
Daniel meraba sisi ranjang yang kosong, matanya mencari dimana istrinya berada. "Angel dimana, kenapa aku ditinggal sendiri di kamar ?" Daniel segera menyalakan ponselnya yang semalam telah ia matikan supaya tidak ada seorangpun yang menganggu malam pengantinnya bersama istri cantiknya.
Puluhan pesan masuk pada aplikasi chat nya yang berasal dari 2 sahabatnya yang ia tahu pasti untuk menggagalkan malam pengantinnya, ia menulis pesan pada istrinya
My Wife ❤ : "Sayang kamu dimana ?"
My Love : "Aku sedang memompa asiku di kamar mama, kita bertemu 15 menit lagi di restoran bawah untuk makan siang bersama dengan yang lainnya."
" Dugh...dugh..." bunyi suara pintu kamar hotelnya di ketuk oleh seseorang dengan tidak sabarnya. Daniel membuka pintu kamarnya. "Mau apa kau kemari ?" tanya Daniel dengan sinis pada Sahabatnya Thomas yang memasang wajah konyolnya. " Mengapa kau mematikan ponselmu ? membuatku repot harus mencari tahu dimana letak kamarmu. Wow....apa kau ingin pamer sisa sisa percintaan kalian semalam ?," omel Thomas pada Daniel melihat tanda kiss mark pada dada bidang Daniel " Kalau kau tahu mengapa masih menggangguku. Sedang apa kau disini ?" tanya Daniel sedikit terheran tidak biasanya sahabatnya berada di hotel yang sama dengannya. " Cih, Pengantin usang...sudah mempunyai anak masih mau malam pertama. Apa kau tidak mempunyai malu dengan kedua anakmu?" decih Thomas. Daniel tidak menanggapi pertanyaan Thomas dan segera membersihkan diri dan menemui istri dan kedua anak kembarnya untuk makan siang.
Lima belas menit kemudian Daniel memasuki restoran hotel bersama dengan Thomas. Dari jauh putri kecilnya yang berada dalam gendongan Angel meronta melihat kedatangan papa kesayangannya. " Ah...ah...ah..." celoteh si kecil Mika sambil menggerak gerakan kedua tangannya meminta papanya untuk segera mendekat padanya.
" Princess papa, Mika kangen ya sama papa?" tanya Daniel seraya menciumi pipi bulat putri kesayangannya dan mengisapnya sehingga bayi cantik itu tertawa dengan senang. Melihat bahwa putrinya tertawa karena perlakuan yang ia berikan Daniel kembali menghisap pipi bulat putrinya kembali. Angel melotot pada Daniel untuk menegur suaminya agak berhenti menghisap pipi putrinya dan segera menyapa putra mereka juga yang sepertinya juga ingin mendapat ciuman dari papanya.
Daniel menyeka salivanya pada pipi bulat putrinya dan segera mencium bibir istrinya. Rupanya hal itu membuat putra kesayangannya protes melihat papanya malah mencium mamanya. " Ah..ah..ah..." ujar bayi tampan itu seakan protes pada papanya. " Hallo boy...apa Sky juga merindukan papa ?" tanya Daniel seraya mencium pipi putranya, tetapi putranya itu malah menjambak rambut Daniel dengan kencang. " Aduh boy..." Angel segera memegang tangan putranya itu dan menggelengkan kepalanya untuk menegur putranya untuk melepaskan jambakannya.
__ADS_1
" Kenapa Sky selalu posesif jika aku mencium mu?"
" Lihat mama sedang menegurmu, mama bilang Sky tidak bole berbuat seperti itu pada papa," ujar Daniel mengartikan isyrat tangan Angel dan mencium tangan kecil putranya yang tadi menjambak rambutnya.
" Kau sangat posesif tuan muda kecil."
" Apa kalian tidak mampu membayar makan siang kalian sampai harus bergabung dengan meja keluargaku?" tanya Daniel pada kedua sahabatnya yang sudah duduk manis satu meja dengannya.
" Mamamu yang mengundang kami untuk bergabung, tadi malam Thomas memaksaku untuk menginap, jika bukan putraku sudah tertidur pulas pada sepupumu aku tidak akan mau sekamar dengannya," adu Roby.
" Sudah..mari kita makan," ucap Andrew menegur ketiga pemuda yang selalu tidak mau mengalah dalam segala hal.
Tiba tiba putra Roby menangis kencang saat mereka sedang memakan makan siang mereka. " Maaf aku permisi dulu menenangkan putraku," pamit Roby.
__ADS_1
Sumber foto dari Pinterst
Clara yang melihat kesulitan Roby untuk menenangkan tangis putranya yang semakin kencang dan menjadi perhatian tamu di restoran, segera menyelesaikan makanan di piringnya dan segera menyusul pria itu tuk membantu menenangkan bocah menggemaskan itu yang sudah mencuri hatinya sejak semalam.
"Kak Roby, biarkan aku yang menggendong Matthew, siapa tau Matthew akan reda tangisnya," ujar Clara.
" Maaf merepotkanmu lagi, tidak biasanya Matthew bertingkah seperti ini."
" Mungkin ia asing dan merasa sedikit tidak nyaman kak." Dan benar saja tidak lama tangis putra Roby mereda dan menaruh kepalanya di pundak Clara seakan dirinya menemukan kenyamanan seorang ibu pada Clara.
" Kak, lebih baik kau habiskan makan siangmu. Biar aku yang menjaga Matthew di taman samping restoran biar Matthew bisa menghirup udara segar."
" Baiklah, aku kan segera menemuimu di taman. Aku titip putraku, boy....patuh pada onti Clara ya ?" ucap Roby dan menunduk mencium pipi putranya saat itu mata keduanya beradu pandang, Clara segera memutus tatapan mata Roby untuk menetralkan hatinya yang entah mengapa berdetak kencang.
Tbc
__ADS_1