GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
Bab 148


__ADS_3

"Itu bukan namanya memerintahkan tuan muda, itu meminta tolong namanya tuan, kan uang tuan sudah sangat banyak apa salahnya jika di sedekahkan sama orang susah seperti saya tuan muda.." Jawab Asisten Idan menaik turunkan Alisnya.


"Kau benar Idan, aku akan mengirimmu untuk jihad di Palestina, jika kau sudah di sana maka aku akan bersedekah padamu, agar kau tidak mati kelaparan dia sana" Jawab Bima santai masih terus melangkah ke ruangannya dengan satu tangan di sakunya.


"Astaghfirullah" ucap Idan menepuk jidatnya sendiri. "Itu sama saja berniat untuk membunuhku tuan muda" Ujar Idan sedikit terdengar kesal.


"Aku tidak berniat membunuh mu Idan, kan orang yang mati syahid itu tidak di hisab, kau sudah terlalu banyak berbuat zholim pada ku Idan, karena setiap hari kau terus menjajah ku dengan kalimat trend mu Itu" Jawab Bima mendudukkan dirinya semula di kursi kebesarannya saat sudah tiba di Ruangan nya.


"Saya tidak berniat menjajah anda tuan muda, tapi saya hanya ingin menolong tuan untuk menghabis kan uang tuan yang sudah banyaknya pake komplit itu tuan" Jawab Idan lagi.


"Banyaklah kau punya komplit Idan," kata Bima membuka berkas yang berada di hadapannya. "Bagaimana dengan projek yang baru aku tandatangani di Singapore?" Tambah Bima bertanya pada Asisten nya


"Ada sedikit masalah tuan" Jawab Asisten Idan.


Bima menyerjit "masalah apa lagila?" Tanya Bima melihat Asisten Idan.


"Pemilik yang menangani projek itu ingin bertemu dengan anda tuan" Jawab Idan.

__ADS_1


"Kenapa kau mengatakan itu sebuah masalah, atur saja pertemuan ku dengannya," Jawab Bima sambil meneliti berkas di hadapan nya.


"Itu dia masalahnya tuan muda, dia ingin menemui tuan di Singapore."


"Ya sudah, kita kesana saja palingan hanya satu malam kan kita di sana" Jawab Bima santai menyandar di kursi nya dan memutar-mutar pelan tubuhnya melihat Asisten Idan sambil memegang pulpen di tangannya.


Asisten Idan memutari meja tuannya dan mendekati Bima kemudian berbisik di telinganya. "Yang jadi masalah besarnya saat ini tuan, kolega tuan itu seorang wanita yang wow pake buangeeettttt dan memiliki dada juga bokong yang membuat orang klepek klepek." Bisik Idan di telinga Bima.


Bima langsung mendudukan dirinya "Kau serius?" tanya Bima dengan wajah kagetnya


"Ya tuan muda" Jawab Asisten Idan kembali mendekatkan wajahnya di telinga Bima. "Kemungkinan besar dia ingin mengajak tuan muda muantap muantap deh" Bisik Asisten Idan yang membuat Bima memukul kepalanya.


"Auww sakit tuan muda" ringis Asisten Idan


"Gila.." ketus Bima pada Asistennya yang menurutnya bicara sembarangan.


,,,,,

__ADS_1


Lain halnya di sebuah perkebunan teh yang lumayan luas dan sangat asri. Aara sedang berjalan di tengah tengah kebun teh sambil mengingat semua kenangannya bersama kedua orang tuanya.


"Apa kau bahagia.." Tanya Aggam menggenggam pergelangan tangan Aara sambil berjalan


"Aku sangat bahagia kak. Tapi ngomong-ngomong apa kakak membeli kebun teh ini semula? Karena Paman Dimas sudah menjual semua kebun dan juga rumah tanpa sisa" Tanya Aara penasaran pada suaminya.


"Tidak" singkat Aggam.


"Aku serius loh kak" ulang Aara yang sangat penasaran.


"Kalau ingin tau, cium dulu" ujar Aggam sedikit membungkuk menunjuk pipinya menyuruh Aara untuk menciuminya.


Aara mengembangkan senyumannya kemudian mencium pipi suaminya dengan gemes yang membuat Aggam terbahak.


"Udah .. di jawab Dong" Ujar Aara lagi melihat suaminya.


"Kau tanya saja sama si Zaki.. dia yang membelikan ini untukmu" Jawab Aggam menahan tawanya

__ADS_1


"Tu kannnnn gemes deh....Aaaa" Aara tertawa da memukul mukul bahu Aggam.


Mereka berdua tertawa bahagia sambil berjalan jalan di perkebunan teh peninggalan Ayah Aara.


__ADS_2