
''Apaan sih kalian berdua, sudah tua juga tapi masih kayak anak kecil'' Kata Kirana menegur Aggam dan Andra yang sering bertengkar.
''Dasar Kendala....Semoga saja wajah anaknya tidak sejelek dia'' Gumam Aggam mengecilkan suaranya tapi masih di dengar oleh Andra.
Tak!
" Arghhh!!!! berani kau!!! Awas kau kendala !! '' teriak Aggam karena Andra menginjak kakinya dengan keras yang membuat Aggam kesakitan.
'' Apaan sih Kak Andra...'' Ujar Aara memegang suaminya.
'' Biarin tu suami mu.. dia juga yang duluan cari Gara gara. biar tau rasa dia '' Ucap Andra melototi Aggam.
Kirana hanya menepuk jidatnya menghadapi dua manusia tua seperti balita.
,,,,
''Kita mau kemana Mas'' Tanya Ayuna yang mengikuti suaminya. kebetulan Ayuna juga tidak memiliki mata kuliah. jadi suami nya mengajaknya keluar.
''Makan siang .. apa kau tidak lapar'' Jawab Bima masih Fokus menyetir. hubungan mereka sudah lebih baik semenjak membicarakan tentang kesalahpahaman di antara mereka berdua semalam.
__ADS_1
''Kenapa kita tidak makan di rumah saja Mas Bima.. bukannya bunda sudah masak, kasihan kan bunda''
'' Tidak Apa apa Ayu.. Banyak pelayan yang bisa memakannya bersama bunda.. bunda juga sering makan sama pelayan di mension.. tidak perlu di fikir kan'' Ujar Bima memarkir mobilnya di sebuah restoran.
Ayuna tidak menjawab lagi ucapan suaminya.
Ayu dan Bima Sama sama turun dari mobil. saat melangkah masuk ke dalam restoran Bima menggandeng pergelangan tangan Ayuna.
Ayuna melihat ke jari jari nya yang menyatuh pada jari jari suaminya kemudian tersenyum tipis.
Tiba di sebuah meja Bima juga menarik kursi untuk Ayuna dan mempersilakan istrinya untuk duduk.'' apaan sih mas lebay deh..'' Ucap Ayuna tersenyum malu di Perlakukan seperti itu oleh Bima
'' Anggap saja aku seorang pangeran yang sedang berjalan dengan sang Ratu bidadari '' jawab Bima menaik turun kan alisnya sambil tersenyum manis yang membuat Ayuna tertawa melihat tingkah suaminya.
Bima juga ikut tertawa melihat Ayuna terbahak. Cantik. Batin Bima melihat istrinya yang sangat manis.
Ayuna dan Bima memesan makanan tidak berapa lama makanan mereka pun Tiba.
Saat sedang makan tiba tiba seseorang menyapa Bima.'' eh, bro.. makan enggak ajak ajak lu '' kata Dafin mendudukkan dirinya di dekat Ayuna yang berada di hadapan Bima.
__ADS_1
Bima menatap tajam pada Dafin yang lancang duduk sangat dekat dengan Ayuna sehingga Ayuna menggeser sedikit tubuhnya untuk menjauhi Dafin.
Dafin menyengir pada Bima dan pindah di kursi yang berjarak satu dari posisi Ayuna.
'' Posesif amat bro...'' Ujar Dafin menahan tawanya melihat kekesalan di wajah Bima
''Bukan posesif, Lo itu yang duduknya dekat banget sama istri Ku..'' Elak Bima.
'' Ya ellah.... bilang aja posesif kenapa, kan sudah halal tu. '' Kata Daging kemudian mendekatkan wajahnya pada Bima
''Eh, ngomong ngomong udah jadi telinga nya apa belum'' tanya Dafin penasaran bertanya pada Bima.
Ayuna menyerjit tidak mengerti apa yang sedang di bicarakan oleh Dafin.
Telinga ??. batin Ayuna.
'' Ck, bicara sembarangan'' jawab Bima berdecak pada Dafin.
Dafin menutup mulut nya dengan gaya bencong.'' jangan bilang....... '' Dafin sengaja menggantung ucapannya berwajah seperti orang kaget.
__ADS_1
Bima mengambil Ais batu yang berada di dalam jus miliknya dan menyumbat kan ke dalam mulut Dafin yang sangat cerewet.
Aaa mas Bima tidak Sadar diri dia juga cerewet seperti si Dafin.