GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
Pelangi setelah hujan: Awas kau Dafin ii


__ADS_3

Bima mengangkat bahu acuh dan langsung meminum minuman itu hingga tuntas, Kemudian menyusul Dafin keluar dari dapur, Bima tidak tau jika Dafin sedang tersenyum penuh kemenangan yang terukir di wajahnya.


Mampus Lo. batin Dafin


Dafin duduk di ruang keluarga sambil berbincang-bincang kosong dengan Papa Bima, Bima hanya diam mendengar kan pembicaraan Dafin dan Papa nya.


Bunda Sudah berapa dikamar, begitu pun dengan Ayuna yang baru saja naik ke kamar setelah dari ruang keluarga sewaktu selesai makan malam tadi.


Tiba-tiba Bima mulai merasa panas pada Tubuhnya, Bima mengira jika dia sedang kepanasan, Kenapa aku merasa panas Tiba Tiba ya. Batin Bima yang mulai gelisah karena panas, dia tidak curiga sedikit pun pada minuman yang dia minum barusan di dapur.


Dafin tersenyum jahat saat sadar obatnya mulai bekerja di tubuh Bima yang terlihat tidak tenang di tempat duduk nya, Bima berdiri dari duduknya berniat ingin naik ke kamar untuk menggunakan AC di kamarnya.


" Fin, Lo pulang aja kalo mau pulang, aku mau naik ke atas istirahat" kata Bima pada Dafin.

__ADS_1


" Sippp tenang saja... Aku bisa pulang sendiri nanti" Dafin membuat tanda nol di jari telunjuk dan ibu jarinya kemudian mecium jarinya sambil mengedipkan satu matanya pada Bima. Dafin sangat bahagia karena sebentar lagi rencana nya akan berhasil.


Bima hanya mengangguk dan langsung naik ke atas.


Kena kau, Hahahahha. Batin Dafin tertawa dalam hati, Setelah itu dia juga pamit pada Andika saat jus nya sudah habis dia minum.


,,,,,


Bima melangkah laju naik ke atas di kamar nya dengan nafas yang sudah mulai tidak beraturan dan jantung yang berdebar debar.


Saat tiba di kamar Bima duduk di pinggir ranjang dan menguatkan suhu AC sehingga maksimal.


Ayuna yang sedang berbaring di ranjang sambil bermain ponsel, mengangkat kepala nya melihat Bima yang gelisah dan menambah suhu AC.

__ADS_1


" Ada apa Mas Bima... Mas terlihat tidak baik baik saja" Tanya Ayuna mendudukkan dirinya merinsut mendekati suaminya dan menyentuh dahi Bima berniat mengecek suhu tubuh suaminya.


Saat Ayuna menyentuh nya. Bima merasa tubuh nya seperti tersengat listrik yang sangat kuat dan Merasa jika kejantangan nya sudah berdiri tegak. Bima akhirnya tersadar jika tadi Dafin pasti menaruh sesuatu ke dalam minuman nya.


Awas kau Dafin... Tunggu aku di rumah sakit. Aku akan mendatangi mu besok dan menghajar mu. Batin Bima mengepalkan kedua tangannya mengingat keisengan Dafin padanya.


" Mas Bima?" Tanya Ayuna menyentuh lengan suaminya karena dia sedikit khawatir melihat wajah suaminya yang putih bersih tiba tiba berubah menjadi warna merah.


Hasrat Bima semangkin memuncak saat Ayuna kembali menyentuh nya.


Bima mengangkat tangannya dan langsung memegang tengkuk Ayuna kemudian Menarik wajah Ayuna dan mencium bibirnya.


Ayuna mematung mendapat serangan Tiba Tiba dari Bima. Bima yang sudah terasa ingin meledak karena hasrat langsung merobek baju Ayuna dan membuka pengait dalamnya dengan secepat kilat.

__ADS_1


Ayuna membolakan kedua bola matanya menarik selimut untuk menutupi tubuh atasnya yang sudah polos. Ayuna tersadar jika Bima seperti dalam pengaruh obat, Karena selama menikah satu bulan lebih Bima tidak pernah memaksanya apa lagi sampai mengasarinya seperti saat ini.


" Mas Bima, kau menyakitiku ku" Lirih Ayuna karena Bima menyentuh dadanya dengan sedikit kasar yang membuatnya kesakitan.


__ADS_2