
Di mobil Aggam hanya diam dengan wajah datarnya. Aara melihat ke Arah Aggam yang tidak bertanya sama sekali tentang yang dia dengar tadi. Dan Aara juga Sadar dengan sikap Aggam yang mendiaminya.
Aara menarik nafas berat. Dia bingung ingin memulai nya seperti apa pada Aggam.Akhirnya Aara juga memilih untuk diam saja.
Tiba di Kontrakan Aggam juga masih berwajah datar. Turun dari mobil dan langsung melangkah masuk ke dalam kontrakan tanpa menunggu Aara.
Aggam kecewa dengan sikap Aara yang tidak ingin menceritakan hal sebenarnya pada nya. Dia merasa jika Aara sama sekali tidak menganggapnya.
Jika dia tidak mengetahui nya dari Kinara dan Andra mungkin Aara juga tidak akan menceritakan apa pun padanya. Fikir Aggam
Aggam mengambil handuk dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Dia juga hanya melewati Aara tanpa melihat ke arahnya.
Aara sedih dengan sikap Aggam yang sangat dingin padanya. Dia juga merasa bersalah karena tidak menceritakannya pada Aggam tentang hal yang sebenarnya.
,,,,,,,,,,
Aggam mengambil kasur kecilnya dan melebarkannya kemudian membaringkan tubuhnya di sana. Padahal dia biasanya tidur bersama dengan Aara di kasur. Tapi karena Hatinya lagi tidak baik baik saja dia memilih tidur seperti sebelumnya.
__ADS_1
Aara yang baru dari toilet mondar mandir di hadapan pintu kamar. Dia ragu untuk masuk ke dalam sana.
Aara menarik nafas dengan dalam dan mengeluarkannya dengan perlahan. perlahan mulai masuk ke dalam kamar.
Cklekkk
Aara melihat Aggam yang sudah berbaring menyamping dan menutup kedua bola matanya. Dia juga memang sangat lelah hari ini bekerja di bengkel Andra yang lagi ramai pelanggan.
Aara kembali menarik Nafasnya. Meraih ikat rambut miliknya, dan mengikat rambutnya melangkah mendekati Aggam dengan perlahan.
Aara mendudukkan dirinya di punggung Aggam. Aara perlahan mengangkat tangannya ingin menyentuh bahu Aggam. Tapi dia kembali menahannya.
Aggam sadar dengan apa yang di lakukan oleh Aara, hanya saja dia benar benar kecewa dengan sikap Aara yang tidak mau jujur padanya.
" Kak, Apa kakak sudah tidur" Tanya Aara menyentuh dengan lembut bahu Aggam.
Aggam diam saja meski dia mendengar Aara yang bertanya padanya.
__ADS_1
"Kak, Apa kakak ingin aku memijat kakak. Kelihatannya kakak lelah sekali hari ini" Tanya Aara lagi dengan Hati hati. Dia mencoba untuk membujuk suaminya karena dia sadar jika dia bersalah saat ini.
Aggam Masih tetap diam. Aggam sebenarnya tidak marah pasal ponsel dan uang yang di ambil oleh tante dan sepupu Aara. Bagi Aggam itu sama sekali tidak Ada Harganya. Dia hanya tidak suka dengan sikap Aara yang tertutup padanya.
Aara kembali menarik nafas. Melepas tangannya dari bahu Aggam. "Maaf" Lirih Aara. "Maaf kan aku yang tidak jujur pada kakak"Suara Aara sudah mulai berubah serak, perlahan Kristal bening jatuh dari kelopak matanya.
Aara melihat Aggam yang sama sekali tidak bergerak. perlahan membalikkan tubuhnya ingin berdiri untuk naik ke atas kasurnya.
Tiba tiba Sebuah pelukan hangat yang memeluknya dari arah belakang. Aara reflex memegang lengan kokoh milik suaminya yang melingkar di perutnya.
Aggam menarik Aara kedalam pelukannya dan mengusap air mata Aara yang tadi sempat dia keluarkan.
" Kenapa kau menangis." Tanya Aggam lembut menempelkan telapak tangan lebarnya di wajah bulat Aara.
" Karena kakak marah pada ku" Lirih Aara.
" Siapa bilang aku marah.. Aku tidak marah Honey.. Aku hanya kecewa dan tidak suka dengan sikap mu yang tertutup pada ku... Aku merasa seperti suami yang sangat kejam sehinggah kau tidak ingin berbagi pada ku."Lembut Aggam terdengar sangat perhatian.
__ADS_1
" Tapi tunggu. Memang selama ini aku suami yang kejam kan" Tambah Aggam terkikik sendiri mengingat ucapannya barusan.