
Bima Mengemudi mobil nya ke sebuah Bar. Dia ada temu janji dengan sahabatnya di sana.
Memarkir mobilnya dan melangkah masuk ke dalam Bar. Dia menuju ke ruang VIP tempa sahabatnya menunggunya di sana.
" Hai si Bro anak Mommy sudah tiba" Kata Revan Sahabat Bima yang duduk bersama wanita wanita malam.
Bima mendudukkan tubuhnya di sofa yang berada di hadapan Revan." Lo dari tadi" Tanya Bima
" Tidak juga. Ini, aku sudah memesankan mu minuman" Jawab Revan menolak Soda non Alkohol ke arah BIma. Dia tau jika sahabatnya itu tidak biasa minum Alkohol seperti Aggam.
Bima Mengambil Soda itu kemudian meneguknya. "kenapa kau memanggil ku ke mari. Kita bisa bertemu di restoran saja. Tidak harus di bar" Ujar Bima takut jika Papanya tau dia ke Bar.
" Ayo lah Bro. Kau sudah 31 tahun, bukan 15 tahun. Sampai kapan kau akan takut dengan papa mu bro" Revan mentertawai Bima.
" Aku bukan takut sama Papa. Aku hanya tidak ingin mengecewakan papa jika dia tau aku ke Bar. Walau pun aku tidak melakukan apa pun di bar'' Jujur Bima santai yang memang hanya tidak ingin mengecewakan Papa Bundanya.
__ADS_1
Bima memang sudah sering di ledek oleh teman temannya karena dia sering di hubungi oleh Bundanya jika dia lewat pulang.juga tidak berani bertindak macam macam karena takut dengan Papanya. Tapi Bima tidak peduli. Baginya dia tidak ingin mengecewakan kedua orang yang sudah membesar kannya dengan susah payah.
" Terserah lah.. " Kata Revan meminum alkoholnya.
" Aku pamit ke toilet dulu bro" ucap Bima berdiri dari duduknya ingin ke toilet. Revan hanya mengangguk menjawab Bima.
,,,,,,,,
Bima sudah Dari Toilet melangkah keluar.
Bukk!
" Maaf kan saya Tuan. Maaf Saya Buru buru" Kata Ayuna Yang tidak sengaja menabrak Bima. Ayuna memang bekerja Di Bar jika malam hari. Hanya di bahagian Dapur saja bekerja mencuci piring. tapi dia tiba tiba menerima panggilan dari jirannya yang berada di sebelah konrakannya
Mereka memberi tahukan pada Ayuna jika ibunya di larikan ke rumah sakit.
__ADS_1
Ayuna ingin kembali melangkah tapi lengannya di cegah oleh Bima Saat sadar jika gadis di hadapannya itu adalah gadis yang dia temui beberapa hari lalu.
"Kau bukannya gadis tempoh Hari di apotik" Tanya Bima.
Ayuna melihat pada lengannya yang di pegang oleh Bima. Dia merasa tidak nyaman dengan tindakan Bima Yang menyentuhnya.
Bima Yang sadar dengan tindakannya yang lancang langsung buru buru menarik tangannya dari lengan Ayuna.
" Maaf. Aku tidak sengaja menyentuh mu" Kata Bima Canggung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Ayuna menggeleng " Tidak apa. Maaf aku buru buru." Kata Ayuna dengan Air mata yang sudah terbendung di kelopak matanya kembali melangkah meninggalkan Bima yang menatapnya.
Entah sadar atau tidak Bima menggerakkan langkah kakinya mengikuti langkah Ayuna.
Tiba Di luar Bar Ayuna mencari ojek untuk ke rumah sakit. Tapi Ayuna tidak menemui adanya ojek. Ayuna mulai menjatuhkan Air matanya. Dia merasa sangat khawatir dengan keadaan Ibunya di rumah sakit.
__ADS_1
Bima Yang dari tadi mengikuti Ayuna diam diam tanpa disadari oleh Ayuna.merasa aneh melihat Ayuna yang berkali kali mengusap Matanya. Dia mulai sadar jika gadis di hadapannya itu sedang menangis.
" Hei. Kau mau kemana ladies. Aku akan mengantar mu jika kau mau " Tawar Bima yang sudah berdiri di punggung Ayuna.