GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
Pelangi setelah Hujan: kau tidak sendiri


__ADS_3

Ayuna mulai sadar kan diri. Dia membuka bola matanya perlahan dia kembali teringat ibunya. Ayuna buru buru membangunkan dirinya ingin turun dari brankar.


" Kau sudah Sadar. " Tanya Bima Pada Ayuna yang menunggu nya.


Ayuna Hanya melihat sekilas pada Bima kemudian turun dari brankar melangkah ingin keluar dari ruangan itu tanpa menjawab Bima yang sudah berstatus suaminya.


" Mana Ibu Ku" Tanya Ayuna pada Bima. Air matanya sudah perlahan kembali mengalir.


" Tenangkan perasaan mu dulu... " Lembut Bima mencoba menenangkan istrinya. dia ragu ingin mengatakan jika ibu Ayuna Sudah berada di ruang jenazah.


" Bagaimana aku bisa tenang... Ibu ku pergi meninggal kan ku sendiri" Tubuh Ayuna kembali bergetar menutup wajah nya yang sangat berantakan dia kembali menangis tersedu sedu.


Bima perlahan mendekati istrinya yang sudah kembali duduk semula di brankarnya.


" Kau tidak sendiri... Ada aku yang menemani mu" Kata Bima mengangkat tangannya ingin menyentuh punggung Ayuna. Tapi dia mengurungkan niatnya kembali menarik tangannya.

__ADS_1


Dia tidak ingin jika Ayuna tidak nyaman dengan nya. Apa lagi pernikahan mereka yang tiba tiba. Bima Takut jika Ayuna Tidak bisa menerima pernikahan mereka.


Ayuna seolah tidak mendengar perkataan Bima. dia masih terus menangis." istirahat lah." Kata Bima menarik Nafas dalam karena Ayuna Sama sekali tidak mendengar perkataannya dan masih terus menangis.


Tapi Bima mengerti apa yang di rasa kan saat ini Oleh Ayuna. Jika dia di posisi Ayuna, Mungkin dia juga Akan seperti yang terpukul berat.


,,,,,,,,


Keesokan harinya ibu Ayuna sudah di makam kan.


Orang orang semua sudah pulang selepas memakam kan ibunya.


Bima juga masih berada di sana menunggu Ayuna. Dia jadi bingung sendiri bagaimana lagi ingin membujuk gadis di hadapannya yang terus menangis. Apa lagi selama ini Bima belum pernah menjalin hubungan dengan mana mana Wanita. Tentu saja dia tidak tau cara menghadapi Wanita.


Bima ingin menghubungi teman teman Ayuna, tapi dia sendiri tidak tau siapa teman Teman gadis yang baru saja dia nikahi itu.

__ADS_1


Tiba tiba terdengar suara wanita yang berlari menghampiri Ayuna bersama seorang laki laki di punggung nya.


" Yuna.." Panggil Zahra berlari menghampiri Ayuna.


Ayuna melihat ke arah Zahra. Melihat Zahra tangis Ayuna semangkin pecah. Zahra langsung memeluk sahabatnya.


" Kenapa tidak menghubungi ku tentang ibu yang sudah pergi" Kata Zahra ikut menjatuh kan Air matanya. Karena dia juga sudah menganggap ibu Ayuna seperti ibunya sendiri.


" Hiks Hiks Hiks. Semua terjadi terlalu tiba tiba Ra. Aku tidak bisa berfikir lagi, otak ku benar benar kosong." Kata Ayuna Dangan LIrih memeluk Erat Tubuh Zahra.


Ayuna memang tidak memberi tau pada Zahra jika ibunya meninggal. Dia benar benar tidak bisa memikirkan apa pun lagi saat melihat ibunya sudah tidak bernyaw dan kaku.


Tadi Zahra mampir ke rumah Ayuna bersama dengan Suaminya. Tapi dia tidak melihat Ayuna di kontrakan. Kebetulan orang orang di sana yang juga mengenali Zahra. Memberi tahu pada Zahra tentang ibu Ayuna yang baru saja di kebumikan.


" Tenang lah.. Mana Ayuna yang aku kenal. Ayuna yang tahan banting dan sangat tangguh. Kenapa yang ada di hadapan ku ini hanya Gadis yang cengeng" Bujuk Zahra pada Ayuna.

__ADS_1


Ustadz Sulaiman dan juga Bima Hanya diam melihat Istri mereka.


__ADS_2