GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
85


__ADS_3

Sore hari Aggam sudah bersiap siap ingin pulang dari kerja. Hari ini dia sedikit ke lelahan karena lumayan ramai yang mendatangi bengkel Andra.


Aggam duduk mengistirahatkan kan tubuhnya sebentar. Tiba tiba terdengar suara wanita yang mendatangi Bengkel Andra.


"Assalamualaikum" Salam Kirana istri Andra dengan perut yang sedikit membuncit. Karena Kirana memang sedang hamil Lima Bulan.


"Waalaikumsalam. Sayang., kenapa kau ke sini enggak bilang bilang... Naik apa kau ke mari sayang" Tanya Andra lembut pada Istrinya dengan wajah Khawatir.


"Ikut teman tadi mas. " Kata Kirana mengalihkan Pandangannya pada Aggam yang juga melihat Ke Arahnya.


"Mas, bukannya itu suaminya Aara ya.." Bisik Kirana yang memang tidak mengetahui jika Aggam bekerja di bengkel suaminya.


"Iya... Dia bekerja di sini" santai Andra menjawab istrinya.


"Jangan becanda mas" Bisik Kirana Lagi yang tidak percaya dengan ucapan suaminya yang memang suka bercanda.


" Benar sayang... suami Aara memang bekerja di sini karena dia sudah jatuh miskin. Kasian sekali kan" Andra sengaja membesar kan suaranya Agar Aggam mendengarnya.


Sinting. Batin Aggam yang tau Andra memang suka cari gara gara dengannya.


Sebenarnya Andra tidak benar benar membenci Aggam. Dia hanya ingin jika Aggam bisa menjadi suami yang baik untuk adik sepupunya. Dia tau seperti apa penderitaan yang di alami oleh Aara semenjak kedua orang tuannya meninggal. Tapi dia juga tidak bisa berbuat apa apa, karena Aara sudah terlanjur di jaga oleh paman Dimas, dan Aara juga sudah nyaman tinggal bersama pamannya. Walau pun dia sering di tindas oleh tante dan Sepupunya (Fadilah)nya tapi dia tetap sudah nyaman di sana. Karena paman Dimas sangat menyayanginya.


Andra bersikap seperti itu pada Aggam, dia hanya ingin melihat Aara bahagia. Dia ingin jika Aggam bisa menjaga dan menjadi imam yang baik buat Aara dan anak anak mereka kelak.


"Hai Tuan, Anda benar benar bekerja di sini" tanya Kirana pada Aggam dan tersenyum manis.

__ADS_1


Aggam membalas senyuman Kirana. "Iya.. Panggil saja Aku Aggam jangan memanggil ku tuan" Kata Aggam pada Kirana.


"Arh.. Benar kah baik lah. Aara nya mana " Tanya Kirana Ramah pada Aggam. Andra hanya cuek saja mendengar istrinya berbicara pada Aggam.


"Di Toko" singkat Aggam masih tersenyum.


Kirana mengangguk kemudian mengalihkan pandanganya pada suaminya" Mas, kita ke toko tempat Aara bekerja ya, aku pengen Ketemu dia mas, dia udah lama banget tidak datang ke rumah" Kirana memelas pada Suaminya.


Andra ingin menolak karena sebentar lagi maghrib. apa lagi Kirana sedang hamil. tapi saat melihat wajah memelas istrinya Andra terpaksa mengangguk pelan mengiya kannya.


,,,,,,,,,,


Di toko Aara Aara sedang menutup toko Elina.


" Sayang.. jangan berlari, kau bisa terjatuh" tegur Andra Khawatir melihat istrinya yang sedikit berlari.


Aara Yang sedang menutup toko mengalihkan pandanganya ke belakang, Arah sumber suara Kirana.


Aara melihat Aggam Andra dan Kirana Yang sedikit berlari ke arahnya. Mereka bertiga melangkah menghampirinya.


"Kak Kirana. Kenapa kakak berlari, bagaimana jika kakak terjatuh" ucap Aara membalas pelukan Kirana Yang memeluknya dengan erat.


'' Kakak sangat merindui mu Aara. Kenapa kau tidak pernah mampir ke rumah lagi. " Kata Kirana melepas pelukannya pada Aara.


"Aku sibuk kak akhir akhir ini" Kata Aara melihat pada Aggam yang juga sedang menatapnya.

__ADS_1


"Owh benar kah.. Sibuk buat anak maksudnya" Canda Kirana.


" Bicara Apa sih kak" malu Aara mendengar ucapan Kirana.


"Iya iya lah, kan pengantin baru tu. Lagi anget angetnya" Kirana menaik turun kan alisnya melihat Aara dan tersenyum jahil.


Aara menutup mulut cerewet istri sepupunya itu yang membuatnya malu" Udah kak, berhenti bicara ke mana mana" bisik Aara masih menutup mulut Kirana.


Aggam tersenyum tipis mendengar ucapan istri Andra. Andra hanya menggeleng mendengar ucapan istrinya yang suka bicara semaunya.


"Makan Yuk. Lapar ni" ajak Kirana setelah Aara melepas tangannya yang membungkam mulut cerewetnya.


Aara melihat ke arah suaminya. Karena dia tidak berani menjawab Kirana jika tidak di setujui oleh Aggam.


Aggam mengangguk menjawab Aara dan tersenyum pada istrinya.


"Boleh kak." Jawab Aara. Mengulum senyuman di balik cadarnya.


Andra melihat jamnya." tapi Kita ke masjid dulu, soalnya sudah hampir Solat maghrib sayang.'' Kata Andra mengusap lembut kepala Kirana yang di baluti Jilbab.


"Bagaimana Aara"


" Ayo " Aggam yang menjawab Kirana kemudian menggandeng tangan Aara.


Mereka berempat melangkah ke Mobil masing masing untuk berangkat ke masjid sebelum mencari rumah makan.

__ADS_1


__ADS_2