
Setelah tiga hari di rawat di rumah sakit pasca melahirkan bayi kembarnya hari ini Angel kembali ke rumah keluarga Wiratama. Selama perjalanan menuju ke rumah Daniel selalu menggendong putrinya yang nampak menggeliat di dalam gendongannya. " Sepertinya putri kita haus sayang, dari tadi lidahnya melet melet padahal baru sejam lalu dia minum asi, kenapa Mika tidak setenang Sky ya?" ujar Daniel seraya memberikan putrinya pada Angel untuk disusui setelah menaikan pembatas yang menghalangi pandangan supir dan asisten serba bisa nya yang berada di depan.
Saat ini keduanya sudah berada di kediaman keluarga Wiratama, Helena menyambut Daniel dan Angel beserta cucu kembarnya. Ia membantu Angel menggendong bayi laki lakinya yang tampak begitu tenang dalam tidurnya. Daniel memeluk pinggang Angel. Angel begitu terharu saat memasuki ruang tamu yang sudah di hias dengan balon warna biru dan pink dengan tulisan "welcome home twins" Helana di bantu para pelayan menghias ruang tamu untuk menyambut kepulangan Angel dan bayi kembarnya.
" Apa kau menyukainya sayang?" tanya Helena pada Angel. Angel mengangguk seraya memeluk mama mertuanya setelah menyerahkan putrinya ke dalam gendongan Daniel. Angel merasa bersyukur mempunyai mertua sebaik papa Andrew dan mama Helena yang dengan tulus menyayanginya dirinya juga bayi kembar mereka.
__ADS_1
Sementara itu Revan yang berada di ujung tangga terlihat dinaungi mendung yang pekat. Dokter tampan itu tidak beranjak dari tempat nya berdiri untuk mendekat menyambut kepulangan kakak dan keponakan kembarnya ke rumah. Revan tidak berminat tuk bergabung dalam kegembiraan dan melihat keponakan barunya, dirinya terlalu tenggelam dalam kesedihan yang sebenarnya ia ciptakan sendiri. Revan sadar, jika selama ini dirinya yang telah menggali lubang dan mencari lukanya sendiri. Tetapi ia tidak bisa memilih kemana dan pada siapa hatinya berlabuh. Jika saja Revan tau jika Angel adalah wanita kakaknya, dirinya akan berusaha sekuat tenaga untuk menahan perasaannya tidak berkembang hinga ke tahap di mana dirinya tidak lagi bisa melupakan Angel seperti saat ini.
Tetapi Revan tidak mau mengalah meskipun dirinya sadar di sini dia lah yang salah. Revan hanya ingin memperjuangkan cintanya hingga akhir, walaupun sadar jika tidak ada lagi peluang yang terbuka untuknya. Daniel dan Angel sudah memiliki sepasang bayi kembar yang cantik dan tampan yang tentunya akan semakin merekatkan hubungan mereka berdua sebagai sepasang suami istri dengan keluarga kecilnya. Revan sadar jika dirinya tidak bisa lagi untuk membuat keduanya berpisah.
" Ma aku akan mengajak Angel dan twins untuk beristirahat di dalam kamar," pamit Daniel dan membawa kedua bayi kembarnya dalam gendongannya untuk menuju kamar mereka di lantai 3.
__ADS_1
" Istirahatlah sebentar mumpung twins sedang tertidur, aku akan membangunkanmu saat makan siang tiba," ujar Daniel seraya menuntun Angel menuju ranjang besar mereka dan membaringkannya di kasur.
Daniel begitu menikmati peran barunya sebagai ayah yang siaga dan peduli dengan anak kembarnya. Sejak si kembar lahir dirinya tidak lagi pulang larut malam, ia mengubah jam kerjanya hanya sampai jam 4 sore agar dapat pulang ke rumah dan menghabiskan waktu dengan twins.
Helena melihat perubahan pada diri putra sulungnya kini Daniel terlihat lebih lembut dan terlihat lebih manusiawi sejak twins lahir.
__ADS_1
Dirinya juga tidak segan segan mengurus bayi kembarnya saat mereka menangis tengah malam. Dirinya yang menggantikan popok anak nya dan yang menggendongnya untuk meredakan tangis mereka tetapi memang putrinya lah yang sepertinya paling dekat dengan nya Mikayla akan langsung berhenti menangis dan tertidur dalam gendongannya tidak seperti putranya yang akan lebih berhenti menangis setelah Angel menggendongnya . Semua itu Daniel jalani dengan bahagia walaupun keesokan harinya ia harus bangun pagi untuk meeting dengan klien tetapi semua kelelahannya segera hilang saat dirinya melihat bayi kembarnya yang sangat menggemaskan itu terutama putrinya yang badannya sedikit lebih besar daripada kembarannya karena putrinya sering sekali terbangun dan menangis untuk mencari asupan gizinya.
Tbc