Gadis Bisu Itu Istriku

Gadis Bisu Itu Istriku
Kamu bisa bersandar ke aku


__ADS_3

" Yang...aku gak suka kamu ngomong seperti itu, jangan bercanda seperti itu aku gak suka !" geram Daniel dengan irama jantung yang berdetak keras dirinya tidak mau membayangkan jika Angel benar benar meninggalkan dirinya.


" Kamu sendiri yang memperlakukan aku seperti orang luar," kilah Angel.


" Kapan aku memperlakukanmu seperti orang luar ?"


" Kamu bahkan gak berniat untuk memberitahukan ku tentang sakitmu sampai harus dioperasi, setelah aku datang jauh-jauh kamu bahkan mengusirku pulang. Kalau bukan menganggapku sebagai orang luar, lalu apa ?"


" Aku juga tidak memberitahu mama dan papa."


" Kamu punya keluarga, kamu punya aku. Kamu sendiri kan yang bilang waktu resepsi pernikahan kita kemarin jika mulai saat itu apapun akan kita hadapi bersama-sama tanpa melepas gengaman tangan kita.Kita berdua sepakat bahwa kejujuran dan kepercayaan adalah yang utama dalam pernikahan kita, apa kamu sudah lupa sama apa yang kamu katakan? apa sekarang kamu lupa kalau kamu sudah punya keluarga Niel ?" isyarat Angel dengan sebal.


Daniel terdiam, dia ingin sekali membantah Angel tetapi dirinya bingung harus membela diri bagaimana lagi karena semua perkataan Angel adalah benar.

__ADS_1


" Aku tahu kenapa kamu gak mau ada seorangpun yang mengetahui soal sakit kamu Niel, tapi seharusnya gak begitu, kalau kamu sakit begini dan kami tidak mengetahui apa-apa kamu pikir kami senang? kami sedih khususnya aku...Aku merasa tidak berguna sebagai seorang istri sampai suami sakit pun aku tidak tahu, bahkan aku tidak mengetahui jika kamu sudah menahan sakit sebelum keberangkatanmu ke New York. Aku ini istri kamu." Angel menyeka air matanya.


" Sayang...bukan maksud aku seperti itu," hati Daniel terasa sakit melihat istrinya meneteskan air mata akibat ulahnya.


"Belajarlah untuk bersandar ke orang lain. Kamu juga hanya manusia biasa, sekuat-kuatnya dan sehebat-hebatnya kamu tetap membutuhkan orang lain sebagai tempat bersandar asal kamu tahu Niel biarpun aku memiliki kekurangan tetapi aku ingin kamu bersandar kepadaku dan berbagi masalahmu denganku. Aku wanita yang kuat Niel, aku tidak serapuh yang kau kira hanya karena aku memiliki kekurangan. Jadi mulai sekarang apapun kondisi kamu, berat atau ringan, senang atau susah tolong jangan menanggung semuanya sendiri jika kamu masih menganggap aku sebagai istri kamu. Kamu punya aku, kamu bisa bersandar ke aku sama seperti aku akan bersandar pada kamu."


Rasanya Daniel belum pernah melihat Angel bicara sebanyak ini sebelumnya, tapi Daniel sama sekali gak keberatan ia malah senang dapat mengetahui isi hati Angel. Daniel merasa hatinya terasa hangat dan entah gimana pundaknya terasa lebih ringan seolah ada sesuatu yang mengangkat semua beban yang ada di pundaknya. Perlahan Daniel tersenyum tipis, dirinya merasa beruntung memiliki Angel sebagai istrinya bahkan hari ini Daniel merasa keberuntungannya berlipat ganda. Ia mencoba tuk mendudukan dirinya di ranjang rawat dengan gerakan yang hati-hati, Angel membantu dirinya tuk duduk dan juga menyetel ranjang rawat suaminya agar bisa berdiri sampai di posisi Daniel merasa nyaman.


Daniel langsung menarik lembut tangan Angel dan membawa ke dalam pelukannya, " kamu selalu bilang kalau aku gombal tapi ternyata kamu jauh lebih gombal daripada aku, yang..." ujar Daniel dengan lirih seraya mengelus lembut punggung Angel


Angel menepuk dada Daniel dengan kesal, "aku gak gombal !" isyarat Angel dengan memelototkan matanya.


Daniel mengacak gemas rambut Angel sambil tersenyum melihat kekesalan istrinya.

__ADS_1


" Iya...iya...begitu juga yang aku rasakan tiap kali kamu mengatakan jika aku hanya gombal padahal aku sedang berbicara serius denganmu."


Angel mengkerucutkan bibirnya kesal membuat Daniel tak tahan ingin segera me***** bibir istrinya itu dari tadi, sungguh ia sudah merindui Angel setiap malamnya dan sekarang dirinya bisa memeluk bahkan mencium bibir Angel yang sudah membuatnya candu. Daniel segera me***** bibir Angel dan menyesapnya mengigit kecil bibir Angel agar terbuka dan memasukan lidahnya tuk mengabsen semuanya. Dan tiba-tiba pintu tuang rawat terbuka dan Bram langsung berdiri kaku mengalihkan pandangan matanya ke samping.


Angel yang malu mendapati bahwa Bram melihat dirinya dan Daniel sedang berciuman langsung memukul dada Daniel pelan untuk menghentikan ciumannya. " Astaga Yang....aku baru saja tersadar dari operasi dan sekarang kamu tega banget udah pukul-pukul aku?"


" Gak enak dilihat oleh Bram," isyarat Angel dengan melirik ke arah asisten serba bisa suaminya yang sudah terdiam di tempatnya dengan kaku sambil mengalihkan pandangannya ke samping.


" Apa kamu tadi melihat sesuatu Bram?" tanya Daniel dengan santainya.


" Tidak Tuan muda, saya tidak melihat apapun tadi "


" Kenapa wajahmu memerah yang? Bram bilang tadi dia tidak melihat apapun."

__ADS_1


" Astaga Daniel !"


Tbc


__ADS_2