GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
41


__ADS_3

Di sini lah Aggam berdiri di hadapan kamar mandi yang di gabungkan langsung dengan WC-nya sambil terbengong. tidak ada bathtub, dan juga tidak ada shower.. yang ada hanya lah sebuah ember kecil dan juga gayung. mereka sudah mendapat kontrakan yang isi rumah itu sudah lengkap dengan beberapa isi barang di dalam rumah itu seperti peralatan dapur sofa kecil di ruang tengah serta kamar yang juga sudah lengkap dengan isinya. kontrakan itu juga sangat bersih dan di rawat dengan baik.


Tapi kontrakan itu cukup munggil. dan dekat dari pasar ekonomi.


"Ssshhhhh" ringis Aggam menggeleng geleng melihat isi kontrakan itu.


Aggam mengalihkan pandangannya pada Aara yang sedang duduk di dapur meja makan, karena dapur itu juga ada meja makannya.


"Kau yakin ingin tinggal di sini?" tanya Aggam dengan wajah Aneh nya.


Aara mengangguk" Iya, kontrakan ini juga sudah lengkap. dan juga dekat dengan pasar. kenapa? " Aara kembali bertanya pada Aggam yang bertanya.


"Tidak." jawab Aggam singkat. Aara mengangguk lalu masuk ke dalam kamar. di sana ada sebuah ranjang Queen size


Saiz yang sangat kecil menurut Aggam. karena ranjang Aggam di villa nya kan King size


Kamar itu juga sudah di lengkapi dengan kipas angin.

__ADS_1


Yang benar saja.... Aku harus tinggal di sini... selama enam bulan. aku seperti ingin menghilang saja buat sementara waktu sehingga waktu enam bulan itu habis. Batin Aggam melihat kasur itu. Aggam juga mengikuti punggung Aara.


,,,,,,,,


Saat ini Aggam sedang di dapur ingin membuat kopi. Aggam memasak air panas kemudian langsung ingin memegang nya tanpa guna lapisan.


" Arkkgg panas..!!" Aggam mengibas ngibas kan tangannya.


Aara yang mendengar Aggam teriak dari dapur menghampiri nya. melihat tangan Aggam yang memerah Aara mengambil cuka lalu menaruh di tangan Aggam yang terkena periuk panas.


"Kau sedang mengumpatiku? "tanya Aggam menatap tajam pada Aara.


"Aku tidak berkata apa pun."bohong Aara lalu memegang tangan Aggam.


"Kau mau apa." tanya Aggam heran tapi tetap membiarkan Aara memegang tangannya.


Aara mengambil kain lap lalu menaruh di tangan Aggam dan menuntun tangan Aggam memegang Periuk panas itu.

__ADS_1


" Seperti ini cara kerjanya." kata Aara masih sibuk melanjut kan membancuh kopi Aggam.


Aara tidak sadar jika saat ini Aggam sedang menatap nya dengan jantung yang berdebar debar. apa lagi Aggam yang berdiri sangat dekat di sampingnya.


Aara mengangkat pandangan melihat Aggam yang sedang menatapnya.


" Ada apa?" Tanya Aara Polos. Aara memang gadis yang tidak peka dan sangat polos, sama seperti Ustadz Sulaiman yang sudah lama menyukainya tapi dia sama sekali tidak sadar akan perasaan Ustadz Sulaiman padanya.


"Ehem! tidak ada" Dehem Aggam untuk menutupi kecanggungan yang tiba-tiba hinggap dalam dirinya.


"Oh. ini kopi Anda." Aara memberikan kopi pada Aggam lalu mengambil Megi ingin memasak untuk dirinya.


"Anda juga ingin?" tanya Aara pada Aggam tanpa melihat ke arah suaminya.


Aggam menghampiri Aara dan berdiri di belakang nya kemudian menghentikan tangan Aara yang sedang memegang Megi itu. membaca bungkusan megi di tangan Aara yang dia pegang.


"Mi instan.. apa rasanya,, aku tidak pernah memakan ini" Kata Aggam masih memegang tangan Aara membolak balik tangan Aara bersama Megi sedap yang Aara pegang.

__ADS_1


__ADS_2