
Setelah puas mentertawai Aara. Aggam memanggil Zaki untuk masuk ke dalam kontrakannya.
Aggam duduk menyilang lalu melihat ke arah Zaki yang berdiri.
"Ada apa kau datang kemari malam malam begini."Tanya Aggam pada Zaki.
"Ini tuan. " Kata Zaki mengeluarkan Salah Satu kartu kredit miliknya yang di tahan Oleh Ayah nya tempoh hari.
Aggam mengangkat satu alisnya saat Zaki memberikannya kartu kredit miliknya.
"Tuan besar memberi kelonggaran pada tuan muda mengembalikan salah satu kartu kredit anda tuan"jelas Zaki.
Aggam hanya manggut manggut. Entah mengapa dia merasa sudah tidak tertarik dengan kehidupan mewahnya, dia merasa sudah terbiasa menjalani hidup yang terasa biasa biasa saja. Apa lagi Aara tidak pernah menuntutnya ini dan itu. Bahkan tiap minggu Aggam sering memberikan Aara uang, tapi Aara sering menolaknya dengan Alasan jika dia masih memiliki uang. Karena Aara memang jarang sekali belanja jika tidak untuk sesuatu yang dia butuhkan.
"Tuan, jika bisa anda kembali sebentar dulu ke perusahaan. Karena ada banyak sekali berkas yang sudah menumpuk untuk di tandatangani tuan. Pekerjaan juga banyak yang tertunda karena memerlukan tandatangan Anda"
Aggam terdiam mendengar ucapan Zaki. Entah mengapa Aggam merasa belum puas bermain main di luar, dan dia merasa belum ingin kembali lagi ke jabatannya yang dulu. Dia benar benar sudah nyaman dengan kehidupannya yang saat ini. Tapi dalam masa yang sama dia juga memikirkan perusahaan ayahnya.
"Kenapa tidak bawa saja sama ayah untuk menandatangi berkas berkas itu Zaki." tanya Aggam
__ADS_1
" Tuan besar berkata jika itu adalah urusan anda tuan"
"Ck, ayah benar benar. Dia sudah memecat ku, lalu masih lagi menekan ku dengan semua pekerjaan itu. Huffff!!!"Jengkel Aggam pada Ayahnya.
"Ya sudah. Besok makan siang aku datang ke Kantor.kau siap kan saja semua berkas berkas yang ingin di tandatangani itu" Tambah Aggam
"Baik tuan"
" Kau bisa pulang sekarang. "
"Kalau begitu saya pamit Tuan"
Setelah Zaki pergi Aggam melangka masuk ke dalam kamar. Aggam melihat Aara yang sudah berbaring di kasur bersiap untuk tidur.
Aggam tanpa permisi langsung naik ke ranjang bersama Aara dan memeluk Tubuh Aara.
Aara lagi lagi kaget oleh tindakan Aggam yang sering tiba tiba."Ada apa... Kenapa anda tidur di sini'' tanya Aara
Cup!
__ADS_1
Aara kembali membeku karena Aggam kembali menciumnya sekilas.
Ni manusia main sosor saja tanpa permisi.Batin Aara mencoba melepas pelukan Aggam padanya.
"Kan sudah ku katakan jika aku tidak suka kau memanggil ku Anda. " Kata Aggam memperhatikan tiap inci wajah Cantik Aara
Aara jadi salah tingkah karena Aggam menatapnya. apa lagi mereka sangat dekat saat ini"Ya sudah, kenapa kakak. Tidurnya di sini..." Tanya Aara berusaha mengobrol perasaan nya
"Aku bukan si kendala itu"
Menyebalkan..Batin Aara yang merasa jika Aggam seperti Anak kecil. Aara diam tidak menjawab Aggam. tapi dia menolak tubuh kekar itu untuk menjauhi nya. dia benar-benar merasa tidak nyaman dengan Aggam yang memeluknya.
Aara membalikkan tubuhnya tapi Aggam malah memeluknya dengan erat dari Arah belakang. menyusuri tengkuk Aara menggunakan bibir nya.
Aara merinding dan langsung memegang tengkuknya.
''Apa yang kau lakukan.'' kata Aara
''Sayang kan jika sesuatu yang halal di anggurin''Jawab Aggam menahan tawanya. Tidak tau kenapa dia berubah jadi suka Jahil. padahal Aggam bukan tipe yang suka bercanda.
__ADS_1