
"Kau sudah sungguh sangat keterlaluan!!! kau tahu aku tidak pernah datang ke tempat seperti tadi itu, dan semua yang berada di sana itu aku tidak menyukainya... jika kau memang ingin berada di sana silakan, tapi jangan bawa bawa aku... kau kesana saja sendiri. kenapa kau mesti mengajakku bersama mu.!!! kau itu laki laki gila" Marah Aara yang sudah kehabisan kesabaran karena berfikir bisa bisanya Aggam membawanya ke tempat itu. tempat di mana orang orang yang bebas melakukan apa saja semaunya tanpa ada yang melarang.
"Cih!!! jangan terlalu sok suci Aara, kau juga belum tau apa masih suci atau tidak, mungkin saja kau juga sudah di tiduri Oleh pria yang sering bersama mu itu," Decih Aggam yang juga ikut terpancing dengan sikap Aara yang meneriakinya dan menjadi kan Ustadz Sulaiman bahannya untuk menuduh Aara.
Plakkkkkkkk
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Aggam dengan Keras, sehingga wajah Aggam terlempar ke samping. Aara benar benar tidak takut lagi pada Aggam saat ini, kesabarannya benar benar sudah habis, apa lagi dia tahu jika saat ini Aggam sedang dalam keadaan setengah mabuk.
Aggam terdiam dengan wajah dinginnya menatap Aara yang dengan Lancang menamparnya dengan cukup Keras,mereka saling menatap antara satu sama lain. lalu Aara kembali bersuara mengeluarkan semua unek unek yang bersarang di dalam Dadanya.
__ADS_1
"Apa kau bisa berfikir sebelum mengeluarkan kata kata mu itu!!! Aku bukan boneka mu tuan kejam... aku ini istrimu... walaupun kau tidak menganggap ku, dan membantah keras akan kenyataan itu. tapi aku ini istrimu. istri mu yang sah.. aku tidak meminta mu untuk mencintai ku, aku juga tidak pernah berharap untuk mendapat kan cinta, perhatian, mau pun perlindungan dari mu, dan terserah kau mau melakukan apa pun aku tidak peduli, tapi tolong... jangan cemar kan aku dalam dunia mu... terserah kau mau mengatakan aku sok suci atau sebagai nya, terserah... aku hanya ingin melindungi diri ku sendiri dari ternodai oleh dosa dan kemaksiatan" Lirih Aara di akhir kalimatnya dengan suara yang bergetar mengungkap kan isi hatinya.
Setelah itu Aara kembali melangkah meninggalkan Aggam yang membeku mencerna setiap kata kata yang Aara keluar kan dari bibir munggil nya.
Tidak berapa lama Aggam kembali mengejar Aara. dan menahan tangannya. "Kembali ke mobil... kau mau kemana malam malam begini. ayo" Aggam menarik tangan Aara. tapi Aara tidak ingin mengikuti nya.
Aggam tanpa aba aba menggendong Aara seperti karung beras membawanya ke mobil.
"Turunkan aku... kau sedang mabuk saat ini.. turun kan aku" teriak Aara ketakutan sambil memberontak di Bahu Aggam.
__ADS_1
Aggam memasukkan Aara ke kursi penumpang mobil dan juga ikut masuk ke dalam menindih tubuh Aara di sana.
"Diam!!! atau aku akan menjamah mu di dalam mobil ini"Sentak Aggam menindih tubuh Aara.
Aara langsung terdiam menutup mulut nya dengan rapat. tapi tidak untuk air matanya. dia terus menangis tanpa suara. Aara sangat takut karena sadar jika Aggam saat ini sedang dalam keadaan setengah mabuk. apa lagi bau alkohol yang menyeruak keluar dari nafas Aggam.
Aggam menatap Aara yang sudah diam dan tidak bergerak sedikit pun. Aggam dapat merasakan air mata Aara yang membasahi jilbab dan cadarnya
"Kita pulang ke hotel dulu untuk malam ini... besok aku akan mengikuti kemahuan mu untuk mencari kontrakan." Kata Aggam bangun dari tubuh Aara. Aara juga langsung mendudukkan tubuhnya masih diam membisu tapi sedikit mengangguk mendengar ucapan suaminya.
__ADS_1