
Aara demam.Batin Aggam Khawatir pada Aara. Aggam ke dapur mengambil baskom kecil yang sudah di isi dengan air hangat. kemudian Aggam mengompres kepala Aara menggunakan handuk kecil juga memberi kan Aara obat demam.
Aggam terus mengganti kompres Aara hinggah panasnya menurun. tanpa sadar sudah pukul tiga dini hari. Aggam merebahkan tubuhnya di samping Aara dan memeluk tubuh kecil Aara yang sudah mulai stabil semula suhu tubuhnya
Karena Aggam yang memang terlalu mengantuk. dia juga langsung lelap bersama dengan Aara.
,,,,,,,,,,,,
Keesokan harinya Aara membuka matanya dan melihat ternyata sudah siang. Aara buru buru mendudukkan dirinya dan melihat Aggam yang tertidur di sebelah nya dengan sangat pulas. Aara juga melihat kain kompres Aggam untuknya.
Tanpa sadar Aara tersenyum tipis.Apa dia peduli pada ku.. Ayolah lah Aara apa yang kau fikir kan. batin Aara kemudian turun dari ranjangh dan melaksanakan solat subuh. Ya, lebih tepatnya solat subuh kesiangan.
Setelah selesai solat Aara membuat sarapan untuk dirinya dan Aggam. selesai membuat sarapan Aggam masih belum bangun dari tidurnya. Aara melangkah mendekati Aggam berniat untuk membangunkannya.
Perlahan Aara menyentuh bahu Aggam dan sedikit mengguncangnya"Bangun lah... apa anda tidak bekerja.." Kata Aara membangun kan Aggam.
Tiba tiba tanpa Aara sadari Aggam menarik tangannya dan langsung memeluk tubuhnya dengan erat.
"Eh, Eh, Eh, a apa anda sedang bermimpi, Aku Aara, bukan Rossa."Kata Aara terbata bata menahan tubuh Aggam yang memeluknya seperti bantal guling.
__ADS_1
Cup!
Aara membolakan kedua matanya saat Aggam mencium sekilas bibir munggilnya. tubuh Aara memebeku terdiam Aara bahkan tidak sadar jika Aggam sudah melepaskannya dan turun dari ranjang.
"Jangan menyebut nama itu lagi, atau aku akan menghukum mu seperti barusan." kata Aggam mengambil handuk dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"Itu tadi sebuah hukuman. ku rasa pria itu sudah benar benar sakit... sepertinya dia harus ke rumah sakit" batin Aara. beranjak dari kasur dan bersiap siap untuk berangkat ke tempat kerja.
,,,,,,,,,,,,,,
"Makan siang nanti aku akan datang menjemput mu" Kata Aggam sambil mengemudi.
"Menjual mu." Santai Aggam menjawab Aara dengan Asal.
Glek!
"J jangan becanda.." Kata Aara takut menanggapi serius ucapan Aggam
"Aku tidak becanda, jika kau terus memanggil ku anda, anda, aku benar banar akan menjual mu Aara... kau membuat telingaku sakit saja tiap kali kau memanggil ku 'anda' "oceh Aggam yang jenuh mendengar Aara sering berbicara formal padanya.
__ADS_1
"Jadi... aku harus panggil apa..." Tanya Aara yang bingung ingin memanggil apa pada Aggam.
"Kau boleh memanggil ku sayang, cinta, suami ku, hubby, misal" jawab Aggam dengan asal lagi yang membuat Aara tanpa sadar tertawa terbahak geli dengar nama nama yang Aggam saran kan buat nya.
"Hahahahaha... " Tawa Aara mendengar ucapan Aggam. Aggam tersenyum tipis saat Aara tertawa trerbahak bahak mendengar candaanya."Yang benar saja.. cocoknya panggil Tuan kejam saja"
"Sepertinya cocok juga jika tuan kejam. sesuai kan dengan karakternya sekalian ya."Jawab Aggam membalas Aara dan tersenyum miring.
Aara menghentikan tawanya dan mengulangi ucapan Aggam dalam Hati. Sesuaikan dengan karakternya??. Batin Aara dan dia tersadar apa yang di maksud oleh Aggam.
"Ti tidak yang lain saja..." Kata Aara cepat setelah berfikir maksud dari Aggam.
Aggam menahan tawanya saat Aara jadi takut dengan maksudnya tadi.
''Aku panggil kakak saja.. Gimana?'' tambah Aara bertanya pada Aggam.
"Apa kau fikir aku ini si Kendala sepupumu itu."jawab Aggam
"Andra.. Andra kak, bukan kendala." kata Aara membetulkan ucapan Aggam yang sering menamai Andra kendala.
__ADS_1
"Terserah aku saja... wajahnya yang menyebalkan itu memang cocok jika di beri nama kendala.. jika nanti aku tiba di bengkel. pasti dia akan mencari gara gara lagi karena aku kembali telat datang bekerja."Ujar aggam yang tau pasti Andra kembali memprotesnya seperti kemarin karena terlambat.