna memastikan ucapan Bima padanya. karena Saat ini dia sangat membutuhkan bantuan Dari siapa pun untuk menghantar nya ke rumah sakit dengan segera.


" Hm. Ayo" Bima Langsung melangkah ke mobilnya yang tidak jauh dari mereka.


Ayuna yang tidak punya pilihan terpaksa mengikuti Bima. Bima Mengeluar kan Mobilnya. melihat mobil Mewah Bima Ayuna sedikit ragu untuk naik ke mobil Bima. dari Awal dia bertemu dengan Bima dia sudah menduga jika Bima dari golongan ke atas. tapi dia tidak menyangka jika pria di hadapannya itu lebih dari yang dia bayangkan. dia tau mobil yang di gunakan oleh Bima itu adalah mobil langkah di dunia yang hanya bisa di miliki oleh orang orang terkaya.


" Ayo. kenapa kau diam saja di situ. mari aku menghantar mu ke rumah sakit " Kata Bima membuka pintu Mobilnya Dari dalam.


Ayuna Akhirnya naik ke mobil Bima dan mereka Mulai melaju ke Rumah sakit. Hanya beberapa minit saja mereka sudah tiba di rumah sakit. Ayuna langsung berlari ke ruang Rawat Darurat Saat tiba di rumah sakit.


Tiba di sana Ibunya sedang terbaring lemah tak berdaya baru saja di periksa oleh Dokter. Bima juga masih setia mengikuti Ayuna.

__ADS_1


''Ibu. " Kata Ayuna memeluk tubuh lemah ibunya yang berada di atas brankar terbaring lemah.


" A a yuna S s ayang. k kau S sudah T tiba" Kata Ibu Ayuna dengan terbata bata.


" Iya bu... ibu sebenarnya kenapa...'' Kata Ayuna dengan air mata yang sudah mengalir dengan deras.


Ayuna mengangkat pandangannya melihat pada Dokter yang masih berada di ruangan itu" Dok Ibu sakit apa sebenarnya Dokter" tanya Ayuna yang tidak hentinya terus menangis.


" Ibu adek menderita kanker hati sudah stadium empat. " Jelas seorang dokter wanita yang menangani ibu Ayuna. dia juga kasihan melihat keadaan gadis di hadapannya


Deg!


Tangis Ayuna pecah. dia benar benar terpuruk saat ini. " Kenapa ibu menyembunyikan ini dari Ayuna bu... Kenapa" Tanya Ayuna dengan tangis yang terdengar sangat memilukan.


Bima dan dokter yang berada di sana ikut sedih melihat keadaan ibu dan anak itu yang terlihat memprihatin kan.

__ADS_1


" A ayuna sayang... Ibu S sudah S sering M merepot kan m mu Sayang... Ibu tidak ingin lagi menambah beban mu... umur Ibu tidak lama Lagi nak... Ibu sudah tidak kuat Yuna Sayang...'' Kata Ibu Ayuna dengan menarik nafas berat. Dia benar benar sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi.


Melihat ibunya seperti sudah tidak bisa bertahan lagi Ayuna semangkin ketakutan dengan tangis yang pecah.


" Jangan bicara seperti itu bu... Ibu akan sembuh, dan kembali seperti dulu lagi.. Ibu... Ayuna mohon bertahan lah bu... Ayuna tidak memiliki siapa pun di dunia ini lagi selain dari ibu... Yuna Mohon Bu... Jangan Tinggal kan Yuna Bu..."Kata Yuna dengan dada yang sesak.


Selama ini dia bekerja tanpa lelah. bahkan juga tidak jarang mendapat teguran dari pada dosen karena sering telat. dia tetap terus bertahan demi ibu tercinta. melihat ibunya yang seperti saat ini. Ayuna benar benar putus asa.


Ibu Ayuna dengan sisa tenaganya mengangkat tangannya menyentuh wajah cantik sang putri tercinta. kemudian melihat ke arah Bima yang dari tadi berdiri tidak jauh dari mereka.


Ibu Ayuna seolah memberi isyarat memanggil Bima mendekati nya. Bima yang mengerti langsung mendekati ibu Ayuna.


"A Anak Muda... umur Tante sudah t tidak l lama lagi... Ku mo mohon, me menikah la h dengan putri ku Se karang. agar a aku bisa pergi dengan tenang" Kata Ibu Ayuna memohon pada Bima. Dengan terbata bata. Nafas ibu Ayuna sudah tersengal sengal.


" Ibu jangan becanda bu... Ibu tidak tau sedang bicara dengan siapa bu... Jangan kan untuk menjadi istri dalam rumahnya. Menjadi parasit di sisinya saja Ayuna tidak layak bu. Jangan becanda bu... Jangan bicara sembarangan bu... Yuna Hanya ingin Ibu... Hanya ibu..." tangis Ayuna.

__ADS_1


" Baik, saya akan menikahi Putri ibu sekarang juga. Saya akan menghubungi Asisten saya untuk memanggil Imam datang kemari. " Kata Bima Dengan wajah Serius tidak seperti yang biasa sering bertingkah usil.


Bima menghadap ke Ayuna" Bersiap lah. Sebentar lagi kita menikah." Kata Bima kemudian beredar untuk menghubungi Asistennya menyuruh menyiapkan pernikahannya yang sebentar lagi.


__ADS_2