GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
Pelangi Setelah Hujan: Penjelasan Bima


__ADS_3

" Katakan Bima, apa yang terjadi. jangan mengecewakan Papa dan bunda Bima. jelaskan kan semuanya" tegas Papa Bima Mengintrogasi putranya dengan wajah yang mengintimidasi.


Bima kembali bersuara." Bima Tidak menghamili siapa pun Bunda Papa.. Bima Hanya.......


Bima menceritakan Semua dari awal pertemuannya dengan Ayuna, sampai pertemuan kedua mereka yang berakhir menikah karena permintaan terakhir ibu Ayuna. juga tidak lupa memberi tahu kan pada Papa juga Bundanya jika Ibu Ayuna Baru saja di kebumikan siang tadi.


Mendengar penjelasan putranya. Bunda Bima Bernafas Lega karena Bima tidak melakukan perkara yang paling dia larang selama ini. tidak beda jau dengan papa Bima Yang merasa lega anaknya tidak menikah karena kepergok atau karena menghamili anak orang.


" Terus mana Istri mu nak. kasihan sekali gadis itu." Tanya Mama Bima Mencari istri putranya. karena Bima Tidak membawa pulang Ayuna.


" Dia berada Di kontrakannya Bunda" Jawab Bima


"Kenapa tidak bawa istri mu datang kemari Bima" tanya Andika menyerjit. karena yang dia tau dari cerita anaknya barusan jika Istrinya tidak memiliki siapa siapa lagi.

__ADS_1


Bima Manarik Nafas berat" 'Dia tidak mau Pa. dia kekeh ingin kembali ke kontrakannya. Bima Juga tidak ingin terlalu memaksanya. Bima Takut jika dia tidak nyaman, apa lagi kami tidak saling kenal pa." kata Bima menjelaskan.


" Ya sudah, kau bersiap, lalu ke rumah istrimu temani dia di kontrakannya. coba bujuk dia pelan pelan.siapa tau dia mau datang dan tinggal di sini. benar kan Da" Ujar Papa Bima kemudian bertanya Pada istrinya.


" Iya sayang... apa yang di katakan papa Mu itu benar tidak baik dia tinggal di sana sendiri. apa lagi seorang gadis tinggal di rumah sendirian itu berbahaya"kata Bunda Bima Mengusap Pucuk kepala Putranya.


" Baik Bunda. terima kasih pa, Bunda, Karena mau mengerti Bima" Kata Bima Lembut Pada Kedua orang tuanya.


" Baik Pa" Bima Tersenyum hangat Pada kedua orang tuanya


" Ya sudah, siap siap sana. udah hampir malam. kasihan istri mu sendirian di kontrakan. apa lagi dia mesti masih bersedih" Bunda Bima Tersenyum memegang rahang Putranya yang masih duduk di bawa Lantai.


Bima Berdiri dari duduknya kemudian mencium pucuk kepala Bundanya. " Bima Bersiap dulu bunda pa." Kata Bima Di angguki kedua orang tuanya dan tersenyum.

__ADS_1


Bima Melangkah ke kamarnya di lantai dua untuk bersiap siap.


Beberapa minit berlalu Bima Sudah siap dan melangkah turun ke bawa ijin pada kedua orang tuanya untuk berangkat ke rumah Ayun.


,,,,,,,,,,,


Di jalan Bima Menyempat kan waktunya Membeli makanan untuk dirinya dan juga Ayuna. setelah itu Bima Kembali melajukan mobilnya ke Kontrakan Ayuna.


Tok tok tok


Ketuk Bima Pada Pintu kontrakan Ayuna tapi tidak ada tanda tanda ada yang brgerak di dalam sana.


Bima Memberanikan diri memutar Knok pintu." Tidak di Kunci" Batin Bima. Ayuna memang tidak mengunci pintunya. karena Ayuna belum pernah keluar dari kamarnya semenjak Bima Keluar tadi dari kontrakannya

__ADS_1


__ADS_2