GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
37


__ADS_3

Saat ini Aara dan Aggam sedang berada di hotel. Aggam duduk di balkon memikirkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya. dia pusing, jika Bima saja tidak berani memberikan nya pekerjaan apa lagi perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Ayah nya.


" Hufff Ayah benar benar tega ya .. dia menyuruh ku untuk menafkahi gadis itu, tapi dia mempersulitkan ku untuk mendapat pekerjaan. terus aku mau menafkahi gadis itu guna apa coba. Ayah seperti mengerjai ku saja. dan kemana mana pun aku tidak bebas, karena ada gadis itu yang sudah seperti ekor untukku."Gumam Aggam di balkon kamar hotel.


Drrrtttt Drrrtttt Drrrtttt


Nardi


"Hm" Jawab Aggam. Aggam sudah agak jika Nardi pasti ingin mengajaknya ke bar.


"Ayo lah dude... aku sudah di bar menunggu mu. tapi kau belum datang juga. beberapa minit dari sekarang kau harus datang ya. aku menunggu mu" Nardi langsung memutuskan sambungannya.


Aggam menarik nafas malas lalu melangkah masuk ke dalam kamar. Aggam melihat Aara yang sedang duduk bermain ponselnya.


Aggam melangkah mendekati Aara dan duduk di sebelah nya. "Aku ingin pergi sebentar. apa kau tidak mau ikut " tanya Aggam. yang pastinya nada bicaranya seperti biasa 'Angkuh.'

__ADS_1


"Tidak, aku di sini saja" Jawab Aara hanya melihat sekilas pada Aggam lalu kembali bermain ponselnya.


Aggam melihat dengan lekat wajah Aara. dia merasa gadis di sebelahnya itu tidak memiliki ketertarikan sama sakali padanya. Aggam baru tersadar akan hal itu. biasanya semua wanita yang dia temui pasti akan sering menggoda dan berusaha menarik perhatiannya. sangat jauh berbeda dengan Aara. Aara bahkan terlihat sangat cuek dan tidak peduli padanya. hanya saja gadis di hadapannya itu takut padanya, yang membuat cueknya tidak terlalu terlihat.


Aara merasa Aggam sedang menatapnya lalu mengalihkan pandangannya semula pada Aggam.


"Ada apa? " Tanya Aara sedikit menggeser tubuhnya. dia takut jika Aggam kembali aneh aneh seperti siang tadi.


"Tidak"Datar Aggam. Aggam mengepalkan tangannya tanpa di sadari oleh Aara. Apa gadis ini sama sekali tidak tertarik pada ku... atau karena pria itu (ustadz Sulaiman) yang dia sukai. batin Aggam yang merasa hatinya memanas memikirkan Aara dan Ustadz Sulaiman


"Ikut dengan ku" Kata Aggam menarik kasar tangan Aara.


Aara berusaha menarik tangannya yang di genggam kuat oleh Aggam.


" Kita mau kemana" tanya Aara cemas melihat wajah Aggam. Aara sudah berfikiran jika Aggam akan menjualnya

__ADS_1


"Apa aku perlu menjawabnya." Dingin Aggam tetap memaksa menarik Aara. tidak tahu setan apa yang masuk ke otaknya sehingga berniat membawa Aara ke bar.


"Kita mau kemana dulu"Aara mulai berkaca kaca dan memegang pada pintu yang sudah terbuka.


"Jangan sampai aku menelanjangi mu di depan pintu ini jika kau terus membantah ku Aara." ujar Aggam mengatup kan giginya.


Aara tidak punya pilihan lain selain melepas pintu itu mengikuti Aggam turun dari hotel.


Aggam langsung melajukan mobilnya ke bar tempat Nardi yang menunggu nya.


Tiba di bar Aggam memarkir mobilnya dan langsung turun dari mobil. Aara masih diam di dalam mobil tidak berniat untuk turun. apa lagi Aara melihat jika Aggam ingin masuk ke dalam bar


"Apa yang kau lakukan di dalam mobil itu. Turun!!!" kata Aggam pada Aara yang tidak bergerak dari mobil.


Aara terpaksa membuka pintu dan turun dari mobil Aggam. "Aku tunggu di sini saja." kata Aara berdiri di dekat mobil Aggam

__ADS_1


"Terserah kau, tapi jangan salahkan aku jika ada orang mabuk yang datang menghampiri mu dan menjamahmu di sini" kata Aggam dengan pedas melangkah meninggalkan Aara.


Aara mengalihkan pandangannya. dan benar saja ada beberapa orang orang yang sedang mabuk di luar bar itu. Aara langsung mengejar Aggam yang sudah mulai masuk ke dalam bar.


__ADS_2