
Daniel kembali mengingat beberapa jam lalu saat dirinya menanyakan dimana Angel tinggal Daniel merasa begitu marah saat mengetahui jika selama ini Angel menghabiskan hari harinya pada sebuah rumah reot dekat ladang sayur.
Kemarahaan Daniel semakin menjadi saat melihat keadaan isi rumah. Tidak ada perabotan yang memadai bahkan tidak ada ranjang dan meja makan, hanya ada kasur keras yang tipis serta tikar yang digelar di sampingnya.
Membayangkan selama ini Angel dan calon anaknya tidur pada kasur tipis dan keras itu membuat Daniel tidak habis pikir.
Daniel benar benar terasa marah mengetahui jika selama ini calon anaknya yang selama ini masih berada di dalam kandungan hidup dengan begitu menderita bahkan Angel bersusah payah mencari uang untuk menghidupi dirinya serta calon anaknya di tempat ini. Jika saja Daniel terlambat untuk mencari Angel, hal menyedihkan apalagi yang akan ia alami ? Daniel tidak bisa membayangkan.
Padahal tadi Daniel sudah susah payah meminta izin untuk menunggui Angel secara pribadi di dalam kamar, ia mengaku jika dirinya orang terdekat Angel dan mengenal Angel secara pribadi. Tapi reaksi Angel membuat Daniel merasa sedikit kesulitan untuk mengambil langkah selanjutnya. Tentu saja Daniel tidak lagi bisa menggunakan alesan itu untuk membawa Angel dari desa terpencil ini.
__ADS_1
" Nak ?"
Daniel tersentak dari lamunannya dan menoleh pada Kokom dan Aan. " Ya...?"
"Panggil ambu saja, ayo kita ke rumah ambu saja, tidak usah khawatir Angel sudah tidur dia aman, biarkan Angel beristirahat beristirahat sementara kita membicarakan beberapa hal," ujar ambu dengan tersenyum manis dan melangkah berjalan terlebih dahulu untuk menunjukan jalan.
Daniel memgangguk dan mengikuti Aan dan Kokom. Mereka menjamu Daniel setibanya di rumah mereka, walaupun jamuan terasebut masih jauh dari kata layak bagi Daniel. Tetapi untuk kesopanan Daniel menerima jamuan tersebut dengan dengan penuh terima kasih. Ia bahkan meminum suguhan seakan akan suguhan tersebut terasa nikmat, padahal Daniel tengah menahan rasa mual pada perutnya yang beberapa bulan belakangan ini selalu gampang terasa mual.
"Putri kami ? apa kalian sudah mengadopsi Angel ?" tanya Daniel balik karena ia belum mendengar kabar kalo Angel telah diadopsi.
__ADS_1
Kokom menggeleng, "kami belum bisa meresmikannya, tolong jawab pertanyaan kami dulu, siapa kamu ? dan apa hubungannya Angel dengan dengan dirimu ?" tanya Kokom dengan nada lembut membuat orang yang ditanyainya merasa tenang.
"Kami memiliki hubungan yang sangat kompleks yang tidak mungkin saya jelaskan saat ini, tapi yang bisa saya jelaskan saat ini bahwa saya adalah ayah kandung dari janin yang tengah dikandung Angel saat ini," jawab Daniel tanpa ragu.
"Apa..!?" sahut keduanya bersamaan, mereka berdua begitu terkejut dengan jawaban yang Daniel berikan. Tapi daripada terkejut lebih tepatnya mereka terlihat seperti seseorang yang mendengar kabar yang tidak mereka harapkan. Daniel tidak mengubah ekapresinya, entah kenapa sejak pertama melihat Kokom dan Aan dirinya tidak meletakkan kepercayaan pada kedua orang di hadapannya itu.
"Ya saya yang menghamili Angel, dan kedatangan saya ke sini untuk membawa Angel pulang bersama saya, karena kesalahpahaman yang terjadi Angel lari dari rumah dan membuat semua orang panik. Saya sudah mencarinya berbulan bulan dan akhirnya menemukannya, jadi saya tidak akan menunda lebih lama lagi untuk membawanya pulang, lagipula kedua orang tua kami sudah ingin bertemu Angel."
Daniel dengan kepintarannya merangkai kata kata yan 90 persen adalah kebohongan dengan begitu lancar, bahkan ekspresi wajah Daniel tidak berubah yang terlihat hanya keseriusan dan ketegasan yang membuat setiap orang yang melihatnya merasa yakin.
__ADS_1
Kokom dan Aan kembali bertatapan, Kokom tampak meremas tangannya dan Aan menenangkannya. Setelah menenangkan istrinya Ia menoleh pada Daniel dan berkata "Kami tidak ikut campur masalah kalian berdua tapi kami tidak bisa melepaskan Angel kami yang telah merawatnya selama berbulan bulan dan sangat menyayanginya, tentu saja kami tidak akan menahan Angel jika dirinya sendiri mau ingin pergi, jadi alangkah baiknya kalian berdua membicarakan hal ini secara pribadi meluruskan kesalahpahaman dan menyampaikan niatmu pada Angel. Kami akan menyerahkan keputusan pada Angel jika ia mau kembali tetapi jika Angel memilih untuk tinggal, kami tidak ada pilihan lain selain membatasimu untuk tidak bertemu Angel kembali."
Tbc