
Aaaa Bima.... Akan dapat keberuntungan yang banyak ni. Berbohong untuk kebaikan, tidak apa kan. hihihi batin Bima tertawa dalam hati melihat gadis polos di hadapannya.
" Jadi. yang semalam itu. kekasih tuan" Tanya Ayuna masih dengan Polos nya.
Yang benar saja. batin Bima sebelum menjawab Ayuna dia tersenyum kecut " I Iya... Benar " Wekkkkk aku seperti ingin muntah mengatakan itu. sambungan Bima dalam hati.
"Wah ..ku kira hanya di Thailand yang beneran ada yang seperti itu. " Kata Ayuna dan langsung membungkam mulutnya sendiri menggunakan kedua tangan nya. dia takut jika Bima tersinggung. tidak tau saja dia jika Bima juga sedang berbohong.
"Tentu saja ada. Ya sudah. jangan memanggilku tuan. nanti Bunda tidak percaya jika kita sudah menikah. mungkin kau bisa memanggilku yang terdengar manis. " Lagi lagi Bima hanya berbohong.
"Manis? seperti apa panggilan itu." tanya Ayuna yang tidak mengerti.
" Panggil Mas saja. biar lebih mudah" kata Bima memutuskan.
" Baik lah" kata Ayuna.
Bima menempelkan tangannya di dahi Ayuna. kau sudah lebih baik seperti nya." kata Bima.
"Terus. bagaimana aku bisa ada di sini" tanya Ayuna lagi karena tadi Bima tidak menjawab nya
__ADS_1
"Kau berjalan kemari mungkin, dalam ke adaan tertidur " canda Bima menahan tawanya.
"Jangan becanda.mana mungkin bisa berjalan kemari. aku sendiri tidak tau tempat ini" Kata Ayuna Bingung.
"Ya juga" jawab Bima berdiri masih menahan tawanya. "Ayo, pergi bersihkan tubuh mu" Bima memegang tangan Ayuna dan membawanya ke hadapan kamar mandi.
Ayuna dengan polosnya tidak merasakan apa pun saat Bima dari tadi terus menyentuhnya. karena Ayuna berfikir jika Bima benar benar menyukai pria.
"Masuk lah ke dalam dan mandi" tambah Bima dengan isengnya menyempatkan diri menarik hidung munggil Ayuna .
" Tapi aku tidak punya baju ganti" jawab Ayuna.
Hehehe Dapat jekpot banyak. batin Bima tertawa karena tangan nya yang nakal menyentuh kesana kemari tubuh sang istri yang polos.
Ayuna sama seperti Aara gadis yang sangat polos. Aara juga dulu hanya menghabiskan waktunya belajar bekerja dan membersihkan rumah pamannya. Tidak beda jauh dari Ayuna yang hanya menghabiskan waktu nya dengan belajar dan juga mencari uang untuk menghidupi dirinya dan ibunya yang telah berpulang.
Jangan kan pacaran. bahkan dekat dengan laki laki saja Ayuna tidak pernah.
,,,,,,,,,,,
__ADS_1
Di Villa Aggam sedang masak sarapan untuk istrinya. memang semenjak Aara hamil. Aggam sudah pintar masak, karena Aara tidak ingin makan masakan lain selain dari masakan nya atau Mamanya.
"Kak. capek " tanya Aara memeluk pinggang suaminya dari arah samping.
"Tidak kenapa harus capek" Jawab Aggam mencium dahi Aara sekilas.
"Beneran ni ngak capek" ulang Aara.
Aggam yang gemes dengan Perta istri. mengangkat tangan nya dan menangkup wajah sang istri." Kata kan. mau apa..." tanya Aggam yang tau pasti istrinya menginginkan sesuatu
"Kita berkunjung ke rumah Mbak Elina kak. aku sangat merinduinya... kakak mengurung ku di dalam villa ini.. aku juga capek terus di rumah kak" Rengek Aara memelas pada suaminya.
Semenjak dia hamil. dia tidak pernah bertemu lagi dengan Elina.
Aggam tersenyum kemudian mengangguk " baik lah... tapi nanti akhir pekan ya sayang, apa boleh." Kata Aggam mengangkat masakan nya.
" Benar kan? tidak bohong kan ?" tanya Aara memastikan.
"Iya sayang tidak bohong. ayo, nasi goreng seafood nya sudah jadi " kata Aggam menarik lembut tangan istrinya dengan satu tangan yang memegang piring yang berisi nasi goreng Aara.
__ADS_1
"Makasih Sayang" Kata Aara tersenyum manis.