
Daniel menarik lembut Angel agar muncul dan bisa dilihat dengan jelas oleh 2 orang yang telah menunggu kedatangan mereka.
Angel masih tidak berani menatap kedua orang tua Daniel, masih terbayang di benaknya bagaimana perlakuan orang banyak dan warga sekitar tempat kostnya dulu kepadanya yang hanya seorang gadis bisu yang selalu di caci maki, Angel tidak bisa membayangkan bagaimana perlakuan kedua orang tua Daniel kepadanya nanti.
" Ah...menantuku !"
Angel terkejut saat dirinya mendapat pelukan erat dari ibu Daniel. Angel merasa sesak saat pelukan Helena semakin erat saja, karena itu dirinya meremas tangan Daniel yang masih menggandeng tangannya. Daniel mengerti dan berkata " Ma....kau akan membuat Angel kehabisan nafas."
"Astaga...maafkan mama ya," ucap mama Daniel lembut, Helena kemudian menunduk dan mengusap perut buncit Angel dengan sayang.
"Cucu Oma...,sehat sehat ya di dalam sana. Jangan merepotkan mamamu ya sayang." Andrew yang melihat tingkah istrinya tak bisa menahan diri untuk mendekat dan mencium kening istrinya dengan sayang.
__ADS_1
"Perkenalkan dirimu dulu sayang, menantu kita terlihat kebingungan," ucap Andrew.
Seakan sadar Helena tersenyum malu, "Maafkan ketidaksopanan mama sayang, perkenalkan nama mama Helena Wiratama dan ini adalah suamiku Andrew Wiratama."
Angel mengangguk, ia menatap Daniel karena dirinya tidak tahu bagaimana caranya tuk memperkenalkan diri karena dirinya tidak membawa bolpoin dan notes seperti biasanya. Daniel tersenyum dan mengeratkan genggaman tangannya pada Angel. "Tidak apa apa, kedua orang tuaku sudah mengetahui kondisimu. Mereka juga sudah memperlajari bahasa isyarat agar dapat berkomunikasi denganmu. Ayo sekarang perkenalkan dirimu pada mama dan papa."
Meski ragu, Angel akhirnya memperkenalkan dirinya pada kedua orang tua Daniel menggunakan bahasa isyarat. " Senang berkenalan dengan Bapak dan Ibu, perkenalkan nama saya Angela Yasmin."
"Panggil kami berdua dengan sebutan mama dan papa ya sayang seperti Daniel, sekarang mari kita makan malam, mama yakin pasti cucu Oma sudah lapar karena melewatkan makan siang," ucap Helena dengan lembut, ia sangat senang akhirnya bisa bertemu dengan menantu dan calon cucu nya yang telah ia tunggu. Helena sudah menyukai menantunya di pertemuan pertama, menantunya ini sangat cantik dan anggun.
Papa dan mama Daniel berjalan lebih dahulu di depan, Daniel kembali mengandeng tangan Angel dengan lembut menuju ruang makan. Angel dibuat takjub berkali kali dengan apa yang ia lihat. Kepalanya tidak bisa diam untuk menengok kesana kemari melihat pemandangan indah dari bangunan mewah yang Daniel sebut dengan rumah sementara.
__ADS_1
Daniel yang sadar jika Angel tidak bisa diam, menahan kepala Angel dengan satu tangannya. "Diam dan berjalan dengan hati hati." Saat tiba di ruang makan Angel kembali dibuat takjub dengan ruang makan yang besar dan mewah, Angel penasaran seberapa luas rumah Daniel ini apa seluas istana negara? Jika iya, pasti dirinya bisa tersesat menyusuri satu persatu ruangan yang berada dalam bangunan mewah ini.
"Jangan melamun, papa sudah mempersilakan untuk makan."
Angel tersadar saat Daniel mencolek pipi chuby nya dengan gemas, Angel menepis tangan Daniel dengan kesal. Interaksi Daniel dan Angel menjadi perhatian Andrew dan Helena, mereka penasaran karena setibanya di rumah siang tadi Danie membuat kehebohan di dapur dan memaksa untuk membuat cumi goreng tepung dan bakso.
Kehebohan semakin menjadi saat Angel yang menjadi penyebab utama Daniel melakukan semua itu malah melewatkan makan siangnya hingga membuat Daniel yang telah bersusah payah membuat cumi goreng tepung dan bakso kesal setengah mati karena kerja kerasnya menjadi sia sia.
Kehebohan terjadi lagi saat pelayan hendak menyiapkan makan malam Daniel sudah cukup terampil dan bisa menghasilkan cumi goreng tepung dan bakso yang tampak cantik di atas piring dan mangkok saji.
__ADS_1
Tbc