Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Menggembleng para pelayan


__ADS_3

Angel mengenggam tangan Daniel dengan erat saat mobil yang ia tumpangi tampak memasuki halaman rumah dengan model modern klasik. Rumah pribadi Daniel ini tidak kalah besar dan mewah dengan rumah keluarga Wiratama.


Bram segera membukakan pintu mobil, Daniel keluar dari mobil mewahnya dengan binar bahagia. Di rumah ini lah ia dan Angel akan menua bersama anak anak mereka.



Sumber foto dari google


Kedua tangan Daniel terlihat sibuk dengan tugasnya masing masing, jika tangan kanan nya tampak ia gunakan untuk mengelus pipi bulat putrinya maka tangan kirinya ia gunakan untuk mengenggam tangan Angel yang terasa sedingin es.


" Kenapa tanganmu sedingin ini ?" tanya Daniel seraya menempelkan punggung tangan Angel pada bibirnya.

__ADS_1


Wajah Angel terlihat begitu pucat. Hal ini tentu saja membuat Daniel dan Bram yang sejak tadi berjalan di belakang Tuan mudanya seraya menjinjing tas perlengkapan bayi di tangannya merasa cemas. " Sayang, apa kau sakit ?" tanya Daniel lagi pada istrinya. Angel menggeleng dan segera bersembunyi di belakang punggung Daniel saat ia melihat beberapa pelayan datang dan menyambut kedatangan Daniel beserta keluarga kecilnya.


Pahamlah Daniel mengapa istrinya, Angel menjadi cemas seperti ini. Angel memang agak merasa takut jika bertemu dengan orang baru yang baru pertama kali ia temui, kejadian di masa lalu rupanya membuat istrinya merasa takut jika bertemu dengan orang orang yang belum pernah ia temui sebelumnya. Daniel membawa Angel tuk menemui seorang psikolog untuk membantu istrinya mengurangi rasa traumanya. Tetapi menurut psikolog kondisi Angel ini tidak memerlukan penanganan serius. Hanya saja Daniel perlu untuk memberikan perhatian lebih dan memperhatikan apa yang tengah Angel rasakan.


Daniel mencium kening istrinya dan memeluk pinggang Angel dan menatap para pelayan yang telah berbaris di hadapannya. " Seperti yang kalian ketahui, mulai hari ini kami akan tinggal di sini. Jadi saya berharap kalian melayani istri dan sepasang anak kembarku dengan sangat baik."


" Kami akan melayani Nyonya dan nona serta tuan muda kecil dengan sangat baik." jawab para pelayan dengan kompaknya.


Angel menoleh pada Daniel, " benarkah ?"


Daniel mengangguk. " Tentu, cobalah untuk mengatakan sesuatu pada mereka." ucap Daniel seraya mengendikan dagunya ke arah para pelayan.

__ADS_1


Dengan malu malu, Angel menggerakkan jemarinya untuk berkomunikasi. " Mohon bantuannya."


" Semoga pelayanan kami bisa membuat nyonya merasa puas." jawab para pelayan dengan kompak.


Angel terkejut dan merasa senang karena akhirnya ia bisa berkomunikasi dengan banyak orang tanpa harus sibuk menuliskan apa yang ada dalam kepalanya pada sebuah notes. Angel tanpa bisa menahan diri tersenyum senang, Daniel yang melihat senyum di wajah cantik istrinya merasa puas. Usahanya untuk menggembleng para pelayan dan bawahannya yang lain untuk mempelajari bahasa isyarat ternyata tidak sia sia. Daniel yang suasana hatinya sangat baik menarik lembut istrinya untuk masuk dan melihat lihat isi di dalam rumahnya yang sudah lama tidak ia tinggali ini.


Daniel sangat jarang tinggal di rumah ini, ia hanya datang ke rumah pribadinya saat untuk menenangkan diri dan berpesta bersama kedua sahabatnya. Ia memperkerjakan puluhan pelayan untuk mengurus rumahnya agar tetap rapi dan terawat. Saat Daniel mengetahui jika dirinya akan mempunyai anak kembar, barulah Daniel mempersiapkan kediaman yang telah lama tidak ia kunjungi dan merenovasi rumahnya agar semakin luas.


Ia membuat paviliun kecil sebagai tempat tinggal para pelayan yang bekerja di rumah Daniel juga untuk asisten pribadinya dan asisten pribadi istrinya itu.


Daniel juga membuat sebuah kamar dengan dekorasi pink dan biru untuk sepasang buah hatinya yang tersambung dengan kamar pribadinya. Ia tidak sabar ingin segera menunjukannya kepada istrinya.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2