
Aggam melangkah masuk ke dalam rumah sakit setelah dari membersih kan tubuhnya di mension, Menuju ruangan istrinya di rawat.
Cklekkk
Aggam Masuk ke dalam menuju brankar sang istri tercinta, saat tiba di sana Aara sedang tertidur.
"Kau sudah datang" Tanya Sarah pada putranya.
Aggam melihat ke arah mamanya dan tersenyum. "Iya mah, mama bisa pulang sekarang jika mama mau pulang, maaf terpaksa merepot kan Mama" Ucap Aggam pada mamanya.
"Hm, kalau begitu mama pulang dulu, jaga Istri mu" Jawab Sarah mengambil tasnya dan ingin melangkah keluar dari ruang Aara di rawat.
"Mama pulang naik apa mah" Tanya Aggam saat mamanya sudah di ambang pintu.
"Mama sudah menghubungi supir untuk menjemput mama" Jawab Sarah di angguki oleh putra nya.
Setelah Sarah pergi Aggam melihat wajah istrinya yang sangat pulas, dia tersenyum menggenggam pergelangan tangan istrinya.
Aara yang merasa jika ada yang menyentuh tangannya perlahan membuka bola matanya." Kau sudah bangun sayang, bagaimana perasaan mu, apa ada yang sakit." Tanya Aggam beruntun seperti mamanya tadi.
Aara menggeleng lalu tersenyum "Aku baik baik saja kak, hanya saja aku tidak nyaman dengan tubuh ku, aku merasa lengket semua kak" Jawab Aara yang merasa tidak nyaman pada tubuhnya.
"Apa kau bisa bergerak sayang" Tanya Aggam melihat wajah istrinya yang di baluti sebahagian bekas operasi.
"Iya kak, aku juga merasa sudah lebih baik"
__ADS_1
"Apa dokter sudah memeriksa mu" Tanya Aggam Lagi.
"Baru saja sejam yang lalu kak"
"Sebentar" Aggam berdiri mengunci pintu kamar ruangan Aara kembali menghampiri istrinya.
Mengambil handuk kecil menyiap kan air yang sudah di taruh sedikit mandian, yang sudah dia siap kan selama Aara berada di rumah sakit.
Aggam membantu istrinya duduk mulai mengelap tubuh istrinya menggunakan handuk kecil dengan teliti.
"Kak"
"Hem" Jawab Aggam masih sibuk membersih kan tubuh istrinya.
"Aku sudah lelah berada di rumah sakit kak, apa aku belum bisa pulang, aku mulai mual mencium aroma rumah sakit ini, sudah satu bulan aku di rawat di sini kak" Kata Aara sedikit memelas memegang lehernya yang terasa mual karena aroma rumah sakit.
" Apa kau sudah makan sayang " Tanya Aggam menyisir rambut panjang sang istri.
Aara cemberut tidak menjawab suaminya, dia kesal karena Aggam mengabaikan pertanyaannya.
Aggam melihat Wajah cemberut istrinya. "Baik la, beberapa hari lagi setelah perban bekas operasi ini di buka, kita akan pulang ke rumah" Jawab Aggam yang tau jika istrinya ngambek.
Aara langsung tersenyum senang" Makasih kak" Aara membalikkan tubuhnya dan memeluk suaminya.
,,,
__ADS_1
Beberapa jari berlalu perban di wajah Aara sudah di buka, mengejut kan ternyata operasi yang di lakukan oleh Aara beberapa hari yang lalu sangat sukses dan berhasil menghilangkan sebahagian besar dari bekas luka di wajah Aara, hanya tinggal sedikit saja lagi yang tersisa di wajah cantiknya, tapi Aara bersyukur karena wajahnya sudah terlihat baik baik saja.
Aara sudah bisa bergerak seperti biasanya dia merasa jika tubuhnya sudah sangat membaik, Aggam dan mamanya menjaga Aara dengan sebaik mungkin.
Aara mengganti pakaiannya menggunakan gamis dan cadar seperti biasanya, tentu saja di bantu oleh suaminya yang selalu setia berada di sisinya, Aara hanya membiarkan sikap suaminya yang menurutnya terlalu berlebihan, jika pun dia menegur suaminya pasti yang dia dapatkan hanya tatapan tajam dari suaminya.
Aggam menggandeng istrinya keluar dari rumah sakit dengan Hati hati yang membuat Aara menggeleng. Aku sudah seperti puding saja, yang bergoyang sedikit di takut kan akan hancur, Aara hanya bisa membatin melihat tingkah suaminya.
,,,,,,,,,,
" Kak, apa tidak apa apa kakak tidak pernah bekerja" Tanya Aara pada suaminya yang tidak pernah bekerja selama dia masuk rumah sakit.l, karena Aggam terus menjaganya bergantian dengan Mamanya.
" Tidak, apa kau sudah bosan melihat wajah tampan suami mu ini" Jawab Aggam dengan pedenya.
Aara tersenyum mendengar ucapan suaminya yang terlalu percaya diri, Walau pun itu kenyataannya.
Tidak lama Aara menyerjit. Karena jalanan yang mereka lewati bukan mengarah ke kontrakan atau mension Ayah mertuanya.
"Kita mau ke mana Kak" Tanya Aara melihat ke arah suaminya dengan wajah penasaran.
"Pulang sayang." jawab Aggam melingkar kan tangannya di perut rata istrinya.
" Tapi ini bukan Jalan menuju mension atau kontarakan kak" Tanya Aara.
Aggam hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya, dia tidak berniat lagi untuk menjawabnya.
__ADS_1
Tiba tiba Aara merasa mual "Ada apa sayang, Kau baik baik saja" Tanya Aggam Khawatir.
Aara menggeleng "Aku baik baik saja kak, mungkin asam lampung ku kambuh lagi, akulu merasa sangat mual" Jawab Aara.