
Aara hanya berdiri kaku tidak bergerak untuk mencium Aggam. Yang benar saja... Aku menciumnya...Fikir Aara
"Ya sudah. Ayo kita sarapan" Kata Aggam menarik pelan tangan Aara.Saat melihat Aara hanya diam dengan canggung Mereka pun akhirnya sarapan bersama.
,,,,,,,,
Di apartemen Rossa.
Brang! Brang! Brang!
Rossa mengamuk dan menghambur hambur semua barang barang seperti orang gila sambil menangis.
"Kenapa kau hadir di perut ku!!!" Rossa memukul mukul dirinya sendiri. Dia benar benar tidak terurus dan sudah beberapa hari ini dia terus mengamuk dan mengurung dirinya di kamarnya.
"Kau sudah gila!" Nardi datang ke apartemen Rossa dan menghentikan kegilaan Rossa yang terus memukul perutnya.
Sudah berapa hari dia sering menghubungi Rossa tapi Rossa tidak menjawab panggilannya. Dia juga juga sedikit mengkhawatirkan Rossa. Maka itu dia datang ke Apartemennya. Dan ternyata benar Rossa sedang memukul mukul dirinya sendiri.
"Bodoh.. Sekarang baru kau ingin menangis setelah apa yang telah kau lakukan.. Kau terlalu murahan jadi wanita Rossa. Lihat lah apa yang telah terjadi pada diri mu."Marah Nardi menahan Rossa yang ingin mencelakai dirinya sendiri.
__ADS_1
"Apa peduli mu..!! Pergi dari sini!!" Rossa menolak tubuh Nardi dan menyurunya pergi dari Apartemennya.
"Keras kepala.."
"Ya. Kau benar.. Aku memang keras kepala... Aku memang murahan.. Kau puas!!! Pergi!!!" Teriak Rossa Yang sudah kehilangan akal sehatnya.
"Aku akan menikahi mu jika anak dalam kandunganmu yang kau khawatir kan" Kata Nardi yang mencoba membujuk Rossa. Dia kasihan melihat Rossa yang berakhir dengan Keadaan yang sangat menyedihkan.
"Aku tidak mau... Berhenti mendekat pada ku. Pergi!!"
"Apa kau ini bodoh hah!!! Kau mendekati Aggam hanya Karena dia kaya dan mampu memberikan mu segalanya. Aku juga bisa dan mampu memberikanmu apa yang kau ingin kan. Aku tidak kekurangan uang untuk menghidupimu.aku juga memiliki jabatan. Hanya kau yang jadi wanita terlalu murahan dan bodoh"Maki Nardi muak menghadapi sikap keras kepala Rossa.
Rossa tidak lagi menjawab Nardi karena dia sudah jatuh dan tidak sadar kan diri lagi. Nardi mengangkat tubuh Rossa dan memindahkannya ke Atas Ranjang.
"Keras kepala" oceh Nardi.
,,,,,,,,,,,
Aara menatap heran pada Aggam yang menjemputnya saat makan siang. Karena Aggam memakai pakaian Formalnya.
__ADS_1
Aara naik ke mobil Aggam. " kita mau kemana. " Tanya Aara memperhatikan Penampilan Aggam yang sangat rapi.
" Kau sudah lapar" bukan menjawab Aggam malah kembali bertanya.
"Tidak terlalu lapar juga" Jawab Aara.
Aggam hanya mengangguk dan mulai melaju kan mobilnya.
Aara Hanya diam, tidak bertanya lagi. Ada apa dengan wajahnya.. Tadi pagi dia terlihat baik baik saja.. Tapi kenapa saat ini wajahnya terlihat Datar. Aishh.. Aku tidak mengerti dengan satu manusia Ini. Batin Aara yang melihat Aggam hanya berjawah datar.
Beberapa menit kemudian Aggam memarkir mobilnya di parkiran gedung pencakar langit. Walau pun ini pertama kali Aara datang ke sana. Tapi Aara tau jika itu adalah Kantor ABADIJAYA group.
Untuk apa dia membawa ku kemari. Batin Aara.
"Ayo. " Ajak Aggam mengadakan tangannya untuk Aara pegang. Karena Aggam sudah keluar dari mobil berdiri di samping Aara.
"Aku tunggu di sini saja.. Lagi pula.. Aku juga tidak memiliki keperluan di dalam sana." Kata Aara tersenyum kaku pada Aggam.
"Turun. " Perintah Aggam tidak mendengar ucapan Aara.
__ADS_1
Akhirnya Aara turun Dari Mobil. Aggam memegang pergelangan tangan Aara dan mulai melangkah masuk ke dalam kantor pencakar langit itu.