
" Sayang....aku kangen banget, kamu beneran gak mau nyusul aku ke amerika? aku gak bisa tidur yang di sini kalo gak meluk tubuh kamu," adu Daniel dengan tersiksa karena tidak bisa memeluk tubuh istrinya setiap malam.
Setelah melepas kangen mengobrol dengan sepasang anak kembarnya Daniel akan melanjutkannya dengan berkeluh kesah pada istrinya itu dan tidak pernah menyerah tuk merayu istrinya agak menyusulnya ke New York, padahal ini hari ketiga dirinya berada di amerika tapi lihat....Daniel sudah mengeluh jika dirinya tidak bisa tidur tanpa kehadiran istrinya di sisinya.
Sumber photo dari Pinterst
" Jika aku menyusulmu ke amerika gimana dengan anak-anak?"
__ADS_1
" Kan ada mama...biar anak-anak dijaga oleh mama dan kamu menyusul aku ke amerika, aku kesepian di sini dan tidak enak makan dan tidur seperti ada yang kurang jika tidak melihat kehadiranmu di dekatku. Kamu mau yah menyusulku ke amerika sayang?" rayu Daniel sekali lagi. Asisten Bram yang berada dalam kamar Tuan mudanya mencibir dalam hatinya, "bucin baru, baru saja dua hari berpisah dengan istrinya sudah merengek seperti anak ayam kehilangan induknya. Nyonya muda sungguh telah membuat Tuan muda berubah 360 derajat, dulu mana pernah tuan muda merengek pada wanita." batin nya dalam hati sambil menatap jengah melihat kelakuan tuan mudanya itu yang sedang video call dengan istrinya.
" Astaga aku lupa, sayang kamu belum makan siang...di sana sudah jam 1 siang kan dan kau belum makan siang," isyarat Angel sambil terkejut karena dirinya lupa jika di amerika berbeda waktu 12jam dengan disini.
" Sayang, aku tidak bernafsu aku rindu masakanmu sayang," ucap Daniel dengan menampilkan puppy eyes nya.
"Tuan muda, cobalah makan sedikit sejak di New York anda makan sangat sedikit," ujar Bram. " Entahlah Bram, makanan semuanya terasa hambar di mulutku dan perutku ini terasa sakit jika dipaksakan untuk makan, sebaiknya kita segera menyelesaikan pekerjaan ini agar aku dapat segera pulang menemui istri dan twins di rumah mama."
Setelah segala urusan pekerjaan selesai Daniel dan rekan bisnisnya pergi ke salah satu restoran terkenal yang telah asisten serba bisanya booking, Daniel tampak menyembunyikan sakit yang ia rasakan di perutnya dan tanpa sengaja matanya melihat seseorang yang sangat ia kenali sedang makan siang dengan seorang perempuan cantik. " Cih...,tampaknya ada yang diam-diam sedang kasmaran. Bram kau selediki apa yang sedang mereka lakukan di sini," ujar Daniel sambil meneguk teh hangat untuk meredakan rasa sakit yang tengah ia rasakan. " Baik Tuan muda," jawab Bram seakan tahu apa yang dimaksud dengan Tuan mudanya itu walaupun Daniel berbicara padanya sambil menyeruput teh hangat.
__ADS_1
" Jadi mereka berdua juga menginap di hotel yang sama denganku?" tanya Daniel pada asisten serba bisanya itu. " Ya Tuan muda, Dua hari yang lalu Tuan Roby langsung terbang ke New York dari London untuk menemui Nona Clara yang sedang menghadiri seminar kedokteran dan Tuan Roby terlihat menghadiri seminar itu walaupun hanya sebagai tamu hanya untuk menemani Nona Clara, dan menurut info yang saya dengar hari ini mereka akan pulang ke tanah air dengan menggunakan jet pribadi Tuan Roby."
" Awas saja nanti si Roby ! beraninya sembunyi sembunyi di belakangku...ish...," ringis Daniel. " Tuan muda apa sebaiknya kita ke rumah sakit untuk memeriksakan diri anda, apa perlu saya kabari Nyonya muda mengenai keadaan anda di sini?" tanya Bram yang terlihat khawatir melihat Daniel meringis menahan sakit di daerah perutnya.
" Jangan, istri dan keluargaku tidak bole tahu keadaanku Bram nanti Angel akan sedih."
" Kalau Tuan muda tidak ingin Nyonya muda bersedih, mari kita pergi ke rumah sakit segera muka Tuan muda sudah pucat."
Tbc
__ADS_1