GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
Pelangi Setelah Hujan: Aku bisa ketahuan


__ADS_3

Setelah memakai pakaian yang di berikan suaminya. Ayuna juga masih menunggu Bima di kamar. tapi Bima tidak kunjung datang setelah menunggu nya beberapa lama.


Ayuna perlahan membuka pintu dan keluar dari kamar suaminya. Tiba di luar Ayuna mengedar kan pandangan nya. "Besar sekali rumah ini... di mana dia" gumam Ayuna. Ayuna mulai melangkah mencari Bima dia mencari jalan turun ke bawah, tapi dia malah tersesat di mension mewah papa Bima.


"Aku di mana... kenapa rumah ini terlalu besar. kan aku sudah Tersesat"gumamnya lagi.


Tiba-tiba sebuah tangan kekar memeluk bahu Ayuna."Arkhh" kaget Ayuna melihat pada pria yang memeluk bahunya"Mas Bima" kata Ayuna tidak menolak tangan suaminya yang memeluknya. tentu saja karena berfikir suaminya itu menyukai sejenisnya.


"Apa yang kau lakukan di sini" tanya Bima tersenyum melihat Ayuna yang sangat cantik menggunakan baju Bundanya.


"Aku kesasar mas. rumah ini terlalu besar. aku menunggu mas di kamar, tapi mas tidak datang" Jelas Ayuna.


"Ah maaf. aku ada beberapa pekerjaan tadi. Ayo kita sarapan. bunda sama papa pasti sudah menunggu kita" Ajak Bima menarik lembut tangan Ayuna untuk turun ke bawah.

__ADS_1


Ayuna hanya diam dan menurut saja pada suaminya.


Tiba di meja makan bunda Bima tersenyum melihat sang menantu yang ternyata sangat cantik. begitu pun dengan papa Bima.


Ayuna jadi canggung pada kedua orang tua suaminya. secarakan mereka orang kaya. Ayuna berfikir pasti mereka berdua sombong.


"Menantu Bunda. siapa nama mu sayang " panggil mama Bima saat melihat Ayuna dengan wajah canggung nya.


Ayuna mengulurkan tangannya pada Bunda Bima." A Ayuna nyonya" Kata Ayuna gugup mencium punggung tangan bunda Bima .


Argh.. jangan sampai bunda ngomong ke mana mana. aku bisa ketahuan. Batin bima


"Aku sudah sangat lapar bunda. " Ucap Bima menghentikan ucapan Bundanya.

__ADS_1


"Ya sudah, mari kita kenalan dulu sama Papa sayang " kata Bunda Bima pada Ayuna.


Ayuna menyalam Papa Andika. "Jangan sungkan. Ayo kita sarapan" Andika tersenyum hangat pada menantu nya.


Ayuna marasa Aneh pada keluarga Bima yang menerima nya tanpa bertanya latar belakang nya seperti apa


,,,,,,,,,


Bima mengemudi mobil nya" Kau mau kemana Ayu." tanya Bima karena Ayu tadi kekeh ingin ikut dengan nya.


"Aku mau ke kontrakan dulu. setelah itu aku mau ke kampus. turun kan saja aku di persimpangan depan. " Jawab Ayuna. walaupun ibunya baru saja meninggal. dia tetap melakukan aktivitas seperti biasa. mengurung diri di kontrakan nya itu akan membuat nya bertambah sedih. dia juga malu ingin tinggal di rumah suaminya. karena dia tidak nyaman pada kedua orang tua Bima. jadi dia memilih ke kampus saja.


Bima tidak menurunkan istrinya tapi Langsung menghantar istrinya ke kontrakan nya.

__ADS_1


"Biar aku pergi sendiri saja... mas berangkat saja ke kantor " kata Ayuna tidak enak pada Bima.


" Tidak masalah. aku juga tidak memiliki pekerjaan di kantor. sekalian biar aku saja yang mengantar mu ke kampus mu, beri tahu kan saja nanti di mana kau kuliah" jawab Bima bohong masih fokus menyetir. padahal sebentar lagi dia memiliki Rapat penting di kantornya.


__ADS_2