
Tanpa terasa dua minggu berlalu dengan begitu cepat.
Aggam melangkah masuk ke kantor ABADIJAYA group dengan setelan jas yang sangat rapi juga rambut yang di tata rapi. Semua para pekerja yang bekerja di kantor ABADIJAYA Group melongo melihat Presdir mereka yang sangat Tampan Karena Aggam baru saja memotong rambutnya.
Ini hari pertama Aggam kembali bekerja di kantor ABADIJAYA Group setelah meninggal kan kantor beberapa bulan.
" Bagaimana dengan Villa itu Zaki" Tanya Aggam melangkah lebar masuk ke dalam kantor dengan satu tangan yang berada di sakunya.
" Semua sudah saya siap kan dengan Rapi tuan muda. Sudah sesuai yang tuan ingin kan"Jelas Zaki
"Hm. Kau sudah menemui yang Aku perintah kan beberapa minggu lalu" Tanya Aggam Lagi.
" Sudah tuan. Saya ingin membeli perkebunan teh dan rumah itu. Tapi pemiliknya tidak berada di sana tuan."
" Tidak mengapa Zaki. Kau pantau saja terus, siapa tau pemiliknya sudah kembali" Kata Aggam sudah tiba di lantai Atas masuk ke dalam ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya.
" Baik Tuan"
__ADS_1
"Apa saja Jadwal ku Hari ini Zaki"
" Sebentar lagi kita ada rapat bersama dewan direksi tuan" Kata Zaki.
"Baik lah. kau bisa ke ruangan mu. Kau datang ke sini nanti saat rapat sudah hampir di mulai."
" Baik tuan. jika tidak ada yang tuan butuhkan lagi, Saya permisi tuan"
Aggam hanya mengangguk dengan jari jari yang sudah di sibukkan di atas keyboard komputernya dan mata yang mulai fokus menatap layar di hadapannya.
Di toko Aara sedang sibuk menyusun bunga yang baru tiba. Tiba tiba seseorang menghampirinya tanpa aba aba terus mendorongnya dengan sangat keras hingga membuatnya tersungkur di lantai.
" Arkkhhhh'' Teriak Aara saat tangan nya tertusuk oleh dawai bunga yang dia tabrak di sampingnya membuat tangannya di banjiri darah segar.
Aara mengangkat pandangannya ternyata Rossa yang telah menolaknya.
" Apa yang kau lakukan Rossa" Kata Aara memegang tangannya yang terasa sangat sakit.
__ADS_1
" Gara gara kau perempuan sialan yang hadir ke dalam hidup Aggam. Aku ke kehilangan segala galanya." Marah Rossa yang menggebu gebu ingin menarik cadar Aara yang sudah terluka.
Aara dengan cepat mendorong dengan keras tubuh Rossa yang membuat dia oleng ke belakang. Aara berdiri ingin keluar dari toko karena dia merasa jika Rossa ingin mencelakainya.
Tapi dengan cepat Rossa menariknya dengan keras dan membenturnya ke dinding " Kau mau lari ke mana Hah" teriak Rossa mencoba mencekik Aara.
Dengan sisa tenaga Aara mencoba untuk menyelamat kan dirinya. Rossa yang memang sangat tinggi jauh di atasnya membuatnya tidak bisa mengimbangi kekuatan yang di miliki oleh Rossa. Apa lagi saat ini Aara sedang terluka parah
Rossa menarik lengan Aara dan mencekiknya dengan kuat. Rossa benar benar ingin membunuh Aara. Dia sudah di selimuti oleh rasa dendamnya pada Aara sehingga membuat dia mulai gelap mata dan tidak takut lagi untuk membunuh.
"Arg Ro rossa a Apa Y yang Ka Kau La ku kan Le lepas Ro s sa." Kata Aara terbata bata memegang tangan Rossa yang mencekiknya. Aara m tidak bisa bernafas.
"Aku akan membunuhmu !!! kau telah menghancurkan hubungan ku dengan Aggam. kau penyebab segala nya yang terjadi pada ku. aku sangat membenci mu!! " teriak Rossa seperti orang yang sedang kesurupan. Rossa mengeluarkan pisau lipat dari hoddy yang dia gunakan. karena dia memang berniat ingin membunuh Aara.
Srekk
Rossa menarik keras cadar Aara hinggah terbuka. "Pantas Aggam begitu mudah melupakan ku. ternyata karena wajah mu masih terlalu muda dan cantik. baik lah aku akan melukai wajah cantik mu ini" Kata Rossa membuka pisau lipat yang dia keluarkan dari sakunya dan menekan ujung pisau itu di wajah Aara yang tidak berdaya. perlahan wajah Aara mengeluarkan darah segar. Aara mengatupkan giginya menahan sakit dari pisau yang Rossa tekan di wajahnya. wajah Aara juga sudah mulai membiru karena tidak bisa bernafas akibat cekikan Rossa.
__ADS_1