
Suara jangkrik dan burung hantu mengalun menghiasi malam. Angel yang sejak tadi menahan kantuknya terus menahan kelopak matanya agar tidak menutup. Ya Angel tengah melawan rasa kantuknya sambil menatap kain penyekat yang ia buat di kamarnya, ia menyekat ruang kamarnya menjadi dua. Hal ini terjadi karena Daniel tanpa sopannya sering masuk ke kamar Angel tanpa permisi dan kemarin Daniel masuk saat Angel tengah berganti baju atau tiba tiba bangun dengan Daniel yang tertidur di sebelahnya, mengingat hal itu tentu saja membuat angel marah kembali.
Jika saja Angel bisa tidur di rumah orang tua angkatnya, tentu saja ia dengan senang hati akan tidur di rumah ambu dan abah, mereka mempunyai banyak kamar di rumahnya, dan ia tidak perlu takut lagi Daniel akan masuk ke dalam kamarnya saat ia tengah tertidur nyanyak.
Sayangnya, saat beberapa hari lalu saat ia mencoba tidur di rumah orang tua angkatnya, Angel sama sekali tidak bisa tidur entah mengapa ia merasa begitu mual dan juga kamar terasa panas padahal ia sudah menggunakan kipas angin. Angel merasa tidak nyaman padahal kasur yang ia gunakan terasa sangat empuk, sangat jauh berbeda dengan kasur yang ia gunakan di rumahnya.
Sekuat apapun Angel menahan rasa kantuknya ia tetap merasa tersiksa. Tepat jam 12 malam Angel dengan susah payah mencoba bangkit dari posisi berbaringnya. Dengan mengendap ngendap Angel keluar dari kamarnya dan ia melihat Daniel yang tengah tertidur di atas tikar, sejenak ia memperhatikan rupa pria tampan yang sedang tertidur di hadapannya. "Pria jahat ini apa dia nyaman tidur dengan posisi duduk seperti itu ?" Angel meneruskan langkahnya tuk keluar dari rumah kecilnya, malam ini ia memutuskan tuk tidur di rumah ambu dan abah.
__ADS_1
Meskipun suasana terasa menakutkan, Angel mempercepat langkahnya menuju rumah ambu dan abah. Setiap malam pintu belakang rumah abah dan ambu tidak pernah di kunci, karena takutnya Angel butuh sesuatu dan masuk dari pintu belakang.Aan dan Kokom memang tidak khawatir pencuri akan masuk ke dalam rumahnya, karena desa mereka cukup aman hampir tidak mungkin ada pencuri.
Dengan langkah yang hati hati, Angel akhirnya tiba di rumah kedua orang tua angkatnya. Tepat seperti perkiraan Angel, pintu belakang sama sekali tidak terkunci. Dengan perlahan Angel masuk menuju ruang keluarga, tapi langkahnya terhenti ketika ia mendengar percakapan beberapa orang dari sana. Angel bersembunyi di balik dinding penyekat ruang belakang dan ruang keluarga.
"Kami sudah melakukan semua rencana yang kamu buat, lalu apa lagi yang kamu permasalahkan ?"
"Aku belum mendapatkan apa yang aku inginkan, itu artinya kalian belum bisa lepas tangan. Kalian harus membantuku sampai akhir !"
__ADS_1
Kini terdengar suara Revan dari ruang keluarga, tapi Angel bisa menyimpulkan jika kedua orang tuanya mempunyai kesepakatan dengan Revan. Ah...Angel baru ingat jika saat ini Revan sudah diperbolehkan pulang oleh pihak puskesmas, tapi Angel belum sempat bertemu kembali dengan Revan karena Daniel yang selalu saja berhasil menghalangi niatnya dan selalu membuatnya kesal dengan semua tingkah Daniel.
"Kami akan memastikan jika Angel akan kau dapatkan, tapi kamu sendiri harus menepati janjimu untuk menjadi milik kami. Jika apa yang terjadi tidak sesuai dengan perjanjian itu artinya kami harus menjalankan rencana awal kami."
Suara Aan yang terdengar membuat Angel tertegun. Apa makasudnya? kenapa mereka menyebutkan namanya dan membawa bawa dirinya dalam pembicaraan mereka ? Angel menajamkan pendengarannya untuk kembali mencuri dengar. Angel ingin mendapatkan penjelasan atas rasa bingung yang kini menderanya.
Tbc
__ADS_1