GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM

GADIS BERCADAR PENGANTIN PENGGANTI TUAN KEJAM
89


__ADS_3

" Arg, geli.. Jangan dong kak" kata Aara sambil tertawa menahan tangan Aggam yang mencubitnya. " Terus kalau kaka, tidak mau Aku panggil kakak' jadi mau di panggil apa. Om, paman, kakek, ayah" Canda Aara menahan tawanya dengan nada sedikit mengejek.


" Kau mengejekku"Kata Aggam melototinya.


"Kenyataan memang kau sudah tua kan" Gumam Aara memalingkan wajahnya.


"Apa kata mu" Kata Aggam semangkin melototi Aara.


Aara hanya tersenyum memperlihatkan deretan gigi rapinya.


" Gimana, kalau kita buat saja anak sekarang.. Kita kan belum malam pertama" Canda Aggam membalas Aara.


"Apaan sih kak, kemana mana deh" Aara melepas pelukan suaminya dan naik ke atas kasurnya.


Aggam bangun dan ikut Aara naik ke atas kasurnya." Dosa loh tolak ajakan suami Aara" Kata aggam menjahili Aara sambil menjalankan tangannya di perut ramping istrinya.


Wajah Aara jadi berubah Tegang karena ulah Aggam yang menjahilinya.


Argh Sial. Batin Aggam saat Tongkat saktinya benar benar mulai menghunus mencari lawannya.

__ADS_1


" Tidur lah sayang. Kau terlihat sudah sangat ngantuk" Kata Aggam menepuk nepuk pucuk kepala Aara. mengakhiri keisengannya yang membuat dia sendiri yang panas dingin.


Aara mengangguk kemudian menarik selimut menutupi tubuhnya menyembunyikan wajahnya yang memerah sepertri tomat karena Aggam Memanggilnya dengan sebutan 'sayang'


Aggam juga menahan diri sambil berusaha memejam kan matanya. Jahil sekali kau Aggam. lagi pula sejak kapan kau pintar jahil Aggam. batin Aggam pada dirinya sendiri.


,,,,,,,,,,


Keesokan Harinya Aara bersiap siap untuk solat subuh. Tiba tiba Aara mengingat kemarin Aggam. yang ikut solat Maghrib di masjid


Aara mendekati Aggam perlahan membangunkannya.


Aggam membuka mataya saat sadar Ada yang membangunkannya.


" Aara. Ada Apa" Tanya Aggam dengan suara seraknya dengan mata yang melihat wajah Aara samar samar.


" Kenapa Sayang" kata Aggam memegang wajah Aara yang sudah siap dengan mukenanya.


" Apa kakak tidak mau ikut solat. " Tanya Aara tersenyum manis pada suaminya.

__ADS_1


" Kenapa wajah mu di subuh hari sudah bikin diabetes sayang" Kata Aggam juga tersenyum pada Aara mencubit pipi istrinya yang lagi i memerah akibat panggilan sayang darinya.


" Ayo kak, apa kakak tidak mau solat" tanya Aara.


" Ya sudah. Aku siap siap dulu" kata Aggam bangun dari tidurnya dan langsung menuju kamar mandi di luar kamar.


Dia mau solat.. Apa aku tidak salah. Ah, syukur lah. Terimakasih ya Allah. Batin Aara yang sangat bahagia karena Aggam mau ikut solat bersamanya.


Beberapa minit berlalu akhirnya mereka berdua solat berjemaah dengan di imam kan oleh Aggam.


Saat memberi salam Aara tanpa sadar menjatuhkan air matanya. dia sangat terharu dan bahagia, karena sang pemakbul mendengar doanya dan menjawab doanya dengan sangat cepat jauh dari yang dia bayangkan.


Akhirnya doanya Yang ingin di imami oleh suaminya suatu hari kelak sudah termakbul kan, yang membuat Aara tanpa henti memanjatkan rasa syukur dalam hati.


Aggam dan Aara sama sama berdoa.selesai berdoa Aara menyalami suaminya sedikit lama. selesai mengalami suaminya. Aara langsung memeluk Aggam dan menyandarkan wajahnya di dada bidangnya suaminya.


Aggam sedikit kaget dengan respon Aara yang tiba-tiba memeluknya. sedetik kemudian Aggam juga membalas memeluk istrinya.


" Ada apa sayang... kau tidak seperti biasanya..." tanya Aggam mengusap usap punggung Aara.

__ADS_1


Aara hanya menggeleng masih mendekap suaminya dengan erat. entah mengapa dia merasa sangat bahagia.


__ADS_2