
"Semua yang Ayah lakukan itu untuk kebaikan mu Aggam!!! Dan kau juga tahu, jika kau hanya satu satunya anak Ayah. kalau bukan kau yang meneruskan perusahaan Ayah siapa lagi!!!" Kusuma dengan Aggam bertengkar hebat di Mension malam itu. bahkan Sarah jadi pusing melihat Ayah dan anak yang sama sama keras kepala tidak ada yang mahu mengalah
"Untuk kebaikan Aggam. kebaikan seperti apa yang Ayah katakan. bahkan masa depan ku semua Ayah yang aturkan, Aggam hanya memiliki tubuh ini, tapi Ayah yang memegang kendali sepenuhnya!!! aku hanya seperti boneka yang Ayah peralatkan semahunya!!!"
Kusuma terdiam dan menatap Aggam yang sangat mirip dengannya keras kepala dan tidak mahu di bantah. Untung saja Sarah istrinya bisa mengimbangi keras kepalanya sehingga sampai saat ini hubungan mereka selalu harmonis.
"Baik lah... jika itu yang kau inginkan" kata Kusuma mengalah dengan wajah datarnya setelah cukup lama terdiam
"Mas..." kata Sarah melihat suaminya. dia Kaget mendengar suaminya membiarkan Aggam untuk menikah Rossa.
Kusuma mengangkat tangannya menyuruh Sarah untuk diam.
"Tapi dengan satu syarat.... " sambung Kusuma
"Apa" Tanya Aggam penuh selidik yang tahu pasti Ayahnya menyetujui kemahuannya tidak dengan cuma cuma.
__ADS_1
"Ayah akan mencabut jabatan mu sebagai Presdir di perusahaan... dan juga Ayah akan memecat mu, serta menyenarai hitamkan namamu di perusahan ABADIJAYA group" Kata Kusuma dengan tegas.
Aggam membola kan kedua matanya mendengar keputusan Ayah nya yang tidak masuk Akal."Ayah... apa yang Ayah katakan! apa Ayah sadar dengan perkataan konyol Ayah itu. " marah Aggam pada Ayahnya.
"Aggam!" tegur Sarah lagi yang sudah geram melihat Putranya terus menerus meninggi kan suara pada Ayahnya. Aggam kembali terdiam mendengar nada Mamanya yang benar-benar ingin menerkamnya saat ini juga.
"Bukan itu saja Aggam... Ayah juga akan membekukan semua kartu kredit mu tanpa terkecuali. dan Ayah juga akan menyita villa milikmu. Ayah hanya akan memberikan mu mobil yang saat ini kau gunakan. dan semua mobilmu yang lainnya Ayah sita." tambah Kusuma dengan tegas tidak terbantahkan sama sekali.
"Ayah... apa maksud Ayah.. jika Ayah mengambil semua nya, terus aku mahu tinggal di mana." kata Aggam menatap Ayahnya
Aggam benar benar ingin gila mendengar keputusan Ayahnya yang sangat tidak masuk akal. ujian konyol macam apa itu. fikir Aggam.
"Dan kemarikan kartu kredit pribadimu... Ayah tidak mengizinkan mu membawa apa pun keluar dari Mension ini." kata Kusuma
" Ayah... itu kartu kredit pribadi Aggam sendiri Ayah.. hasil dari kerja Aggam selama ini... dan villa itu juga Ayah tidak bisa menyitanya, karna Aggam membeli dari uang Aggam sendiri, begitu pun mobil mobil Aggam Ayah" Bantah Aggam. karna memang setelah Aggam mengganti kan Ayah nya di perusahaan sebagai CEO perusahaan Aggam tidak pernah lagi menggunakan uang dari Ayahnya.
__ADS_1
"Kemarikan Aggam... kau mendapat uang itu semua dari jabatan yang Ayah berikan padamu. kemarikan semua... tanpa sisa" Kekeh Kusuma tidak peduli dengan ucapan Aggam walau pun itu benar.
Aggam terdiam melihat Ayahnya yang kekeh dengan keputusannya. jika aku memberikan semuanya pada Ayah... terus, aku mau tinggal di mana... dan mau ku apa kan gadis ini... batin Aggam yang sedikit melihat ke arah istrinya yang masih duduk dengan tenang tanpa terusik sedikitpun mendengar dia ingin menikah lagi.
Ck, dia bahkan tidak peduli jika aku ingin menikah lagi.. istri macam apa ini.. kenapa aku jadi kesal sendiri melihat ketenangannya.Batin Aggam berdecak kesal dalam hatinya
😂 Aggam bego kali ya. author sendiri bingung dengan Aggam nya.)
"Bagaimana... kau tidak ingin"tanya Kusuma karna melihat Aggam masih tetap diam.
Apa aku coba saja ya... Arhhh jangan kan hidup susah, bahkan hidup sederhana saja aku tidak pernah melaluinya., apa lagi hidup susah. Aggam menghembus nafas kasar.
Aggam tidak punya pilihan lain selain mengeluarkan tiga kartu kredit pribadi nya dan memberikannya pada Ayahnya.
"Bagus... sekalian kita lihat apa wanita ular itu masih mau dengan mu jika kau tidak memiliki apa pun lagi... dan sekarang juga kau angkat kaki dari rumah Ayah, bawa istri mu bersamamu" usir Kusuma
__ADS_1
Aggam melongo melihat Ayahnya. yang benar saja, Malam malam begini... mahu ku bawa kemana anak gadis ini..fikirnya sambil melihat Aara.