
"Apa kakak tidak mau tidur, Sampai kapan kakak akan duduk dan membuat pekerjaan kakak yang tidak ada habisnya itu" Ucap Aara sedikit ketus pada suaminya karena masih saja sibuk dengan pekerjaan nya padahal sudah malam.
Aggam tersenyum menutup laptop nya saat mendengar Aara berbicara Ketus padanya, ia menangkup wajah sang istri.
"Kenapa Ketus ketus sayang, apa kau tidak takut dosa." Canda Aggam menahan tawanya melihat wajah cemberut Aara.
"Habisnya kakak sih, udah aku di kurung saja di villa, pulang dari kerja bukannya nemanin aku, tapi malah sibuk dengan pekerjaan di bawa pulang ke rumah lagi" Kata Aara meluahkan perasaan nya. Karena Aggam terlalu sibuk dan kurang memiliki waktu akhir akhir ini untuk bersamanya. Dia juga melarang Aara keluar dari villa jika tidak bersama dengan nya.
Sebenarnya, Aara sangat tertekan dengan sikap suaminya yang posesif dan juga terlalu mengurung nya, tapi ia berusaha untuk selalu terlihat baik-baik saja di hadapan suami. Entah mengapa malam ini ia sudah tidak sanggup lagi dengan sikap suaminya sama sekali tidak ada peka-pekanya.
Bangun dari pangkuan Suami nya dan langsung berbaring di bantal kemudian memaksa untuk tidur. Dia benar benar sangat kesal dengan Aggam yang tidak peka sama sekali
'' Sayang, apa kau marah...'' Tanya Aggam lembut merinsut mendekati Aara, ingin memeluknya tapi langsung di tepis oleh Aara. Moodnya sudah benar benar berantakan.
__ADS_1
"Pergi saja buat pekerjaan mu, tidak usah pedulikan aku, aku ngantuk" Ujar Aara sedikit menggeser tubuhnya menjauhi Aggam.
Memijat pelipis, karena Aara ternyata benar benar marah padanya. "Sayang....." Aggam ingin meraih bahu Aara tapi Aara sedikit menjauh kan bahunya.
"Aku tidak ingin di ganggu" Kata Aara mulai menjatuhkan Kristal bening bening dari kedua bola matanya, menahan suaranya agar tidak keluar.
Menarik nafas berat menyusul merendahkan tubuh nya. Apa aku terlalu sibuk akhir-akhir ini ya. Batin Aggam
"Sayang...." Aggam mencoba membujuk istri tapi tetap saja Aara menulikan telinganya.
Keesokan Hari nya Aara masih terus mendiami suaminya. Aggam sangat frustasi karena Aara mendiami nya terus menerus
"Sayang, besok kan akhir pekan, bukan nya kau berkata ingin mengunjungi rumah mantan majikan mu itu" Aggam mencoba membuka suara pada Aara yang sering menghindari nya.
__ADS_1
Aara masih tetap diam seolah tidak mendengar ucapan suaminya.
Melihat Aara tidak menanggapi nya Aggam kembali buka suara "Bagaimana jika kita pergi bersama dengan Bima dan istrinya untuk mengunjungi rumah mantan majikan mu itu," kata Aggam mencoba memancing Aara.
Tapi ternyata Aara tetap diam. Aduhhh pusing aku menghadapi mood ibu hamil satu ini jika sudah seperti ini. Batin Aggam berdiri dan mengambil jam tangannya kemudian memakainya.
"Ya sudah, aku pergi dulu, jika malam nanti aku belum kembali itu berarti aku ada di masjid sedang mengadakan akad nikah yang kedua kalinya" Karena Aara terus diam akhirnya Aggam sengaja memancing emosi Aara. Benar saja Aara langsung melihat pada suaminya dengan wajah yang menyeramkan
"Coba Saja jika kau berani... " Ketus Aara pada suaminya.
Aggam melangkah mendekati istrinya dan tersenyum "Kenapa kau terlalu sensitif sih sayang, dari tadi kau terus mendiami ku, jadi aku memancing mu dengan cara itu," Ucap Aggam.
"Ayolah sayang, Bagaimana jika kau ikut aku saja ke kantor" Kata Aggam saat Aara kembali diam.
__ADS_1
Aara mengangkat pandangan nya dan tersenyum kemudian mengangguk.