
Keesokan harinya di kamar Aggam masih di mension ayah nya.
Uwekkk Uwekkk Uwekkk
Pagi hari Aara kembali muntah muntah seperti semalam di Villa." Sayang.. ada apa dengan Mu .... Kita ke rumah sakit sayang tidak ada bantahan lagi. Harus ke rumah sakit. Aku sangat mengkhawatir kan keAdaan mu." Khawatir Aggam pada Aara yang baru keluar dari Kamar mandi.
Aara mengangguk menjawab suaminya. " Kak, Apa baju kakak bisa di ganti saja." Kata Aara Hanya mengikuti kata Hatinya saat melihat warna baju suaminya mengganggu pemandangan nya.
Mendapat pertanyaan seperti itu dari istrinya. Aggam langsung melihat ke arah bajunya yang menggunakan jas berwarna Abu abu dengan kemeja putih di dalamnya.
" Baik Lah sayang aku ganti dulu. Setelah itu kita ke rumah sakit ya" Jawab Aggam dengan lembut Walau pun dia merasa Aneh dengan permintaan istrinya tapi tetap saja dia masih menurutinya.
Beberapa minit berlalu Aggam sudah keluar dari ruang ganti dengan menggunakan jas hitam juga kemeja hitam di dalamnya.
"Loh, kok hitam lagi kak., Kan sama juga yang tadi itu kak..." protes Aara pada Suaminya.
" Beda la sayang.. Tadi kan abu abu.. Ini kan hitam sayang" Kata Aggam tetap meladeni sikap aneh dari istrinya.
" Tunggu sebentar." Kata Aara melangkah masuk ke dalam ruang ganti mengambil satu kemeja buat suaminya yang bewarna pink dan membawanya pada suaminya. Aggam mengangkat satu Alisnya melihat istrinya membawa kemeja bewarna pink.
" Di mana kau mengambil baju bewarna pink itu sayang" Tanya Aggam karena yang dia tau dia tidak memiliki baju kemeja yang bewarna pink di lemarinya.
" Udah kak, Tidak usah banyak tanya. ganti saja baju kakak menggunakan kemeja ini." Kata Aara santai dan tersenyum manis.
__ADS_1
Aggam membola kan kedua netranya saat Aara menyuruhnya menggunakan baju yang bewarna pink. Tentu saja dia tidak ingin menggunakannya. Yang benar saja. Batin Aggam tersenyum kecut pada istrinya.
"Ayolah kak, Kata nya mau kerumah sakit. Kakak mau ke kantor juga kan... Apa kakak tidak takut telat nanti kak" Kata Aara menyodor kan kemeja buat suaminya. Sambil mengedip ngedip kan matanya.
Mau tidak mau Aggam terpaksa mengambil kemeja yang di berikan oleh istrinya dan memaksakan senyuman di wajahnya.
Dia kembali ke ruang ganti dan memakai baju bewarna pink yang lumayan terang. Ah, mimpi apa aku semalam... Kenapa aku apes sekali hari ini... Batin Aggam yang tetap memakai bajunya.
Setelah itu dia kembali menghampiri istrinya yang sedang menunggunya di luar." Loh, kok guna jas sih sayang. Kan tidak terlihat baju pinknya sayang" Kata Aara membuka jas suaminya.
Aggam tersenyum senang karena Aara memanggilnya 'Sayang' " Ya sudah, Jasnya di buka saja" Kata Aggam membuka Jasnya dengan semangat empat lima. dia tidak peduli dengan warna kemejanya lagi. Dia sangat bahagia dengan panggilan Aara padanya.
Aara dan Aggam melangkah turun ke bawah menaruh jasnya di lengannya dengan satu tangan menggandeng tangan istrinya. Di meja makan sudah Ada Kusuma dengan Sarah juga Bima yang sedang menunggunya.
Byurr!
Uhuk uhuk uhuk
Kusuma yang sedang meminum kopinya langsung menyemburkannya dan terbatuk melihat Aggam yang menggunakan kemeja bewarna pink. karena dia tau putranya itu sangat tidak menyukai warna satu itu.
Aggam menatap tajam pada Bima yang menyindirnya. Juga menatap kesal pada Ayah juga Mamanya yang sedang menahan tawanya.
" Hai kak Bima" Sapa Aara pada Bima.
__ADS_1
" Hai juga cantik" Jawab Bima mengedip kan satu matanya pada Aara yang membuat Aggam melototinya.
"Yang lagi bucin Akut. Jangan sampai ke rumah sakit karena meledak" Bima tidak henti hentinya terus membuat Aggam Jengkel padanya.
" Mengganggu di pagi hari saja... Membuat mood berantakan " Ketus Aggam pada Bima.
Bima memperlihatkan deretan gigi rapinya saat Aggam ketus padanya." Kalian mau kemana" Tanya Bima juga ikut sarapan bersama mereka.
" Aku mau ke rumah sakit sebentar menghantar istri ku"Kata Aggam.
" Kakak ipar sakit" Tanya Bima menyerjit.
" Kenapa tidak sekalian saja kau tinggal di luar negeri. Lama banget di sana. Ku kira kau sudah akan pindah negara" Ledek Aggam karena Bima Baru saja pulang kemarin dari luar negeri. dan tidak mengetahui apa yang menimpa Aara baru baru ini. banyak hal yang Bima sudah lewatkan. dia bahkan tidak tau jika Rossa sedang berada di sel tahanan.
" Wah... Tante cantik calon istri ku. Ternyata calon anak tiriku sedang merindui ku" Balas Bima berbicara pada Sarah mengejek Aggam yang membuat Kusuma menatap tajam ke arahnya.
" Enak saja calon istri kata mu. Awas saja kau, Ku laporin kau pada Papa mu. Berani beraninya menggoda istri ku" Kesal Kusuma Pada Anak sahabatnya yang sering berbicara semaunya mengikuti jidatnya saja.
" Jangan dong Paman.. Cuma canda dikit Doang udah bawa bawa papa. paman tidak asik deh"
Kusuma menggeleng melihat Bima" heran Deh.. Bagaimana Andika bisa memiliki Anak modelan kayak gini" Gumam Kusuma. karena Andika sahabatnya itu sangat pendiam. begitu pun istrinya yang lemah lembut. Tapi Bima sangat cerewet dan berbicara semaunya. Sebenarnya Kusuma sangat bangga dengan anak sahabatnya itu yang tidak terjerumus pada minuman minuman keras seperti Aggam. Juga sangat menjaga kehormatan wanita. Kusuma tau jika Bima sangat menghormati seorang Wanita.
,,,,,,,,,,,,
__ADS_1
Di rumah sakit Aara sedang di periksa oleh Dokter. Aggam menunggu Istrinya di luar juga ada Bima, Karena tadi Bima mengikuti Aggam kerumah sakit.