
Daniel melirik istrinya yang sedari tadi mendiamkannya gara-gara berfikir jika dirinya lah yang menjanjikan es krim pada kedua anak kembar nya.
" Sayang...udah dong marah nya," bujuk Daniel seraya duduk mendekat pada istrinya yang sedari tadi mendiamkan nya dan memilih asyik dengan menggambar design perhiasan untuk meredam kekesalannya pada suaminya yang selalu saja memanjakan putrinya.
" Wah bagus sekali gambar nya sayang...ehm tapi kelihatan nya ini terlalu besar permata nya coba di kecilkan lagi yang."
Tampak sang istri mendengarkan masukan darinya dengan menghapus dan menuruti perkataanya membuat Daniel percaya diri dan memberikan masukkan-masukkan darinya seraya menjatuhkan kepala nya di bahu sang istri seraya mencium wangi tubuh yang selalu membuatnya merasa nyaman, sampai tiba-tiba...
" Mengapa kau menganggu sketsa ku ? Sana...kau berat sekali." isyarat jemari Angel seraya mendorong bahu nya agar kepala suami nya tidak menempel lagi pada nya.
" Sayang....," rengek Daniel seraya memeluk tubuh Angel.
" Lepaskan, aku mau ke kamar."
" Kamar ? Yess !!" batin nya dalam hati sambil bersorak girang akhir nya dirinya bisa juga bermesraan dengan istrinya selagi anak-anak nya pergi.
" Yuk....," ujar nya dengan semangat sambil menarik lembut tangan istrinya.
Angel melepas genggaman tangan Daniel dari tangan nya, " aku ingin beristirahat sendiri di kamar, kamu lanjutkan pekerjaanmu sambil menunggu anak-anak kembali."
__ADS_1
" Ta-tapi sayang.."
" Lanjutkan pekerjaanmu atau kau tidur di kamar anak-anak nanti malam," ancam Angel sambil melotot.
" Agh...sial baiklah nyonya Daniel, sekarang kau bisa bebas tapi jangan harap nanti malam kau bisa lepas dari hukumanku," lirih Daniel sambil tersenyum smirk.
Daniel kembali melanjutkan pekerjaan nya sampai perhatian nya teralih saat suara gaduh sang putri membuka pintu ruangan nya sambil memanggil namanya, " papah....papah...yiat ni Mika beyiin kek es klim buat papah," ujar putri nya dengan berseri-seri menuju meja kerja papa nya.
" Wah baik nya princess papa," ujar Daniel seraya mencium puncak kepala putri nya.
" Koq mama gak ada pa ?" tanya putra nya.
" Oke papah !" ujar keduanya dengan kompak.
" Kalian kemana saja, kata nya cuma beli es krim doang dan ini kenapa baju nya Mika bisa berbeda ?"
" Mika bocen pengen beyi baju balu papah."
" Bohong....tadi Mika ngompol pa di mall jadinya uncle Bram harus membeli baju baru untuk nya," adu putranya.
__ADS_1
" Hwaa....papah.....Sekai dahat itu !"
" Kenapa Mika sampai bisa mengompol di celana ?"
" Mika ngompol gala-gala ongkel cama Sekai papah, meyeka gak mau dengelin Mika padahal Mika tadi udah biyang mo pipis." adu nya.
" Liar....when you told me ?"
" Mika nda bohong...tadi kan Mika udah sepik-sepik cama Sekai tapi Sekai dan ongkel gak mau dengelin Mika." jawab kembaran nya dengan sewot.
*sepik-sepik \= speak
" Kapan ?"
" Iiiih....tadi kan Mika udyah sepik tapi Sekai nya hanya diem aja papah."
" Tadi kamu cuma diem aja sambil menatap----aish ! Mana aku tau kalau kamu mo pipis Mikaaaa !" dumel pria kecil itu dengan kesal seraya mengingat jika saudari kembar nya itu kalau sudah gak bisa menahan pipis hanya bisa diam sambil melihat orang yang berada di dekat nya saja dan berharap orang itu mengetahui isi hatinya.
" Pokok nya tetep cayah Sekai, kan Mika udah sepik cama Sekai !" ujar nya dengan sebal
__ADS_1
Tbc