
" Kakak !"
Daniel menoleh dan menyeka keringatnya yang mengucur deras di keningnya, ia melihat seorang pemuda tampan dengan yang berdiri di pematang sawah dengan wajah yang memerah menahan emosi.
Daniel menghentikan kegiatannya, toh ini sudah hampir memasuki waktu makan siang jadi tidak ada salahnya jika Daniel mengambil waktu untuk beristirahat.
Dengan sebagian tubuh yang dipenuhi oleh lumpur Daniel naik ke pematang sawah dan membersihkan tangan dan kakinya terlebih dahulu sebelum mendekat pada adiknya yang telah duduk di gubug yang berada di dekat pematang sawah yang membatasi sawah sawah.
Daniel seakan tidak menyadari jika wajah adiknya yang tidak kalah tampan dengan dirinya terlihat tidak enak tuk dipandang karena emosi yang saat ini berkecamuk di dalam hatinya.
"Oh sekarang kau baru ingat pada kakak mu ?" sinis Daniel saat sudah duduk si samping adiknya.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya terjadi ? hal yang kudengar sebelumnya adalah kebohongan bukan ? tanya adiknya.
Daniel terlihat kesal, adiknya itu bukannya menjawab pertanyaannya malah balik bertanya padanya. Lebih dari itu, adiknya malah memberikan pertanyaan yang tidak dimengerti olehnya.
Daniel mengerutkan keningnya, " Kita baru saja bertemu setelah sekian lama, dan kau malah menanyakan sesuatu yang tidak kumengerti, apa yang kau maksud Revan ?" tanya Daniel kesal.
Benar saudara yang dimaksud Daniel dengan adiknya tak lain adalah Revan, dokter muda di desa ini yang terang terangan mengakui telah jatuh hati pada Angel. Revan mengusap wajahnya kasar sebelum bwrkata, "aku dengar kalau kakak adalah ayah dari bayi yang tengah dikandung oleh Angel ? aku juga mendengar kabar yang lebih gila lagi kalau ternyata Angel adalah istri kakak ?"
Daniel mengangguk anggukan kepalanya dan mengiyakan ucapan adiknya. "Mungkin karena ini desa kecil jadi berita itu cepat menyebar." Seperti dugaan Daniel kalau berita ini menyebar dengan baik, tentu saja ini bagian dari rencana Daniel dan berjalan sesuai dengan keinginannya.
Kemana pun Angel melangkah para pemuda desa itu akan mengerubungi Angel seperti kumbang, tetapi Daniel tidak mau menyebut mereka sebagai kumbang yang mengerubungi kembang melainkan di matanya para pemuda desa itu terlihat seperti lalat yang menjijikan yang sungguh menganggu. Karena itulah Daniel membiarkan berita mengenai Angel yang telah bersuami tersebar agar para pemuda desa itu mundur teratur dari niatan mereka yang terlihat jelas dimata Daniel dan tidak mendekati Angel lagi.
__ADS_1
Revan menggeleng, " Aku tidak mendengar berita ini dari warga desa melainkan dari ambu dan abah secara langsung. Keduanya mengatakan jika seorang pria dari kota mengaku dirinya sebagai suami Angel dan ayah dari bayi yang ia kandung. Aku sudah curiga saat mendengar hal itu karena kakak juga tengah berkunjung untuk bertemu denganku. Karena signal ponsel di desa ini jelek, maka aku memutuskan untuk datang ke tengah sawah untuk memastikan sendiri apa pria yang dimaksud oleh keduanya memang benar kakak atau bukan, Sebenarnya apa yang terjadi ? apa yang kakak katakan adalah lelucon bukan ? Angel dan kakak hanya saling mengenal bukan ? tidak ada hubungan lebih diantara kalian kan ? jujur saja hubungan suami istri yang kakak katakan adalah kebohongan bukan ?" tanya adik nya panjang lebar.
Daniel menggeleng dan menatap adiknya yang kini menatapnya dengan penuh harap, ya berharap agar semua yang Daniel katakan hanyalah kebohongan.
"Memangnya ada masalah apa hingga kau terlihat panik seperti ini ? apa hubunganmu dengan Angel ? tanya Daniel langsung pada adiknya karena tidak seperti biasanya adiknya bersikap seperti ini.
"Kami memang belum memiliki hubungan lebih dari sekedar dokter dengan pasien, tapi jujur aku mempunyai perasaan lebih pada Angel. Akupun telah mengakui perasaan itu pada Angel hanya tinggal menunggu Angel memberikan jawaban. Jadi aku perlu tau kebenaran dari perkataan kakak," jawab Revan tegas. Tentu saja keberanan yang diharapkan oleh Revan adalah pengakuan Daniel jika pernikahan kakaknya dengan Angel adalah kebohongan.
Daniel menatap datar pada adik tirinya dan mengalihkan pandangannya ke sawah dan berkata, "Lupakan perasaan itu, Angel adalah....wanitaku."
"Apa maksud kakak ? jangan bercanda !" tentu saja Revan tidak mau menerima kenyataan yang tengah Daniel bicarakan.
__ADS_1
Daniel menoleh, "Aku tidak sedang membuat candaan apalagi candaan ini tidak menyenangkan, aku memang ayah dari bayi yang dikandung Angel dan aku juga suaminya.
Tbc