GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
91


__ADS_3

" Assalamualaikum.." Salam Aara Aggam Andra dan Kirana dengan serentak Saat Tiba Di dalam dan melihat Ustazah Amelia bersama suaminya kyai Amri sedang bersantai.


"Waalaikumsalam" Jawab Ummi Amelia bersama kyai Amri tersenyum lebar melihat mereka berempat saling bergandengan.


Ustazah Amelia juga suaminya sudah tau tentang pernikahan Aggam dan Aara dari Elina tempoh Hari. Aara juga yang menceritakan pada Elina tentang pernikahannya yang menggantikan Fadilah.


"Kalian sudah tiba" Ujar Umi dengan senyuman yang tidak pernah pudar di wajahnya.


" Iya Umi" Jawab mereka sambil menyalami Umi Amelia bergantian dengan kyai Amri.


Anak anak di panti yang melihat Aara langsung berlarian mendatangi Aara dan memeluknya satu persatu. Mereka sangat kangen dengan Aara yang memang sudah jarang sekali datang ke panti.


Tidak lama dari belakang panti muncul Ustadz Sulaiman yang baru dari belakang bersama dengan aak anak panti.


" Assalamualaikum" Salam Ustadz Sulaiman melihat mereka aberempat.


" Waalaikumsalm.' Jawab Kirana Aara Andra. Hanya Aggam yang tidak menjawab Ustaz Sulaiman.


" Eh, Si bro Ustadz ada di sini juga ternyata" Kata Andra yang memang teman dekat dengan Ustadz Sulaiman.


Sebelum Ustadz Sulaimn menjawab Andra tiba tiba dari dalam muncul seorang gadis cantik menggunakan baju Sya'ir dengan jilbab panjangnya.


" Umi.. Air yang umi minta sudah aku siap kan" Lembut Zahra. Zahra memang datang lebih awal bersama Ustadz Sulaiman ke panti karena di suruh Oleh Ibunya (Zahra) juga Uminya ustadz Sulaiman.

__ADS_1


" Terima kasih sayang" Jawab Umi." Oya, ini kenal kan ponakan Umi, namanya Zahra, Juga tunangan Ustadz Sulaiman" Kata Ustadz Amelia memperkenalkan Zahra pada mereka berempat.


" Wah kau sudah bertunangan. Kau langsung tidak mengundang ku. Ck, ck, ck, " Kata Andra pada Ustadz Sulaiman sambil menggeleng.


Aara memperhatikan Wajah Zahra. Dia merasa tidak Asing dengan wajah Zahra. Sepertinya aku pernah melihat gadis ini. Tapi di mana ya.Batin Aara.


Zahra yang sadar jika Aara sedang memperhatikannya. Dia juga melihat ke Aara mengedipkan satu matanya pada Aara dan tersenyum penuh Arti yang tidak di sadari oleh siapa pun. Zahra tau jika Aara mengingat wajahnya yang pernah bertemu tempoh hari di Mall.


Ah, aku sudah ingat. Dia gadis tempoh hari di Mall itu kan. Tapi..... Batin Aara juga membalas senyuman Zahra. Memperhatikan penampilan Zahra yang sangat jauh berbeda dengan pertemuan pertama mereka.


"Ada apa sayang" tanya Aggam sedikit terdengar berbisik. Dia perasan dengan istrinya yang terus melihat ke arah gadis cantik di hadapannya.


Aara tersenyum " Tidak ada kak" katanya kemudian melihat Aggam. Bola mata mereka berdua bertemu. Aggam dan Aara saling mengunci pandangan mereka. entah sadar atau tidak jika mereka sedang di perhatikan oleh orang orang yang berada di tempat itu juga.


Andra yang berdiri di dekat agga,m langsung menyikunya.


" Berani kau" Geram Aggam milihat Andra di sebelahnya.


"Dasar Bucin. Apa kalian berdua tidak melihat di sini masih ada Ustaz Sulaiman yang belum menikah Dan juga tunangannya yang cantik ini, mengapa kalian memperlihatkan kebucinan kalian berdua di keramaian." Ujar Andra Terdengar mulai memasang bendera perang pada Aggam. Aara juga baru tersadar dan sangat malu dengan tingkahnya tadi.


"Arkhhh" Tiba tiba Andra berteriak. Ternyata Kinara menjewer kupingnya.


" Apa kata mu tadi, kau tidak menjaga mata mu, dan melihat calon istri orang. Berani beraninya kau memuji wanita lain di hadapan istri mu sendiri" Marah Kirana Karana Andra tadi mengatakan 'cantik' pada Zahra yang membuat Kirana menjewernya.

__ADS_1


"Ampun sayang ku, cinta ku. Sakit sayang, lepas" Kata Andra memohon ampun yang membuat mereka semua mentertawai Andra kena jeweran istrinya.


" Baru tau rasa kau" Ejek Aggam Pada Andra.


" Jaga kau Aggam" Ketus Andra mengusap Kupingnya.


" Cih" Decih Aggam.


"Sudah sudah, Kalian ini ada ada saja. Ayo kita semua masuk ke dalam" Kata Kyai Amri menggeleng melihat Andra dan Aggam. Juga mengajak mereka semua masuk.


" Benar, ayo kita ke dalam. " Lembut Umi masih terus tersenyum mengajak mereka semua masuk ke dalam.


Mereka semua pun masuk ke dalam. Zahra tiba tiba mencegah lengan Ustadz Sulaiman. Saat yang lain sudah melangkah masuk.


" Aku mau pulang" Kata Zahra terdengar sedikit ketus.


" Pulang saja jika kau ingin Pulang" Jawab Ustadz Sulaiman yang malas berdebat dengan Zahra.


" Kau jangan becanda. Aku kan kesini karena di suruh sama ibu dan Umi. Ya kita pulang sama sama lah" Ujar Zahra


"Kita Baru tiba di sini. " kata Usradz Sulaiman kembali ingin melangkah tapi di cegah oleh Zahra.


" Jika kau tidak mau mendengar ku. Aku akan mencium mu sekarang juga" ancam Zahra.dia benar benar ingin pulang dan menemui teman temannya. Dia sudah berjanji ingin keluar bersama. Tapi dia juga tidak berani untuk ijin pada Umi Amelia.

__ADS_1


" Cium saja jika kau mau kita di nikah kan sekarang juga." Kata Ustadz Sulaiman melepas tangan Zahra dan kembali melangkah masuk ke dalam.


Zahra mengangkat tangannya meninju Angin. Dia sangat geram dengan sikap ustadz Sulaiman yang ternyata tidak bisa dia kendalikan.


__ADS_2